Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 75


__ADS_3

Seminggu sudah Josep meninggal. Leo dan mamanya memutuskan untuk pindah keluar kota. Mereka ingin memulai hidup baru di sana. Menggunakan sisa-sisa peninggalan Josep untuk usaha.


Leo sedang merapikan barang-barangnya. Memasukkan ke dalam koper.


Saat sedang merapikan pakaiannya ke dalam koper, Leo mendapati pesan di ponsepnya.


^^^Loveta:^^^


^^^Kita bertemu di tempat biasa. ^^^


Leo berbinar ketika mendapati pesan itu. Karena akhirnya pesannya dibalas oleh Loveta. Memang dia ingin bertemu sekali saja dengan Loveta.


Mendapati pesan itu, Leo segera menyelesaikan mengemasi pakaiannya. Kemudian menemui Loveta di restoran yang sekarang menjadi milik Liam.


“Ma, aku pergi sebentar.” Leo berpamitan dengan sang mama.


“Iya.” Bella mengangguk. Dia sibuk memasukkan pakaian ke koper. Sejak Leo memutuskan untuk mengajaknya pindah, dia langsung setuju. Bella merasa ingin membuka lembaran baru. Jika di tempat yang sekarang, Bella takut tersiksa. Apalagi melihat restoran yang kini bukan miliknya.

__ADS_1


Leo segera pergi. Melajukan mobilnya menuju ke restoran.


Di depan restoran, Leo masih diam di dalam mobil. Memandangi restoran yang kini bukan miliknya lagi.


Menerima keadaan memang sulit. Namun, Leo sadar jika harus berdamai dengan keadaan. Agar hidupnya bisa berjalan dengan baik.


Leo segera keluar dari mobilnya. Masuk ke restoran. Para pegawai masih memberikan hormat pada Leo. Padahal dia sudah bukan pemilik restoran. Harusnya mereka tahu akan hal itu.


Leo menunggu Loveta di sudut restoran. Meja yang selalu disukai oleh Loveta.


“Maaf aku terlambat datang.” Loveta menarik kursi dan mendudukkan tubuhnya. Seraya menatap Leo yang duduk di depannya.


Loveta sedikit merasa canggung ketika melihat Leo. Namun, dia berusaha untuk tetap tenang.


“Terima kasih sudah mau datang ke sini.” Leo cukup senang karena Loveta mau datang menemuinya.


“Aku butuh waktu untuk menata hatiku. Sampai berani untuk bicara denganmu lagi.” Loveta memang seminggu ini berusaha berdamai dengan keadaan.  

__ADS_1


“Maafkan aku, karena sudah menyakitimu.” Leo sadar jika sudah berbuat buruk. Tentu saja itu pastinya membuat Loveta terluka.


“Lupakan saja.” Loveta memaksakan senyumnya.


“Aku ingin menjelaskan, tetapi aku rasa tidak perlu karena tidak akan mengubah keadaan.” Leo sendiri saja tidak tahu siapa gadis yang bersamanya. Jadi mau menjelaskan pun percuma.


Yang dikatakan Leo benar. Sekali pun dijelaskan, tidak akan mengubah apa pun. Jadi penjelasan Leo tidak diperlukan saat ini. Karena keputusannya tetap sama. Yaitu berpisah dengan Leo.


“Lolo, selain aku ingin meminta maaf, aku ingin berpamitan denganmu. Besok aku akan pindah ke luar kota.” Leo menjelaskan pada Loveta.


Loveta jelas terkejut dengan yang dilakukan oleh Leo. Tidak menyangka jika Leo akan pindah.


“Aku ingin memulai hidup baru. Semua yang terjadi sudah menjadi pelajaran berharga untukku. Jadi itu bisa menjadi bekal untukku.”


“Aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Aku hanya bisa berdoa jika keputusanmu akan mengantarkan kamu menjadi orang yang lebih baik di masa depan.” Loveta turut senang ketika Leo memikirkan masa depannya. Tidak berpikir tentang restoran lagi.


“Aku juga berharap jika kamu akan mendapatkan pria yang baik yang akan menjadi pendampingmu.” Leo tersenyum. “Bahagialah terus Lolo. Aku akan senang jika kamu bahagia,” tambah Leo.

__ADS_1


“Aku pasti akan bahagia. Jadi kamu pun juga harus bahagia.” Loveta tersenyum. Jika hubungannya kandas, tentu saja dia tetap ingin melihat Leo bahagia, meski bukan dengannya.


 


__ADS_2