Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 108


__ADS_3

Mendapati sang istri yang melepaskan kecupan, tentu saja membuat Liam kehilangan kenikmatan. Tentu saja dia merasa begitu kecewa.


“Kalau bukan hantu, maka sentuhlah aku.” Liam mendaratkan bibirnya ke leher sang istri. Menggodanya balik.


“Sayang.” Loveta tertawa sambil memanggil sang suami. Dia tak kuasa. Merasakan geli di lehernya. Bulu-bulu halus yang menggelitik di kulit lehernya, membuat Loveta tak kuasa.


Sayangnya, Liam tak melepaskan istrinya itu. Terus mencium leher sang istri.


“Sayang.” Loveta terus berusaha. Sayangnya, tidak kunjung dilepaskan oleh Liam.


Loveta benar-benar bingung bagaimana caranya lepas dari sang suami. Karena sang suami tidak akan melepaskan begitu saja.


“Sayang, lapar.” Loveta memberikan alasan tersebut.


Mendapati alasan itu seketika Liam langsung menghentikan aksinya. Liam jelas tidak mau sampai istrinya kelaparan.


Loveta bernapas lega karena sang suami menghentikan aksinya. Tidak menyangka jika alasannya tepat sekali. Karena langsung sang suami melepaskannya.


“Ayo makan.” Liam langsung berbalik untuk mengambil pancake yang dibuatnya tadi.


Loveta langsung mengintip apa yang dibuat sang suami. Ternyata sang suami membuat pancake. Warnanya yang coklat cantik begitu menggoda.

__ADS_1


Liam segera memindah pancake ke piring. Kemudian menuangkan sirop maple. Kemudian menyajikannya di atas meja.


Loveta yang sedari tadi mengikuti suaminya langsung duduk ketika makanan siap tersaji. Dia tak sabar memakan makanan tersebut.


Aroma manis memang begitu menggoda sekali. Hingga buru-buru dia memotong pancake dengan pisau dan menusuknya dengan garpu.


Loveta memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Rasa manis pancake bercampur dengan manis sirop maple. Membuat Loveta tidak bisa berkata apa-apa. Rasanya benar-benar pas di lidahnya.


“Enak sekali.” Kemarin Loveta ingin sekali makan buatan Liam, dan selama dua hari ini, dia dimanjakan dengan masakan Liam. Padahal baru masakan sederhana saja.


Liam senang ketika Loveta begitu suka masakannya. Paling tidak Liam tidak sia-sia memasak untuk Loveta.


Loveta kembali memasukkan pancake yang dilapisi sirop maple. Sayangnya, baru mengangkat pancake itu. Tiba-tiba sirop maple yang berada di pancake meluber tumpah. Tumpahan itu berada tepat di dadanya. Lebih parahnya lagi, telat di belahan dadanya.


“Tunggu.” Liam menghentikan aksi sang istri yang ingin mengusap sirop maple yang ada di dadanya dengan mencekal tangan Loveta.


“Kenapa?” Loveta menatap Liam bingung.


“Biar aku yang bersihkan.” Liam menjelaskan apa yang membuatnya menghentikan aksinya.


“Baiklah.” Loveta mengangguk.

__ADS_1


Liam langsung mendaratkan bibirnya tepat di belahan dada Loveta. Membersihkan sirop maple yang menempel di sana.


Loveta membulatkan matanya. Dia pikir Liam akan membersihkan noda dengan tisu. Ternyata justru dengan mulutnya.


Loveta hanya bisa pasrah ketika Liam membersihkan sirop dengan mulutnya. Yang ada dia justru menikmatinya.


Saat merasa noda sirop sudah hilang, Liam menjauhkan tubuhnya. Wajahnya dihiasi senyuman manis penuh kemenangan. Puas sekali dengan apa yang dilakukannya baru saja.


“Apa itu model pembersihan sekarang?” Loveta menyindir.


“Iya itu mode pembersihan model sekarang. Dijamin bersih tak tersisa.” Liam masih mengulas senyuman di wajahnya. Memang menyenangkan jika menggoda sang istri.


“Benarkah?” tanya Loveta memastikan.


“Tentu saja. Jika kamu belum percaya aku buktikan lagi.” Liam langsung mengambil pancake lagi. Meneteskan sirop maple tepat di dada sang istri.


Loveta dibuat tercengang dengan aksi sang suami itu. Suaminya kembali menuang sirop di dadanya.


“Mau bukti bukan?” tanya Liam menyeringai. Dengan gerakan cepat Liam kembali mendaratkan bibirnya di dada sang istri. Membersihkan sirop maple yang menempel di dada. Sirop yang mengalir turun ke bawah itu membuatnya membersihkan sampai bawah.


Loveta semakin menikmati apa yang dilakukan Liam. Terbuai dengan sensasi yang diberikan.

__ADS_1


Tinggal di rumah hanya berdua memang membuat mereka lebih leluasa. Apalagi melakukan hal-hal menakjubkan yang memberikan kenikmatan


 


__ADS_2