
Dua hari kemudian, Hari ini adalah tepat acara 7 bulanan Vania Clarissa.
Dirumah Denis dan Risa semua keluarga besar, para sahabat dan 100 anak yatim sudah memenuhi halaman rumah Denis yang sudah dihiasi dengan bunga-bunga dan tenda untuk acara tujuh bulanan hari ini.
Acara 7 bulanan berlangsung dengan lancar, Semuanya yang datang pada mendoakan keselamatan ibu dan jabang bayi yang ada dalam kandungan Risa.
Acara demi acara dilalui sampai semuanya selesai, Denis dan Risa membagikan santunan pada anak-anak yatim yang mereka undang hari ini.
Denis membagikan santunan kepada anak-anak yatim dibantu oleh Alan, Ayumi, Alya dan Panji.
Dengan penuh rasa syukur, Bahagia, Denis dan Risa membagikan santunan anak yatim dengan sabar dan ikhlas. Meskipun kaki Risa terasa pegal karena berdiri terlalu lama tapi Risa tetap semangat untuk berbagi kebahagiaan pada semua anak yatim yang datang.
"Anak mama, Mama tidak tahu kamu laki-laki atau perempuan tapi mama selalu berdoa agar Kamu jadi anak yang berbakti kepada kedua orang tua." Sambil mengelus-elus perutnya Risa mengucapkan harapan baik dalam hatinya.
Melihat Risa terus mengelus perutnya, Membuat Denis agar kawatir.
"Apa perutnya sakit?" Tanya Denis dengan sorot mata begitu kawatir.
Risa tersenyum lalu menggeleng kepalanya, Denis memegang tubuh Risa lalu menyuruh Risa duduk disebuah kursi.
"Duduklah, Biar aku dan yang lain yang melanjutkan membagikan santunan ini." Pinta Denis karena tidak mau sampai istrinya kelelahan, Denis juga tidak mau terjadi apa-apa pada anak yang masih dalam kandungan Risa gara-gara Risa terlalu kelelahan.
"Tapi....." Kata-kata Risa terpotong.
"Tidak ada kata tapi! Menurutlah pada Suamimu!" Tegas Denis yang enggan mendengar penolakan dari istrinya, Denis tahu pasti istrinya akan kekeh untuk ikut melanjutkan berbagi santunan jadi dengan cepat Denis menolaknya.
"Baiklah," Jawab Risa singkat.
Akhirnya Risa duduk dikursi dan Denis kembali ikut membagikan santunan kepada anak-anak yatim yang dirinya undang.
"Lihat mereka sebentar lagi Risa dan Denis akan menjadi orang tua." Mama Rasti melihat anak dan menantunya dengan begitu bahagia.
"Iya ma, Sebentar lagi kita akan dipanggil Kakek dan nenek." Sambung Papa Andi yang juga tersenyum bahagia.
Papa Andi dan Mama Rasti baru sampai rumah tadi malam dari diluar kota, Tapi mereka tidak merasa lelah ataupun capek pagi-pagi sekali jam 5 subuh dini hari, Mereka datang kerumah Risa dmelihat anak dan menantunya akhirnya akan punya momongan.
"Akhirnya pa, Risa bisa mencintai Denis dan sekarang mereka akan punya anak." Dengan sorot mata bahagia Mama Dina melihat Denis dan Risa yang sedang membagikan santunan buat anak-anak yatim yang diundangnya.
Mama Dina dan sang suami juga sudah hadir dari tadi pagi sekali.
__ADS_1
"Semua ini takdir ma, Risa bisa menerima perjodohan ini dan menerima suaminya." Sambung Papa Risa dengan senyum bahagianya.
Perjodohan Risa dan Denis akhirnya menjadi sebuah kebahagiaan, Tidak ada yang menyangka karena mereka dulu saling menolak satu sama lain dan sekarang mereka sudah akan menjadi orang tua.
"Iya pa dan takdir itu tidak ada yang tahu." Jelas Mama Dina. Yang melihat suaminya lalu tersenyum bahagia.
Jam menunjukkan pukul 2 siang akhirnya semua acara sudah selesai, Risa juga sudah ikut bergabung duduk dengan kedua orang tuanya dan kedua mertuanya.
"Kamu sangat lelah, Den ambilkan istrimu minum." Sambil mengelap keringat diwajah Risa Mama Rasti menyuruh Denis mengambil minum buat Risa.
Denis beranjak dari tempat duduknya untuk mengambilkan air putih buat Risa, Setelah mengambil air putih Denis kembali ke tempat duduknya dan menyodorkan air putih yang ada didalam gelas pada sang mama.
"Ini ma." Denis menyodorkan gelas pada sang mama, Mama Rasti menerima gelas tersebut lalu menyuruh Risa meminumnya.
