
Akhirnya pesta pernikahan selesai juga. Loveta dan Liam segera menuju ke kamar pengantin yang sudah disiapkan untuk mereka berdua.
Mereka cukup lelah sekali mengingat melayani ucapan selamat dari para tamu membuat mereka kelelahan.
“Aku lelah sekali.” Loveta menguap saat menunggu lift naik ke lantai di mana kamarnya berada.
Melihat Loveta membuat Liam merasa lucu sekali. Ternyata Loveta seperti anak kecil yang kelelahan.
Mereka sampai di depan kamar. Liam segera membuka pintu kamarnya. Loveta sudah sangat kelelahan sekali.
Saat pintu terbuka, Liam segera mempersilakan Loveta masuk. Tanpa menunggu lama Loveta langsung masuk begitu saja. Liam segera menyalakan lampu kamar.
Loveta yang sudah lelah segera ke tempat tidur. Menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur. Dia tidak peduli sekali dengan bunga-bunga yang berada di tempat tidur. Rasa lelahnya lebih besar dibanding rasa penasarannya.
“Kamu lelah?” tanya Liam memastikan.
“Iya, Kak. Aku lelah sekali. Berdiri di pelaminan membuat aku kelelahan.” Loveta menjawab sambil memejamkan matanya.
Liam tidak tega sekali melihat sang istri kelelahan. Dia pun membuka sepatu yang dipakai Loveta. Sang istri benar-benar tampak kelelahan sekali. Sampai-sampai tidak melepaskan sepatunya.
__ADS_1
Baru saja ditinggal membuka sepatu, tiba-tiba dengkuran halus sudah terdengar. Liam mengalihkan pandangan pada sang istri.
“Dia tidur.” Liam menggeleng heran ketika melihat Loveta tidur. Sepertinya bayang-bayang malam pertama akan sangat jauh ketika sang istri sudah tertidur.
Liam memilih membetulkan posisi tidur Loveta. Melihat sang istri yang tidur membuat Liam tidak tega membangunkannya. Tapi, sang istri masih memakai gaun pesta dan juga masih memakai riasan.
Seketika Liam memilik ide. Dia akan. Dia berpikir untuk membersihkan wajah sang istri saja. Biasanya wanita selalu membersihkan wajah karena takut berjerawat. Jadi Liam ingin melakukannya.
Liam segera mencari koper milik Loveta yang memang sudah diminta untuk ditaruh di kamar. Dia yakin ada peralatan make up milik sang istri. Setelah mendapatkannya, Liam segera menghampiri sang istri.
Liam membaca satu per satu make up miliki Loveta. Dia mencari tulisan cara pakai.
Dengan segera Liam menuangkan pembersih muka itu di wajah Loveta. Kemudian mengusapnya dengan perlahan.
Loveta benar-benar seperti orang pingsan. Saat Liam membersihkan wajahnya, dia tidak sama sekali bangun. Sangat pulas sekali.
Liam dengan telaten mengusap wajah Loveta dengan kapas. Kotoran di wajah Loveta seketika terangkat.
“Setelah ini apa?” tanya Liam pada dirinya sendiri. Dia berpikir apa yang akan dipilihnya.
__ADS_1
Liam membaca-baca lagi. Hingga akhirnya menemukan jika setelah pembersih adalah penyegar. Jadi dengan segera Liam menuang penyegar ke kapas. Kemudian mengusapkan ke wajah Loveta.
Kini wajah Loveta sudah bersih. Jadi Liam tenang karena istrinya tidak akan ada masalah kulit.
Kini giliran Liam membuka baju Loveta. Tidak mungkin Loveta tidur dengan gaun pengantin. Yang ada nanti dia akan kesusahan bernapas.
Dengan perlahan, Liam menurunkan ritsleting gaun Loveta. Perlahan Liam menurunkan gaun tersebut.
Liam menelan salivanya ketika dibalik gaun Loveta hanya memakai pakaian dalam saja. Karena tak nyaman melihat sang istri seperti itu, Liam segera menarik selimut menutupi tubuh sang istri.
Paling tidak sang istri sudah tidak memakai gaun pengantin saat tidur.
Sebenarnya sah-sah saja Liam melihat atau bahkan menyentuhnya. Namun, dia tidak mau melakukan apa-apa di saat sang istri tidur.
Usai memastikan sang istri aman, Liam pun memilih untuk segera membersihkan tubuhnya. Dia juga cukup lelah karena tadi menyalami banyak tamu undangan. Setelah mandi, dia pastinya akan menyusul sang istri tidur.
__ADS_1