
Matahari sudah menyusup ke jendela kamar Risa, Denis dan Risa yang masih terbalut dengan selimut pelan-pelan membuka matanya.
"Jam berapa sekarang?" Tanya Risa sambil menguap karena masih mengantuk, Denis yang masih memejamkan matanya merasa terusik karena suara sang istri.
Denis bergulat tanpa memperdulikan pertanyaan dari Risa.
"Bangun kamu tidak ke kantor?" Tanya Risa sambil menggoyangkan tubuh Denis.
"Aku masih ngantuk sayang, Kamu membuatku kuwalahan semalam, Kamu tidak tahu berapa lama aku dikamar mandi semalam," keluh Denis yang masih memejamkan matanya.
Iya Risa semalam membuat Denis berkerja keras sendirian di dalam kamar mandi, Ntah berapa lama Denis dikamar mandi karena Denis keluar dari kamar mandi, Risa sudah tidur dengan begitu pulas.
"Bangunlah, Aku akan memberikan ciuman pagi untukmu singa jantanku!" kata Risa dengan begitu manja, Membuat Denis dengan cepat membuka matanya.
Denis langsung bangun, Kini posisinya sudah duduk sambil melihat wajah cantik Risa yang baru bangun tidur.
"Kamu cantik sekali istriku, Apalagi kalau kamu sedang menggodaku, Kamu jadi semakin cantik," batin Denis, yang langsung menarik Risa kedalam pelukannya.
Risa mengambil jepit rambutnya lalu mengikat rambutnya keatas dengan sedikit berantakan, Namun Denis malah membuka ikatan rambut Risa, Membuat rambut Risa terurai dan terlihat lebih cantik.
"Kok dilepas?" Tanya Risa yang sudah berada dipelukan Denis.
"Aku masih ingin tidur sambil memelukmu, Pokoknya hari ini kamu tidak boleh keluar dari kamar!" jawab Denis begitu manja.
"Tapi...?" Kata-kata Risa terpotong, Karena Denis sudah mendaratkan bibirnya dibibir munggil Risa, Membuat Risa hanya diam menikmati ciuman sang suami dipagi hari.
Setelah puas mencium bibir sang istri, Denis mengambil ponselnya yang ada diatas nakas dekat tempat tidurnya, Denis menelpon kerumahnya.
Mendengar telpon rumah berbunyi, Mama Rasti yang sedang duduk mengangkat telpon tersebut.
"Hallo," sapa Mama Rasti.
"Mama," panggil Denis.
"Denis, Kamu dimana? Kok nelpon kerumah?" Tanya Mama Rasti bingung.
"Masih dikamar Ma, Males bangun. Nanti bilang Alya ke kampus minta dianterin supir ya Ma!" jawab Denis.
"Dasar kamu ini, Seperti pengantin baru saja," omel Mama Rasti.
"Dulu saja tidak mau menikah sama Risa, Giliran udah nikah saja maunya dikamar terus," batin Mama Rasti.
"Iya, Nanti Alya berangkat sama mama, Sekalian mama mau pergi ke acara arisan," jawab Mama Rasti.
Denis langsung menutup ponselnya, Alya yang baru keluar dari kamarnya langsung menghampiri Mama Rasti.
"Mami, Kak Denis dan Kak Risa mana?" Tanya Alya yang tidak melihat Denis dan Risa.
"Mereka sedang main pengantin-pengantinan baru nak, Ayo Alya berangkat sama mami!" jawab Mama Rasti, Yang langsung mengajak Alya berangkat dengannya.
"Kamu tidak sarapan dulu nak?" Tanya Mama Rasti pada Alya.
"Dikampus saja nanti Mi," jawab Alya.
__ADS_1
Alya dan Mama Rasti langsung pergi meninggalkan rumah, Mama Rasti berangkat ke arisan sedangkan Alya berangkat ke kampus.
Dikamar Denis dan Risa.
Pagi ini Denis benar-benar tidak melepaskan Risa dari pelukannya, Ntah pagi ini Denis sedang kenapa? Namun Denis sangat manja sekali.
"Kamu bisa membuatku sesak nafas," keluh Risa dengan lirih.
"Tidak usah kawatir, Nanti aku kasih nafas buatan." jawab Denis yang terus memeluk tubuh Risa.
"Sayang sebentar lagi kamu lulus kuliah, Kamu mau minta kado apa dariku?" Tanya Denis sambil memainkan rambut Risa.
"Aku tidak minta apa-apa, Sayang aku cuma pingin anak kembar. Nanti kalau anak pertama kita tidak kembar, Kita progam bayi kembar ya," usul Risa sambil memainkan pipi sang suami dengan tangannya.
"Bayangkan saja jika kita punya banyak anak, Nanti aku kapan bisa dimanjain sama kamu? Nanti kamu sibuk ngurusin anak-anak," protes Denis, Yang membuat Risa terkekeh.
"Dasar kamu ini, Kita yang harus memanjakan anak-anak kita nanti." jawab Risa dengan senyum jailnya, Membuat Denis merasa sangat gemas sekali padanya.
Jam menunjukkan pukul 8 pagi, Tiba-tiba ponsel Denis berbunyi dan ternyata itu telpon dari Alan.
"Hallo Al," sapa Denis.
"Kok belum datang ke kantor? Hari ini ada metting," Tanya Alan.