"Allahamdulillah acar 7 bulanan sudah selesai, Mudah-mudahan ibu dan jabang bayi yang ada di dalam kandungan diberikan Kesehatan dan kelancaran dalam proses melahirkan." Mama Rasti mewakili semuanya untuk berdoa.
"Aamiin...." Dengan serampak semuanya mengaminin doa Mama Rasti.
Setelah semuanya acara selesai sebelum pulang Papa Andi menemui Risa terlebih dahulu.
"Menantu papa, Katakan pada papa kamu mau hadiah apa?" Tanya Papa Andi dengan lembut pada Risa.
"Papa hadirnya papa dan doa dari papa sudah cukup buat Risa." Dengan lembut Risa menjawab pertanyaan sang papa mertua.
Andi memeluk Risa dengan penuh kasih sayang, Risa juga membalas pelukan dari sang papa mertua, Dalam hatinya Risa sangat beruntung mendapatkan mertua yang baik dan sangat menyayangi dirinya.
Mama Rasti, Mama Dina dan Papa Risa, Mereka saling melempar senyum bahagia.
"Pak Andi, Kita berikan kadonya nanti saja setalah Risa melahirkan." Kata Papa Risa dengan begitu santun.
"Benar pa." Sambung Mama Rasti.
"Iya bener kata papa, Tunggu Risa melahirkan saja pa." Jawab Risa dengan senyum bahagianya.
"Baiklah nak." Jawab Papa Andi dengan penuh kasih sayang.
Papa Andi, Mama Rasti, Mama Dina dan Papa Risa, Mereka berpamitan pulang pada semuanya, Risa dan Denis juga mengatar kedua orang tua mereka ke depan rumahnya.
Setelah mobil orang tau mereka sudah pergi meninggalkan halaman rumah Denis dan Risa, Denis dan Risa kembali masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
Panji, Alan, Alya dan Ayumi, Mereka sedang sibuk makan karena kelaparan gara-gara kecapean, Denis dan Risa saling melempar senyum dan berjalan menghampiri mereka yang sedang makan disebuah meja bundar yang dipenuhi dengan makanan.
"Terimakasih ya buat hari ini, Kalian semua sudah membantuku." Risa mengucapkan terimakasih pada Alan, Ayumi, Alya dan Panji.
"Sama-sama, Kita senang bisa membantu kamu Ris." Jawab Ayumi mewakili semuanya karena yang lainnya sedang sibuk dengan makanannya.
Risa dan Denis juga ikut makan bersama mereka, Denis tiba-tiba berdehem mengagetkan semuanya.
"Ehem...ehem..." Denis berdehem.
"Ada apa?" Tanya Alan penasaran.
"Hanya mau mengingatkan kemarin katanya ada yang mau kadoin mobil buat acara tujuh bulanan Risa." Sindir Denis sambil melihat Panji yang sedang makan.
Panji sadar Denis menyindir dirinya, Panji mendongakkan kepalanya lalu tersenyum pada Denis.
"Hayo tuh Panji, Mana mobilnya?" Ledek Ayumi dengan tawanya.
"Iya Pan mana mobilnya, Jangan bilang masih di deller mobil." Sambung Alan dengan tatapan penuh tanya.
Panji hanya terdiam dan merasa dirinya benar-benar dipojokkan oleh Denis dan yang lainnya.
"Sayang mana mobilnya?" Tanya Alan yang membuat Panji tersenyum manis.
"Aish dia malah senyam-senyum sendiri." Gerutu Denis dengan kesal.
"Kalian semua tenang saja aku sudah menyiapkan mobilnya, Dan mari kita lihat dihalaman rumah Kak Denis, Mobil ini aku siapkan buat calon ponakanku bukan buat orang tuanya." Panjang lebar Panji menjelaskan yang ditatap tajam oleh semuanya.
"Mereka semua sudah seperti singa yang ingin menerkam mangsanya." Batin Panji dalam hatinya.
"Sudah-sudah ayo kita lihat saja mobilnya, Aku yakin pasti anak Kak Denis akan sangat menyukainya." Jawab Panji yang lagi-lagi ditatap kesal oleh semuanya.
Akhirnya Panji mengajak semuanya kesamping halaman Risa untuk menunjukan hadiah mobil darinya buat calon ponakannya.
Sesampainya dihalaman rumah Denis benar Panji memberikan kado mobil tapi mobilnya adalah mobil...?
"Panji....." Teriak semuanya dengan serempak.
Mobil apasih yang sebenarnya diberikan oleh Panji buat calon ponakannya?
__ADS_1
BERSAMBUNG π
Terimakasih para pembaca setia π