Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 53


__ADS_3

Leo sampai di rumah keluarga Fabrizio. Mereka disambut oleh Dathan Fabrizio dan Adriel Janitra. Papi dan pap Loveta itu mempersilakan tamu untuk masuk.


“Sudah lama sekali Pak Adriel kita tidak bertemu.” Josep berbasa-basi pada calon besannya itu. Jika anaknya menikah, tidak hanya bisa berbesanan dengan keluarga Fabrizio saja, tetapi dengan keluarga Janitra juga.


“Iya, maaf waktu itu tidak datang ke acara pembukaan restoran Pak Josep.” Papa Adriel waktu itu ada acara. Jadi tidak bisa hadir.


“Tidak apa-apa, Pak.” Josep tersenyum.


“Kamu harus datang ke restoran baru Pak Josep. Konsepnya cukup keren.” Papi Dathan menambahkan obrolan itu.


“Tentu saja aku akan datang nanti.” Papa Adriel mengangguk


Di saat para orang tua mengobrol, Leo tampak tegang sekali. Apalagi ini kali pertama melamar gadis.


“Lihatlah, Leo tegang sekali.” Mami Neta tersenyum. Dia menggoda Leo.


“Maklum Jeng Neta, baru pertama melamar gadis. Jadinya memang seperti itu.” Bella berusaha membela anaknya.


“Kalau begitu biar aki panggil Lolo agar kamu tidak terlalu tegang.” Mama Arriel pun segera berdiri. Menuju ke kamar Loveta untuk memanggil Loveta.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Loveta datang. Leo melihat Loveta tampak cantik sekali. Melihat Loveta membuat perasaannya jauh lebih tenang.


Loveta duduk di tengah-tengah antara Mami Neta dan Mama Arriel. Dua wanita itu menenangkan Loveta yang tampak berdebar-debar.


“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih untuk keluarga Fabrizio dan Janitra yang sudah menerima kami di sini. Kedua kedatangan kami ke sini adalah ingin melamar Lolo untuk anak kami Leo. Mengingat mereka sudah berpacaran cukup lama dan mengenal cukup lama. Saya rasa jika hubungan mereka bisa dibawa ke jenjang yang lebih lagi.” Josep pun memberitahukan niatnya pada keluarga Loveta.


“Terima kasih sudah menyampaikan tujuan datang ke sini. Saya sebagai orang tua menerima dengan senang hati.” Papi Dathan menerima tujuan kedatangan keluarga Leo. “Tapi, semua itu tetap keputusan dari Loveta.” Papi Dathan melanjutkan kembali ucapannya. Kemudian mengalihkan padangan pada Loveta. “Bagaimana Cinta, apa kamu menerima Leo melamarmu?” tanya Papi Dathan.


Loveta terdiam. Sejenak pikirannya dihiasi oleh Liam. Tentu saja membuatnya merasa goyah.


Bagaimana bisa aku memikirkan orang lain saat ada yang melamar aku?


“Cinta,” panggil Mami Neta menyenggol anaknya.


“Kenapa kamu melamun?” Mama Arriel heran dengan aksi sang anak.


Saat mendengar mami dan mamanya menegur, Loveta tersadar. Dia segera melihat ke arah Leo. Loveta mengenal Leo sudah cukup lama. Kelak mereka akan tinggal bersama. Tentu saja itu membuatnya membayangkan akan seperti apa mereka nanti.


Leo tersenyum pada Loveta. Dia menunggu jawaban dari Loveta.

__ADS_1


“Saya menerima.” Loveta akhirnya menerima lamaran itu. Mempertimbangkan kelak dia akan bahagia bersama Leo.


“Syukurlah.” Josep merasa senang ketika lamaran putranya diterima.


Leo tak kalah bahagia. Akhirnya gerbang pembuka hubungan mereka dibuka juga.


“Jadi kapan pernikahannya akan dilaksanakan?” Papa Adriel menatap Papi Dathan dan juga Josep.


“Bagaimana Leo?” tanya Josep menatap anaknya.


“Bagaimana jika tiga bulan lagi  pernikahan dilaksanakan, dan untuk sementara kita bisa bertunangan untuk mengikat hubungan kami.” Leo menatap Loveta seraya menanyakan pendapat kekasihnya itu.


“Ide yang bagus.” Papi Dathan setuju.


“Bagaimana jika pertunangannya diadakan minggu ini. Agar lebih cepat lebih baik.” Bella ikut menimpali. Dia ingin anaknya ada ikatan dengan Loveta agar tidak ada yang mengganggu.


“Ide bagus. Aku setuju.” Mama Arriel langsung bersemangat.


“Baiklah, pertunangan akan diadakan minggu depan.” Papi Dathan mengambil kesimpulan dari pertemuan ini.

__ADS_1


__ADS_2