
"Mau apalagi wanita itu datang ke kantorku?" gumam Denis dengan tatapan yang begitu kesal.
Wanita tersebut langsung berjalan menuju kearah Denis dengan tatapan genitnya, Risa yang sedang duduk di sofa melihat wanita tersebut dengan tatapan tidak suka.
"Siapa wanita itu?" gumam Risa dengan tatapan sinisnya.
Wanita tersebut langsung menghampiri Denis tanpa memperhatikan ataupun melihat Risa yang sedang duduk.
Alan hanya berdiri tegak di dekat pintu.
"Sepertinya akan terjadi perang." gumam Alan.
Denis langsung bangun dari tempat duduknya lalu berkata pada wanita itu.
"Berhenti disitu, jangan berani mendekat ke dekatku." kata Denis dengan tegas.
Wanita itu langsung memberhentikan langkah kakinya, lalu Denis langsung bertanya denganya tanpa bertele-tele.
"Katakan ada apa datang ke kantorku?" tanya Denis padanya.
"Denis, Aku kesini untuk mengajakmu makan siang." jawab wanita tersebut.
Risa langsung mengeluarkan taringnya, kini hati dan perasaan sudah mulai berperang rasanya pingin mencabik-cabik wanita tersebut.
"Dasar wanita tidak punya akhlak, berani-beraninya Dia mengajak suamiku makan siang bersama." gumam Risa dengan tatapan tidak sukanya.
"Alan batalkan kerja sama Kita dengan perusahaan wanita ini dan jangan biarkan Dia muncul dihadapanku lagi!!" kata Denis dengan begitu tegas.
Alan yang sedang berdiri tegak di depan pintu, langsung menjawab perkataan dari Denis.
"Baik Tuan, akan Aku urus semuanya." jawab Alan dengan begitu tegas.
Risa langsung berjalan menghampiri wanita tersebut, lalu Risa berkata pada wanita tersebut, namun sebelum berkata pada wanita tersebut Risa lebih dulu bertanya pada Alan.
"Sekertaris Alan, wanita ini siapa?" tanya Risa sambil melihat kearah Alan.
"Namanya Nona Angel Dia adalah klien yang berkerja sama dengan perusahaan Tuan Denis." jelas Alan pada Risa.
Risa menganggukan kepalanya, lalu langsung berkata pada Angel.
"Oh jadi cuma klien, kenalkan Saya Istri sah Tuan Denis Kusuma." kata Risa sambil melirik Angel dengan tatapan tidak suka.
"Oh jadi wanita ini, yang membuat Tuan Denis selalu menolak ajakan makan siang berdua dengan Saya." jawab Angel sambil menggelengkan kepalanya.
"Kamu berani sekali mengajak Suamiku makan siang denganmu, apa Kamu mau Aku siram dengan air cabe?" tanya Risa dengan begitu sinis.
Kini Risa melipat kedua tangannya ke dada, sambil terus manatap Angel dengan tatapan tidak suka.
Denis berjalan kearah Risa, namun dengan cepat Risa mengentikan langkah kaki Denis.
__ADS_1
"Berhenti disitu, biarkan Aku yang mengurus cabe cangak yang satu ini." kata Risa sambil melihat kearah Denis.
Denis langsung menghentikan langkah kakinya.
"Hajar saja sayang! Aku akan terus mendukungmu." gumam Denis.
"Baru Istri sah saja sudah sombong, ingat ya dimana-mana pelakor lebih disayang." jawab Angel dengan tatapan kesalnya.
"Hahaha dan Aku yakin suamiku tidak akan tertarik dengan pelakor model seperti dirimu." kata Risa yang diiringi dengan tawa kemenangannya.
Angel memang punya badan yang sexy dan dada yang begitu berisi, membuat banyak laki-laki tertarik pada dirinya.
"Ingat ya Nona Angel dimana-mana pelakor itu tidak harga dirinya! dan jangan berani-beraninya menganggu Suamiku atau Aku akan menyirammu dengan air cabe." kata Risa dengan tegas.
"Dan Kamu juga dengar tadi suamiku sudah memutuskan kerja sama dengan perusahaanmu, jadi jangan berani datang ke kantor suamiku lagi!!" tegas Risa.
"Dasar kurang ajar, berani-beraninya Kamu berkata ini dan itu kepadaku!" jawab Angel yang sudah mengangkat tangannya untuk namampar pipi Risa.
namun dengan cepat Denis langsung menahan tangan Angel, lalu berkata pada Angel.