"Aku lagi main pengantin-pengantinan baru dengan istriku, Kamu urus saja metting hari ini!" jawab Denis, Yang langsung mematikan saluran teleponnya.
Alan hanya geleng-geleng kepala.
"Dasar Denis kalau sudah disamping Risa ya gitu jadi gila," batin Alan.
"Ayumi cepatlah lulus, Aku sudah tidak tahan ingin menikahimu," batin Alan.
Alan mengurus semua pekerjaan hari ini sedangkan Denis asik di dalam kamar berduaan dengan sang istri, Ntah apa yang akan dilakukan dengan Risa seharian dikamar saja. Tapi Denis itu banyak ide jail jadi pasti akan banyak hal dilakukan oleh dirinya pada sang istri tercintanya.
Dikampus
Ayumi dan Alya sedang makan dikantin, Kini mereka sedang asik mengobrol dan menikmati makanan pesanan mereka.
"Alya kamu sudah memesan mie ayam tapi kamu juga memesan soto," cetus Ayumi. Alya hanya tersenyum pada Ayumi dengan wajah yang begitu imut.
"Aku belum sarapan kak tadi," jawab Alya.
Panji yang baru datang langsung duduk disamping Alya, Lalu mengambil mangkok yang berisi soto dihadapan Alya.
"Ayumi, Kamu tahu sebenarnya Alya memesankan satu mangkok mie ayam untukku tapi dia malu mengakuinya," kata Panji, Yang membuat Alya langsung membulatkan matanya.
"Apasih, Kamu datang-datang membuat pengakuan seenaknya sendiri saja." omel Alya, Yang membuat Panji hanya tersenyum.
"Diamlah, Aku lapar atau aku akan memakanmu!" Panji kembali mengomeli Alya, Alya terus menatap Panji dengan tatapan kesal, Lalu Ayumi hanya senyam-senyum melihat tingkah lucu Panji dan Alya.
"Dasar kalian sudah seperti Tom dan Jerry saja," batin Ayumi.
Ayumi tiba-tiba mengingat dulu waktu pertama kali dekat dengan Alan, Mereka juga seperti Tom dan Jerry.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan makannya, Mereka bertiga langsung pergi menuju ke perpustakaan.
Diperpustakaan, Ayumi tidak sengaja berpapasan dengan Levin. Levin langsung memanggil Ayumi.
"Ayumi, Aku mau bicara sebentar dengamu." Panggil Levin, Yang membuat Ayumi menghentikan langkah kakinya.
Panji dan Alya juga ikut menghentikan langkah kakinya, Lalu Alya bertanya pada Panji.
"Itu siapanya kak Ayumi? Tampan sekali," tanya Alya sambil memuji Levin.
"Mantan gebetan, Jangan memuji laki-laki lain dihadapan calon suamimu!" jawab Panji, Yang langsung mengomeli Alya karena memuji Levin.
Alya tidak tahu saja sebrengek apa sih Levin itu? Mungkin jika Alya tahu Alya pasti tidak akan pernah memuji Levin.
"Alya, Panji, Kalian duluan saja!" pinta Ayumi.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Panji.
Ayumi menganggukan kepalanya, Lalu Panji dan Alya langsung masuk kedalam perpustakaan sedangkan Ayumi dan Levin sedang bicara.
"Yum, Pacaranlah denganku! Aku janji akan berubah," kata Levin yang membuat Ayumi tidak percaya.
"Apa? Maaf Aku sudah punya Alan." jawab Ayumi dengan tegas.
Levin terus membujuk Ayumi agar mau pacaran dengannya, Namun dengan kekeh Ayumi juga menolaknya.
Sedang berusaha menyakinkan Ayumi agar mau kembali dengannya, Ehh tiba-tiba ada seorang gadis datang menghampirinya.
"Sayang kamu disini, Aku mencarimu kemana-mana tahu," kata gadis itu tiba-tiba membuat Levin terkejut.
"Sial untuk apa Sisil kesini?" Batin Levin.
Ayumi hanya tersenyum, Lalu berkata pada Levin.
"Kamu urus wanitamu dulu, Dan jangan mengusikku lagi!" tegas Ayumi pada Levin.
Levin hanya terdiam, Panji dan Alya yang ternyata dari tadi melihat Levin dan Ayumi kini mereka sama-sama tertawa.
"Makanya jangan memuji laki-laki tampan sembarangan, Biarpun dia tampan tapi hatinya bercabang." kata Panji pada Alya membuat Alya menyesal sudah memuji Levin.
"Jangan-jangan hati kamu juga bercabang," jawab Alya dengan sorot matanya yang indah, Membuat Panji langsung menelan silvannya dengan kasar.
Kini mata mereka saling menatap, Kali ini tatapan Panji membuat Alya benar-benar deh deggan.
"Aduh tatapannya," batin Alya yang terus melihat sorot mata Panji.
Panji terus menatap wajah cantik Alya, Tanpa Sadar Panji mendekatkan wajahnya pada wajah Alya. Membuat Alya langsung memejamkan matanya.
"Apa yang mau Panji lakukan?" batin Alya.
Kini wajah mereka semakin dekat.
Hayo apa yang akan terjadi pada Panji dan Alya?
__ADS_1
Bersambung π
Terimakasih para pembaca setia π