Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 22


__ADS_3

Loveta dan Liam memilih untuk ke restoran milik keluarga smith. Liam tidak berani menolak karena takut Loveta curiga dengannya.


“Ini adalah restoran milik keluarga kekasihku, Kak.” Loveta dengan percaya dirinya menceritakan hal itu.


Seketika Liam terpaku. Walaupun sudah tahu jika Loveta menjalin hubungan dengan anak papanya, dengar dari Loveta sendiri cukup mengejutkan sekali.


Sejenak Loveta teringat jika dia belum menceritakan hal itu pada Liam. “Aku belum cerita jika aku punya kekasih ke Kak Liam.” Dia merasa tidak enak tidak bercerita tentang hal itu pada Liam.


“Wah ... jadi sejak tadi aku mengajak pergi kekasih orang lain. Sepertinya aku akan dalam masalah besar.” Liam tampak tenang sekali. Tidak menunjukkan kekecewaannya.


“Tenanglah dia sedang ke luar kota.” Loveta tertawa.


“Apa artinya kita seperti pasangan selingkuh ketika kekasihmu keluar kota?” Liam tertawa menggoda Loveta.


Loveta tertawa. Merasa lucu dengan diucapkan Liam. “Tentu saja tidak. Jika kita selingkuh, kita tidak akan berani ke restoran ini.” Loveta memang merasa biasa saja pergi dengan Liam. Tidak ada rasa takut barang sedikit pun.

__ADS_1


Liam hanya tersenyum. Walaupun merasakan sakit dalam hatinya, dia berusaha tegar.


Obrolan mereka harus terhenti ketika makanan datang. Mereka segera menikmati makanan mereka bersama.


“Apa dia tidak akan marah jika kamu bersamaku seperti ini?” tanya Liam kembali. Kali ini wajah Liam sedikit serius.


“Dia tidak pernah peduli aku pergi dengan siapa. Dia percaya jika aku tidak akan melakukan hal aneh.” Loveta tersenyum. Selama ini memang Leo tidak pernah sama sekali tidak pernah curiga, cemburu, atau marah ketika dia pergi dengan yang lain.


Liam mengangguk-anggukkan kepalanya. “Apa dia tidak merasa cemburu?” tanya Liam penasaran.


“Lalu denganku? Apa dia tidak akan cemburu?” Liam memastikan.


“Tentu saja tidak. Kak Liam adik mami, dan aku menganggap Kak Liam kakak, jadi untuk apa Leo cemburu.”


Ucapan Loveta itu sedikit mengiris hati Liam. Ternyata Loveta menganggapnya hanya kakak saja. Tidak lebih. Tentu saja Liam merasa tidak terima. Karena ada cinta di hati Liam.

__ADS_1


Sepertinya aku harus berusaha lebih.


Liam sadar posisinya kali ini cukup berat. Namun, dia tidak akan menyerah begitu saja. Dia yakin bisa mendapatkan Loveta.


“Berapa lama kalian menjalin hubungan?” Liam tentu saja memanfaatkan celah untuk tahu sejauh apa hubungan Loveta.


“Kami berteman dari kecil. Dia orang yang selalu ada untukku. Pendengar yang baik, meskipun bukan pemberi saran yang baik. Dia tidak banyak bicara, tetapi aku tahu dia menyayangi aku.  Kami menjalin hubungan setelah lulus sekolah menengah atas. Hubungan kami berjalan sudah lima tahun.” Loveta menceritakan pada Liam dengan senyuman di wajahnya ketika mengingat kisah balik hubungannya.


“Kalian jadian cukup lama.” Liam tampak antusias agar tidak membuat Loveta curiga.


“Iya, tidak terasa sudah lama sekali.” Terkadang Loveta lupa jika mereka menjalin hubungan cukup lama. Karena memang hubungan mereka berjalan begitu saja seperti air.


Liam akhirnya tahu jika Loveta cukup lama menjalin hubungan dengan Leo. Karena terbiasa mungkin Loveta menjadi nyaman. Waktu yang begitu lama dilalui Loveta tentu saja akan sulit untuk Loveta melepaskan Leo dengan mudah. Liam sadar tugasnya cukup berat.


“Kak Liam sendiri, apa punya kekasih?” tanya Loveta begitu penasaran dengan kehidupan percintaan Liam.

__ADS_1


__ADS_2