"Jangan berani menyentuh istriku sedikitpun atau Aku akan menghancurkan perusahaanmu!!" kata Denis sambil menahan tangan Angel.
"Kamu lihatkan, suamiku itu terlalu mencintaiku, bahkan Dia tidak rela tangan kotormu ini sampai menyentuh pipi mulusku ini!!" kata Risa dengan senyum penuh kemenangan.
"Dasar kalian ini kurang ajar." kesal Angel sambil melepaskan tangan dari tangan Denis dengan begitu kasar.
Alan hanya berdiri tegak, Karena Alan yakin Risa mampu mengatasi Angel sendiri.
"Hajar Ris, Aku mendukungmu." gumam Alan.
"Keluar dari ruangan suamiku sekarang!! atau Aku yang akan menyeretmu keluar dari sini!!" Risa mengusir Angel dengan suara yang begitu keras.
Angel melihat kearah Alan, namun Alan hanya menunjukkan senyum manisnya. lalu Alan berkata pada Angel.
"Silahkan Nona Angel, pintu keluar disebelah sini." kata Alan sambil mengarahkan Angel ke pintu ruangan Denis.
"Aku tahu." jawab Angel yang langsung pergi meninggalkan ruangan Denis begitu saja.
"Dasar perempuan kurang ajar! Berani sekali Dia meremehkan calon pelakor sepertiku." gumam Angel yang merasa begitu marah.
Setelah Angel keluar dari ruangan Denis, Denis langsung ingin memeluk Risa, namun Risa menolaknya.
"Ingat saumiku jaga jarak sementara." kata Risa sambil menahan tubuh Denis yang ingin memeluknya.
"Sayang, tapi Aku ingin merayakan kehebatanmu tadi menghadapi Angel." jawab Denis.
Risa hanya terdiam, lalu meninggalkan Denis begitu saja, sekarang Risa sudah duduk di sofa.
Alan hanya bisa menahan tawanya melihat Denis dan Risa.
__ADS_1
"Jaga jarak sementara, kasian Kamu Den." gumam Alan.
"Tuan Denis, untuk kerja sama dengan perusahaan Nona Angel jadi Kita batalkan?" tanya Alan pada Denis.
"Iya batalkan saja semuanya, Kamu urus semuanya!" jawab Denis.
"Siap Tuan." jawab Alan.
"Aku permisi dulu." pamit Alan yang langsung meninggalkan ruangan Denis.
Setelah Alan pergi, Denis langsung menutup pintu ruangannya lalu menguncinya, lalu Denis langsung berjalan menuju ke tempat Risa duduk.
Denis langsung mendorong Risa, kini Denis berada diatas tubuh Risa.
"Huek..huek..." Risa merasa mual karena bau tubuh Denis.
"Sayang Aku mual." keluh Risa.
"Tapi Aku tidak tahan, bahkan karena ngidammu ini Aku harus terus berperang dengan Adik kecilku setiap malam." kata Denis yang langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Risa.
Risa membrontak namun Denis memperdalam ciumannya, setelah puas Denis langsung melepaskan ciumannya.
Risa langsung pergi menuju kamar mandi, karena rasanya ingin muntah sekali.
"Huek...huek...huek..." Risa muntah-muntah.
Denis langsung ikut masuk ke dalam kamar mandi, kini dirinya begitu kawatir.
"Gara-gara Aku yang terlalu pencandu sekarang Risa harus muntah-muntah." gumam Denis yang merasa bersalah.
"Sayang Kamu tidak apa-apa?" tanya Denis dengan begitu kawatir.
"Jangan lakukan itu lagi!" kesal Risa.
"Iya maafkan Aku, habisan Aku sudah tidak tahan sayang jaga jarak sementara dengamu." kata Denis sambil meminta maaf pada Risa.
Risa langsung membersihkan mulutnya dan langsung mengelapnya dengan tisu.
"Tahanlah dulu sayang, sampai masa ngidam Aku selesei." pinta Risa.
Risa melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi, sedangkan Denis hanya terdiam sambil melihat Risa yang sedang berjalan.
"Bahkan Aku juga tidak tahu kapan masa ngidam Kamu selesei Istriku." gumam Denis.
Bersambung π
Terimakasih para pembaca setia π
Ditunggu komen dan likenya ya biar Authornya makin semangat ππ
__ADS_1