Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 94


__ADS_3

Mendapati ciuman dari sang suami, Loveta langsung melingkarkan tangannya di leher sang suami. Membalas ciuman itu. Loveta menarik tengkuk Liam untuk membuat ciuman semakin dalam.


Liam memagut bibir manis dan menggoda miliki sang istri. Tangannya terus membelai lembut punggung sang istri. Perlahan menurunkan ritsleting dress yang terletak di belakang. Membuat tangannya lebih leluasa menyentuh kulit mulus sang istri secara langsung.


Liam melepaskan tautan bibirnya. Beralih mendaratkan kecupan di leher sang istri. Kecupan itu turun ke bahu seraya mendorong dress yang dipakai sang istri turun.


Seketika dress yang dipakai sang istri jatuh ke lantai. Menyisakan pakaian dalamnya saja yang melekat di tubuh sang istri.  


Apa yang dilakukan Liam membuat Loveta merasakan tubuhnya meremang. Matanya terpejam merasakan bibir sang suami yang terus menyusuri tubuhnya. Suara indah lolos dari bibir Loveta. Tak kuasa menahan sentuhan itu.


Mendengar suara indah keluar dari bibir sang istri membuat Liam kembali mendaratkan bibirnya di bibir sang istri. Menyesap bibir manis itu yang baru saja membuatnya semakin bergairah.


Sambil terus menikmati bibir manis itu, Liam mendorong tubuh sang istri perlahan ke tepat tidur. Liam melepaskan tautan bibirnya untuk beralih pada pakaiannya. Sambil membuka bajunya, dia melihat tubuh sang istri. Pemandang indah itu adalah pemandangan pertama yang dilihatnya .


Loveta malu ketika Liam memandanginya. Dia berusaha menutupi tubuhnya dengan tangannya. Meskipun tidak dapat tertutup semua anggota tubuh yang terlihat.

__ADS_1


“Kenapa ditutup?” Liam yang selesai melepaskan apa yang melekat di tubuhnya, segera menyingkirkan tangan sang istri yang berusaha menutup tubuhnya.


Loveta tidak menjawab. Hanya tersenyum saja. Jelas dia malu, tapi suaminya tidak peka sekali.


Liam kembali mendaratkan bibirnya. Tangannya bergerak melepaskan apa yang masih tersisa di tubuh sang istri dan di tubuhnya sendiri. Membuang sembarangan sisa pakaian tersebut.


Liam tak henti mendarat kecupan di tubuh sang istri. Tangannya pun tak tinggal diam. Menyentuh bagian tubuh sang istri yang kelak akan menjadi tempat favoritnya.


Suara indah yang lolos dari bibir Loveta membuat gairah Liam semakin menggebu. Tak sabar untuk menuntaskan kewajibannya memberikan nafkah batin pada sang istri.


Saat benda asing masuk ke liang senggama miliknya, Loveta hanya mencengkeram erat tubuh sang suami. Tanpa disadari cengkeraman itu akan meninggalkan luka di punggung Liam.


Liam memberikan ruang pada sang istri sebelum melanjutkan kembali. Saat melihat sang istri lebih rileks, dia mulai membuat irama tubuhnya.


Cairan merah yang mengalir menandakan jika kesucian yang selama ini dijaga Loveta akhirnya didapatkan oleh sang suami. Tak sia-sia selama ini akhirnya dia menjaganya.

__ADS_1


Keduanya mulai menikmati penyatuan itu ketika perlahan rasa sakit yang dirasakan Loveta berkurang. Suara indah yang saling bertautan ketika irama tubuh diciptakan membuat keduanya menemukan titik kenikmatan yang dicari.


Keduanya larut dalam pencarian kenikmatan yang akan menjadi candu. Berharap kelak ada nyawa yang lahir di rahim Loveta setelah penyatuan itu.


“Terima kasih sudah menjaga dan menyerahkannya padaku.” Liam mendaratkan kecupan setelah penyatuan mereka mencapai puncak kenikmatan. Tidak menyangka akhirnya Liamlah yang mendapatkan kesucian milik sang istri.


Loveta hanya mengangguk dan memberikan senyumannya. Rasa lelah yang menghampiri membuatnya tak kuasa untuk sekadar menjawab.


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2