Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 92


__ADS_3

“Maksud aku bukan begitu.” Loveta jadi salah tingkah ketika mendengar pertanyaan Liam. Dia bertanya hanya untuk memastikan. Bukan untuk berharap apa yang dilakukan Liam.


Liam melihat jelas wajah panik Loveta. Baginya itu sangat menggemaskan.


“Aku tidak akan melakukan hal itu ketika kamu tidur. Lagi pula mana enak aku bekerja sendiri?” Liam tersenyum.


Loveta tersenyum malu. Dia juga berharap Liam tidak melakukannya saat tidur. Karena dia pun juga ingin merasakannya.


“Aku ingin merasakannya berdua. Bukan sendiri. Lagi pula kepuasan milik berdua ‘kan?” Liam juga ingin melihat bagaimana sang istri mencari kepuasan. Bukan hanya dirinya saja.


Loveta hanya tersipu malu ketika Liam membahas hal itu. Dia masih takut membayangkan apa yang akan terjadi nanti.


Melihat Loveta yang tersipu malu seperti itu membuat Liam gemas sekali. Hingga akhirnya dia mendaratkan bibirnya di bibir sang istri.


Gerakan Liam yang mendadak itu membuat Loveta terkejut. Gerakkan Liam sangat cepat hingga membuatnya tak siap.


Ciuman lembut yang diberikan Liam pun tak ditanggapi oleh Loveta karena keterkejutannya. Namun, sesaat kemudian dia membalas ciuman itu.


Keduanya larut dalam tautan bibir itu. Saling memagut dan menikmati setiap sesapan. 


Tangan Liam yang berada di pinggang Loveta pun berangsur naik. Membelai lembut punggung mulus istrinya itu. Sayangnya, Liam langsung melepaskan tautan bibir itu.


“Sepertinya kita harus lanjutkan nanti.” Liam sadar jika ciuman ini pastinya akan menuntutnya lebih. Namun, dia tidak bisa melakukan hal itu sekarang. “Cepatlah bersiap. Kita akan pergi.” Liam mengusap bibir basah sang istri.

__ADS_1


“Kita mau ke mana?” tanya Loveta.


“Bulan madu.” Liam mengedipkan matanya.


“Kita akan pergi ke mana?” tanya Loveta.


“Kejutan.” Liam tersenyum.


Loveta penasaran ke mana Liam akan membawanya berbulan madu.


 


...****************...


 


“Kita tidak punya persiapan untuk bulan madu. Jadi kita bulan madu di dalam negeri.” Liam tersenyum.


Loveta tidak masalah. Sejak awal direncanakan pernikahan, tidak ada pembahasan bulan madu. Dulu Loveta tidak pernah membahas bulan madu bersama Leo.


Sekarang saat pernikahan yang dilaksanakan dalam dua minggu dengan Liam pun, tak ada pembahasan bulan madu. Karena mereka sibuk mempersiapkan pernikahan.


“Tidak apa-apa. Yang penting aku bisa bersama Kak Liam.” Loveta tersenyum.

__ADS_1


Pulau dewata mungkin biasa saja bagi Loveta. Karena seringnya pergi ke sana. Namun, kali ini akan berbeda ketika bersama dengan Liam.


Liam senang ketika Loveta menerima tempat yang dipilihnya.


Mereka naik pesawat menuju ke pulau dewata. Perjalanan akan ditempuh dalam satu jam perjalanan.


Sepanjang perjalanan, Liam menggenggam tangan Loveta. Sesekali mendaratkan kecupan di punggung tangan sang istri.


“Sebenarnya aku ingin mengajakmu bulan madu ke Italia, hanya saja kita tidak bisa pergi mendadak. Karena kamu harus mengurus visa. Jadi mungkin aku akan mengurusnya setelah ini. Mengajak bulan madu lagi.” Liam tersenyum menatap Liam.


“Benarkah Kak Liam akan mengajakku ke Italia?” tanya Loveta memastikan.


“Iya, akan aku tunjukan Italia padamu nanti.” Liam tentu saja ingin menunjukan kampung halamannya. Lagi pula dia juga harus ke Italia mengurus bisnisnya.  


Loveta tak sabar untuk bulan madu kedua dengan Liam nanti. Pastinya akan sangat seru sekali.


“Apa kamu tahu, ini pertama kali aku ke Bali.” Liam berbisik pada sang istri sedikit malu.


Loveta tersenyum. “Aku akan tunjukan keindahan negeri ini pada Kak Liam.” Loveta begitu bersemangat sekali. Dia tahu jika suaminya sewaktu kecil tidak pernah jalan-jalan di dalam negeri. Sebagai anak panti asuhan, itu sesuatu yang sulit.  Sekali Liam pergi, dia langsung ke luar negeri, sampai sedewasa sekarang.


 


 

__ADS_1


__ADS_2