Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 69


__ADS_3

Setelah Loveta tenang, akhirnya Liam mengantarkan Loveta untuk pulang. Dia meminta Loveta meninggalkan mobilnya di apartemennya saja dan memakai mobilnya.


Sepanjang jalan Loveta terdiam. Tak bicara sepatah kata pun dia masih begitu terpukul sekali.


Mereka sampai di kediaman Fabrizio. Tampak Papi Dathan sedang akan berangkat bekerja, diantar oleh istrinya sampai ke pintu depan.


“Liam.” Mami Neta menatap sang suami. Merasa heran kenapa Liam datang pagi-pagi ke rumah mereka.


Loveta yang melihat kedua orang tuanya di depan rumah, segera keluar dari mobil. Mami Neta dan Papi Dathan terkejut karena melihat Loveta keluar dari mobil Liam. Seingat mereka, Loveta pergi membawa mobil saat pergi.


“Mami.” Loveta berlari ke arah sang mami. Dia langsung memeluk sang mami.


Mami Neta begitu terkejut sekali ketika melihat anaknya menangis dan memeluknya.


“Ada apa ini?” Papi Dathan tak kalah khawatir melihat sang anak. Apalagi sang anak menangis.


Loveta terus menangis di dalam pelukan sang mami.


“Cinta kenapa?” tanya Mami Neta seraya membelai lembut rambut sang mami.


Liam yang keluar dari mobil segera menghampiri Loveta yang sedang menangis.

__ADS_1


“Kenapa dengan Cinta, Liam?” Papi Dathan langsung melempar pertanyaan itu dengan ketus pada Liam. Dia merasa Liam yang bertanggung jawab membuat anaknya menangis.


“Cinta menangis karena—“


“Leo selingkuh, Pi.” Belum selesai Liam menjelaskan Loveta langsung memotong ucapan Liam. Dia melepaskan pelukannya pada sang mami dan  menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


Papi Dathan begitu terkejut sekali ketika mendengar ternyata Leo mengkhianati anaknya.


“Bagaimana ceritanya?” tanya Mami Neta memastikan.


“Tadi aku mencari Leo di apartemen, tetapi aku menemukan Leo bersama wanita di apartemen.” Loveta menceritakan apa yang terjadi.


Papi Dathan langsung geram. Jika yang bermasalah adalah orang tuanya, dia tidak masalah. Karena merasa anak-anak tidak bersalah atas apa yang dilakukan orang tuanya. Namun, jika kali ini Leo yang membuat kesalahan, tentu saja dia tidak akan memaafkan begitu saja.


Loveta kembali ke dalam pelukan Mami Neta. Dia tidak kuat menerima kenyataan ini.


“Tenanglah dulu. Kita harus menenangkan anak kita lebih dulu.” Mami Neta mencoba menangkan sang suami.


Papi Dathan berusaha untuk tetap tenang. Apalagi anaknya butuh dirinya.


“Ayo, bawa masuk. Biarkan dia lebih tenang.” Papi Dathan tidak tega melihat anaknya yang menangis.

__ADS_1


Mami Neta membawa sang anak untuk masuk. Liam yang juga ada di sana ikut masuk ke rumah.


Mami Neta membawa Loveta ke kamarnya, sedangkan Papi Dathan bersama Liam di ruang keluarga.


“Aku sebenarnya tidak masalah dengan Leo. Sekali pun nanti dia tidak punya apa pun, aku akan membantunya. Karena itu adalah kesalahan orang tuanya. Tapi, jika seperti ini, aku tidak bisa menerima.” Rahang Papi Dathan mengeras. Dia begitu tidak terima anaknya disakiti.  


“Pak Dathan coba tenang dulu. Kita bisa selesaikan dengan kepala dingin. Kita juga harus memikirkan Loveta. Dia sedang sangat terluka sekali. Kita pikiran jalan keluarnya saat Loveta lebih baik.” Liam mencoba memberikan pengertian. Lagi pula belum ada cerita dari Leo. Jadi mereka harus mendengar kedua belah pihak.


Papi Dathan berusaha untuk tetap tenang. Namun, tetap saja sulit. Dia masih merasa tidak terima dengan apa yang dilakukan Leo pada putrinya.


Beberapa saat Mami Neta keluar dari kamar. Bergabung dengan Liam dan suaminya.


“Dia tertidur.” Mami Neta menceritakan apa yang terjadi pada Loveta.


“Sepertinya dia kelelahan. Karena sudah sejak tadi dia menangis.” Liam sudah melihat Loveta menangis sejak tadi di apartemen. Jadi memang cukup lama sekali Loveta menangis.


Mami Neta merasa mungkin anaknya lebih baik tidur lebih dulu. Agar membuat berhenti menangis.


“Lalu apa yang harus kita?” Mami Neta menatap suaminya.


“Aku akan temui orang tuanya.” Papi Dathan tentu saja tidak terima ketika anaknya mendapatkan perlakuan seperti ini. Dia harus mengakhiri hubungan Loveta dan Leo segera.

__ADS_1


 


__ADS_2