
Loveta keluar dari kamarnya. Saat keluar dia melihat sang papi yang berada di depan pintu kamar.
“Papi.” Loveta tersenyum menatap sang papi.
Papi Dathan menatap anaknya. Matanya langsung berkaca-kaca ketika melihat sang anak begitu cantik dengan gaun pernikahannya. Tidak menyangka jika kini Loveta sangat cantik sekali.
“Kamu cantik sekali.” Papi Dathan memuji anaknya.
“Terima kasih, Pa.” Loveta langsung memeluk sang papi. Pujian dari sang papi adalah sesuatu hal yang berharga baginya.
Papi Dathan membelai punggung sang anak. “Baru kemarin Papi melihatmu berlari-lari. Sekarang kamu akan menikah.” Papi Dathan merasa waktu begitu cepat sekali. Dia ingat bagaimana dari kecil menjaga Loveta. Saat bekerja pun tak sedikit pun dia melepas anaknya itu. Membawanya ke kantor dan menjaganya di sela-sela bekerja. Sampai akhirnya kehadiran sang istri membantunya untuk menjaganya. Kehidupan Loveta yang berantakan karena harus ikut papinya bekerja, akhirnya bisa tertata rapi. Walaupun ibu sambung Mami Neta menyayangi Loveta lebih dari apa pun. Tanpa terasa air matanya menetes juga mengingat masa-masa kecil Loveta.
Loveta melepaskan pelukannya. Menatap sang papi yang menangis. “Jangan menangis, Pi. Nanti aku ikut menangis.” Loveta sudah berkaca-kaca ketika melihat papinya menangis.
“Iya, Papi tidak akan menangis.” Papi Dathan menghapus air matanya. “Ayo, Papi antarkan kamu ke pelaminan.” Papi Dathan memberikan lengannya pada sang anak.
Dengan segera Loveta melingkarkan tangannya di lengan sang papi. Bahagia bisa menikah diantarkan oleh pria yang paling dicintainya. Cinta pertama dalam hidupnya.
Mami Neta dan Mama Arriel tersenyum. Mereka berdua tahu seberapa dekat ayah dan anak itu. Mereka berdua saling menyayangi walaupun sekarang sering bertengkar.
__ADS_1
Mereka semua menuju ke ballroom hotel. Papi Dathan menggenggam erat tangan sang anak.
“Apa kamu berdebar-debar?” tanya Papi Dathan.
“Aku sangat berdebar-debar, Pi. Apa dulu Papi juga begini?” Loveta menatap sang papi.
“Iya, dulu aku juga berdebar-debar saat menikah dengan mamamu. Saat menikah dengan mamimu saja aku juga merasakan hal yang sama walaupun itu untuk kedua kalinya.” Papi Dathan tersenyum. Menikah dua kali membuat perasaan berdebar itu tetap sama.
Loveta merasa tenang karena tidak hanya dirinya yang merasakan perasaan itu. Ternyata papinya juga.
“Tenanglah, kamu menikah dengan pria yang tepat. Jadi tidak perlu khawatir.” Papi Dathan mencoba menenangkan Loveta.
“Dia adalah pria baik dan bertanggung jawab. Dia juga adalah pria yang penyayang. Jadi Papi sangat yakin dia akan membuatmu bahagia.” Papi Dathan menatap sang anak dan meyakinkan sang anak.
Saat sang papi saja yakin pada Liam, tak ada keraguan yang menghampiri Loveta.
Mereka sampai di ballroom hotel. Saat pintu dibuka, Loveta dan Papi Dathan berjalan ke pelaminan. Papi Dathan mengantarkan anaknya untuk menuju ke pelaminan. Pengantaran anaknya menuju ke pria yang akan membawa ke masa depan.
Ballroom hotel diubah menjadi pesta megah. Lampu kristal menghiasi langit-langit ballroom. Membuat dekorasi pesta begitu cantik sekali. Bunga-bunga yang ada di sepanjang jalan menuju ke pelaminan tampak cantik sekali.
__ADS_1
Loveta yang masuk ke pelaminan begitu dibuat tercengang. Tidak menyangka jika pilihan dekorasi akan secantik ini.
Saat berjalan menuju ke pelaminan Loveta tampak cantik sekali. Semua mata tertuju padanya. Mengagumi kecantikan Loveta.
Dari kejauhan, Loveta melihat Liam yang berdiri dengan gagahnya. Menunggu dirinya menghampiri. Perasaannya semakin berdebar ketika melihat calon suaminya itu. Namun, genggaman erat tangan papinya menenangkannya.
Liam dari kejauhan melihat Loveta yang begitu cantiknya. Dia tidak menyangka jika akhirnya dia menikah dengan gadis kecil yang selalu memintanya menikah sejak kecil.
Rasa bahagia begitu menghampiri hati Liam. Akhirnya penantian panjang cintanya berakhir indah. Walaupun harus menunggu jodohnya itu datang padanya.
Loveta sampai di depan Liam. Papi Dathan menyerahkan anaknya itu pada Liam. Dia berharap Liam akan menjaga Loveta dengan baik.
Tatapan tanpa suara itu sudah menjelaskan apa yang diinginkan Papi Dathan. Dia pastinya akan menjaga Loveta dengan segenap jiwanya.
Liam menggenggam erat Loveta. Mengajaknya untuk duduk di depan penghulu.
Jantung keduanya begitu berdebar-debar. Ini akan menjadi pernikahan pertama mereka dan terakhir untuk mereka berdua. Ini akan menjadi kenangan terindah untuk mereka.
Penghulu memulai proses pernikahan. Liam mengikrarkan janji pernikahannya, disaksikan oleh seluruh tamu. Janji jika dia akan selalu menjadi suami yang baik untuk Loveta. Selalu menjaga Loveta sampai akhir hayatnya. Memberikan kehidupan bahagia untuk Loveta.
__ADS_1