
Akhirnya Liam dan Loveta resmi menjadi suami dan istri. Mereka begitu bahagia, karena tahapan hidup pertama membangun rumah tangga sudah dibuka. Tinggal mengarungi bahtera rumah tangga bersama.
Keluarga langsung memeluk Liam dan Loveta satu per satu. Memberikan ucapan selamat atas pernikahan mereka.
Papi Dathan memeluk erat putrinya. Kini tanggung jawabnya menjaga Loveta sudah diserahkan pada Liam.
“Papa berharap jika kamu akan bahagia selalu. Jadilah istri dan ibu yang baik.” Papi Dathan memeluk sang anak.
“Iya, Pi. Aku akan jadi istri yang baik.” Loveta tersenyum.
Papi Dathan beralih pada Liam. Memeluk pria yang kini menjadi menantunya.
“Aku titip Loveta padamu. Jika dia berbuat salah tolong dinasihati. Jika tidak bisa, katakan padaku. Agar aku yang memberitahu. Jangan kamu sekali-kalinya memperlakukan dia kasar.” Papi Dathan memberikan sedikit permintaan pada Liam.
“Tentu saja aku akan menjaganya, Pak. Anda sudah merawatnya sampai detik ini. Jadi tidak akan aku sia-siakan gadis kecil yang Anda besarkan.” Liam tersenyum.
Papi Dathan yakin jika Liam akan menjaga anaknya dengan baik.
Mami Neta memeluk Loveta. Gadis kecil yang pertama kali ditemuinya di toko IZIO. Gadis kecil yang akhirnya mengantarkannya menikah dengan Dathan Fabrizio.
“Mami bisa berdoa kamu selalu bahagia. Semoga diberikan anak-anak yang lucu.” Doa singkat yang Mami Neta berikan untuk Loveta.
“Terima kasih, Mi.”
“Jadilah istri yang baik. Jadilah ibu yang baik.” Mami Neta memberikan sedikit nasihat.
“Tentu saja, Mi.” Loveta mengangguk.
Mami Neta beralih pada Liam. Meraih tangan Loveta. “Titip Cinta. Dia terkadang manja, tapi sebenarnya selalu berpikir dewasa. Aku yakin dia akan jadi istri yang baik.” Mami Neta tersenyum pada menantunya itu.
__ADS_1
“Aku akan menjaganya, Kak.” Liam tahu jika orang tua Loveta begitu menyayanginya. Jadi wajar mereka khawatir.
“Kamu lupa, jika aku adalah mertuamu sekarang. Jadi kamu harus memanggil aku mami.” Mami Neta menggoda Liam.
Liam tersenyum. Seperti halnya memanggil Papa Adriel, dia sebenarnya merasa canggung mengubah panggilan. Namun, kini Mami Neta adalah mertuanya. Jadi dia harus menghargai.
“Iya, Mami Neta.” Akhirnya Liam tersenyum malu.
Mami Neta tertawa. Rasanya aneh sekali ketika dipanggil seperti itu.
Mama Arriel memeluk Loveta. Putri kecilnya kini sudah menikah. Rasanya bahagia sekali.
“Dulu aku bukan ibu yang baik, tetapi aku terus berusaha menjadi yang terbaik. Aku berharap kamu akan jadi ibu dan istri yang lebih baik dari mama.” Tangannya membelai lembut wajah Loveta.
“Iya, Ma.” Loveta mengangguk.
Bu Kania juga memberikan selamat pada Loveta dan Liam. Mendoakan yang terbaik untuk mereka berdua.
Nessia, Danish, Alca, dan Dima ikut memberikan selamat. Anak-anak remaja itu tampak semangat memberikan ucapan selamat.
Rangkaian acara pernikahan terus berlangsung. Semua menikmati pesta pernikahan Loveta dan Liam. Raut bahagia pengantin baru pun menghiasi wajah mereka. Menunjukkan seberapa bahagia mereka.
Tamu undangan juga satu per satu memberikan ucapan selamat. Kebanyakan tamu adalah tamu dari keluarga Fabrizio. Karena Liam sendiri tidak punya kenalan. Beberapa yang datang juga adalah tamu dari pihak Leo. Beberapa tamu sempat bingung karena saat datang bukan Leo yang bersanding dengan Loveta.
Seorang tamu datang menghampiri Loveta dan Liam.
“Selamat LoLo atas pernikahanmu.” Kean mengulurkan tangan pada Loveta.
“Selamat Lolo.” Lean ikut mengulurkan tangan.
__ADS_1
“Kean, Lean, terima kasih sudah datang.” Loveta tersenyum. Merasa senang ketika temannya datang.
“Tentu saja aku akan datang. Apalagi kamu yang menikah.” Kean tersenyum. Cucu dari pemilik Adion itu bersemangat saat menghadiri pernikahan Loveta. Karena orang tuanya sering bekerja sama dengan Dathan Fabrizio, jadi mereka sejak kecil sering bertemu, dan menjadi dekat.
“Aku janji akan membalasnya datang ke acara pernikahan kalian.” Loveta tersenyum.
“Tentu saja. Kami akan menunggu kamu datang ke pernikahan kami.” Kean menyeringai.
“Kami? Memangnya kita mau menikah bersama?” tanya Lean menyindir kembarannya itu.
“Mungkin saja.” Kean tersenyum. Kemudian dia beralih pada Liam. “Selamat atas pernikahan kalian.”
“Terima kasih.” Liam mengangguk.
Lean yang berada di belakang Kean ikut memberikan ucapan selamat.
Saat dua pria kembar itu pergi, Liam segera bertanya pada istrinya. “Mereka siapa?” tanya Liam.
“Mereka cucu keluarga Adion. Papi sering bekerja sama dengan keluarga mereka. Jadi aku kenal mereka sejak kecil.” Loveta mencoba menjelaskan.
Liam mengangguk-anggukan kepalanya. Mengerti yang dijelaskan istrinya. Dua pria itu tampak tampan sekali. Walaupun kembar, mereka memiliki penampilan berbeda. Satu dengan rambut gondrong dan satu dengan rambut cepak.
Loveta dan Liam terus menerima ucapan selamat dari tamu undangan. Jadi pengantin membuat mereka mendapatkan banyak doa dari para tamu undangan. Loveta dan Liam cukup kelelahan karena cukup banyak yang datang.
Semua tamu menikmati sajian yang disiapkan di pesta. Anak-anak panti yang hadir pun juga turut bahagia sekali. Pesta ini membuat mereka ikut merasakan kebahagiaan Liam dan Loveta.
Loveta dan Liam ikut bahagia karena kebahagiaan mereka, bukan hanya milik mereka sendiri.
__ADS_1