Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 67


__ADS_3

“Lolo, apa Leo bersamamu?” tanya Bella di sambungan telepon.


Loveta yang mendapati pertanyaan justru bingung. Pagi-pagi seperti ini bagaimana bisa Leo bersamanya.


“Tidak, Tante. Dia tidak bersamaku.” Loveta memang sedang berada di rumah. Jadi Leo tidak sedang bersamanya.


“Kemarin bukankah dia bertemu denganmu?” tanya Bella kembali.


“Iya, kemarin sore dia bertemu dengan saya di restoran.” Loveta membenarkan hal itu.


“Sejak kemarin itu, Leo tidak kembali ke rumah sakit. Aku pikir dia bersamamu.”


Loveta merasa aneh. Ke mana gerangan Liam sampai tidak ke rumah sakit.


“Lolo, bisakah kamu mencarinya.” Bella tidak bisa pergi mencari anaknya. Jadi dia memilih untuk mencari tahu pada Loveta.


“Baiklah, Tante, aku akan mencarinya.”


“Terima kasih, Lolo.”


Loveta segera mematikan sambungan telepon. Waktu menujukan jam empat pagi. Ini memang masih terlalu pagi untuk bangun. Namun, Loveta sudah berjanji untuk mencari Leo.


Dengan segera Loveta bersiap. Dia tahu harus ke mana mencari Leo.


Tepat jam lima, Loveta sudah siap. Dia segera keluar dari kamarnya dan menuju ke lantai bawah.

__ADS_1


“Cinta kamu mau ke mana pagi-pagi?” Saat di lantai bawah, Loveta sudah disambut dengan pertanyaan sang mami.


“Aku mau mencari Leo, Mi. Semalam dia tidak ke rumah sakit.” Loveta menjelaskan ke mana dia akan pergi.


“Baiklah, hati-hati. Ini masih terlalu pagi.”


“Baik, Mi.”


Loveta segera berpamitan. Menautkan pipi pada pipi sang mami.


Langit masih terlihat gelap walaupun waktu sudah menunjukkan jam lima. Namun, tidak mengurangi niat Loveta mencari Leo. Dengan mengendarai mobilnya, Loveta mencari Leo.


Tempat yang dituju Loveta adalah apartemen Leo. Dia tahu ke mana dia harus mencari pria itu. Biasanya, jika sedang ada masalah, Leo selalu ke apartemennya.


Setengah jam perjalanan akhirnya Loveta sampai juga di apartemen Leo. Karena sudah tahu kode apartemen, Loveta bisa masuk dengan mudah ke apartemen.


Saat masuk ke dalam apartemen, Loveta dikejutkan dengan baju yang berserakan di lantai. Namun, yang membuat terkejut adalah bukan hanya pakaian Leo yang ada di lantai, melainkan pakaian wanita juga yang berada di lantai.


Jantung Loveta berdegup kencang ketika melihat ada yang baru saja dilihatnya. Dia masih berharap apa yang ada di pikirannya itu salah.


Loveta mengayunkan langkahnya ke kamar. Pintu yang terbuka sedikit itu membuat Loveta dengan mudah membuka pintu.


“Astaga.” Loveta menutup mulutnya yang ternganga ketika melihat pemandangan di hadapannya. Air matanya seketika meluncur begitu saja ketika melihat Leo berada di satu ranjang dengan seorang wanita.


Yang lebih membuat Loveta terkejut adalah ketika melihat Leo tidak memakai pakaian. Dadanya terbuka dan tampak polos. Di samping Leo ada seorang wanita. Yang membuat Loveta lebih terpukul lagi ketika melihat  wanita itu tidak memakai baju juga. Bahunya yang terlihat polos menandakan jika wanita itu tidak memakai pakaian.

__ADS_1


Loveta tidak menyangka jika ternyata Leo bisa berkhianat seperti ini padanya. Hati Loveta benar-benar hancur ketika melihat kenyataan itu.


Tepat saat tangis Loveta pecah, suara ponsel yang berdering terdengar. Loveta segera melihat layar ponselnya. Ternyata mama Leolah yang menghubunginya.


Suara ponsel Loveta itu membuat Leo dan wanita yang berada di dalam pelukannya terbangun. Leo berusaha melihat ke sekitar. Kepalanya yang sedikit pusing membuatnya merasa jika sulit untuk membuka matanya.


Saat dapat membuka mata, dia melihat sosok Loveta berada di kamarnya.


“Lolo.” Leo memanggil Loveta. Dia berusaha untuk bangun. Namun, saat hendak bangun, Leo terhalang oleh tubuh seseorang yang sedang memeluknya. Leo membulatkan matanya ketika melihat pemandangan siapa yang bersamanya. Seorang wanita tanpa memakai pakaian.


Loveta masih memandangi Leo sambil mengangkat sambungan teleponnya.


“Lolo, apa kamu menemukan Leo?” tanya Bella di seberang sana.


“Leo ada di apartemen, Tante.” Loveta menjelaskan di mana keberadaan Leo.


“Syukurkulah kalau begitu.”


Loveta langsung mematikan sambungan telepon tersebut. Dia menatap tajam pada Leo.


“Lolo, aku bisa jelaskan.” Leo berusaha untuk menyingkirkan tangan yang memeluknya.


“Tidak ada yang perlu dijelaskan.” Loveta segera berbalik untuk pergi meninggalkan apartemen Leo.


“Lolo, dengarkan aku dulu.” Leo berteriak memanggil Loveta. Sayangnya Loveta memilih untuk pergi.

__ADS_1


__ADS_2