Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 87


__ADS_3

Akhirnya waktu pesta pernikahan tiba juga. Semua orang sibuk untuk mempersiapkan pesta tersebut.


Liam tengah bersiap. Memakai jas yang dipilihnya kemarin. Dasi kupu-kupu yang melingkar di kerah bajunya tampak begitu pas sekali. Penampilan Liam benar-benar gagah sekali.


Saat sudah siap, Liam segera keluar dari kamarnya. Kebetulan ada Bu Kania yang sedang menunggunya. Bu Kania bersama Nessia. Nessia memang diminta sang mami untuk menjaga Bu Kania.


“Ibu menungguku?” tanya Liam sedikit khawatir.


“Iya.” Bu Kania mengangguk.


“Kenapa tidak mengetuk pintu?” Liam merasa tidak enak ketika Bu Kania datang untuk menemuinya.


“Kami baru saja, Kak.” Nessia mencoba menenangkan Liam yang tampak panik.


Mendengar hal itu membuat Liam bersyukur. Ternyata Bu Kania belum lama.


“Kamu panik sekali.” Bu Kania tertawa. Liam terlihat sekali cemas dan sedikit ketakutan.


“Aku berdebar-debar di acara pernikahan ini, Bu.” Liam memang merasakan jantungnya yang berdegup begitu kencangnya.


“Tenanglah. Semua akan berjalan dengan lancar.” Bu Kania mencoba menenangkan Liam. Terlihat lucu sekali Liam saat panik.


“Apa penampilanku sudah rapi, Bu, Nessia?” Liam menunjukkan dirinya pada Bu Kania dan Nessia.


“Kak Liam sudah sempurna. Tampan sekali.” Nessia memuji Liam.

__ADS_1


“Yang dibilang Nessia benar. Kamu tampak gagah. Sempurna.” Bu Kania memberikan jempol pada Liam.


Mendapati jawaban mereka berdua membuat Liam jauh lebih tenang. Tak perlu ada yang dikhawatirkan lagi.


“Ayo, kita ke tempat acara.” Bu Kania mengajak Liam.


Liam mengangguk. Dia memberikan isyarat Nessia untuk mendorong kursi roda Bu Kania. Mereka bersama-sama ke ballroom hotel.


 


...****************...


Di tempat yang berbeda, Loveta tengah bersiap. Dia juga tak kalah berdebar-debar. Karena akhirnya hari ini adalah hari pernikahannya. Meskipun bukan dengan Leo, tetapi dia sangat bahagia. Karena pria yang dinikahi adalah pria luar biasa dicintainya.


“Ternyata sudah siap.” Mama Arriel yang berada di belakang Mami Neta memberikan komentar.


“Cantik sekali kamu.” Mami Neta memuji sang anak.


“Lihatlah riasannya pas sekali.” Penata rias memang memoles wajah Loveta sesuai dengan jenis kulit dan warna kulit Loveta. Tidak memaksakan putih. Jadi Loveta tampil cantik tanpa menjadi orang lain.


“Kamu memang hebat sekali memilih penata rias.” Mami Neta memuji Mama Arriel.


Mama Arriel ikut senang sekali ketika semua orang juga suka dengan pilihannya.


“Jika kamu sudah siap. Ayo, kita ke ballroom hotel. Pasti Liam sudah menunggu di sana.” Mami Neta melihat anaknya sudah selesai. Jadi bisa langsung ke ballroom hotel.

__ADS_1


“Aku pakai sepatu dulu, Mi.” Loveta langsung berdiri.


“Sudah-sudah, biar Mama yang ambil sepatunya. Di mana?” tanya Mama Arriel.


“Di sana, Ma.” Loveta menunjukkan sudut di kamar. Di mana dia meletakkan sepatunya.


Mama Arriel segera mengambilkan sepatu untuk anaknya.


“Wah ... ini cantik sekali.” Seketika Mama Arriel terpesona. Bisa-bisanya sepatu pernikahan anaknya cantik sekali. Sambil berjalan ke arah Loveta, dia memamerkan pada Mami Neta.


“Wah ... permatanya berkilau sekali.” Mami Neta ikut mengagumi.


“Itu kami yang buat. Kak Liam yang buat sepatunya, aku yang hiasi sepatunya.” Loveta memberitahu mama dan maminya. “Kami juga sudah sepakat akan membuat sepatu itu untuk dijual. Kolaborasi Malya dan Marlene.” Loveta menceritakan sedikit rencananya dan Liam pada kedua ibu di depanya.


“Kalian gerak cepat sekali, tapi Mama dukung.” Mama Arriel melihat peluang juga. Jadi dia tentu saja ikut mendukung.


“Aku rasa, akan banyak sekali yang mau beli sepatu berhiaskan permata.” Mami Neta sudah membayangkan itu.


“Pasti itu.” Loveta membenarkan ucapan sang mami.


“Baiklah, bahas bisnisnya nanti lagi. Sekarang kita ke tempat acara pernikahanmu.” Mami Arriel segera menurunkan sepatu. Meletakkan di lantai agar mudah dipakai.


Loveta dengan segera memakai sepatu itu. Bersama mama dan maminya, dia segera keluar dari kamar.


Jantung Loveta begitu berdegup kencang. Hal itu membuat langkah Loveta berat. Berharap jika semua akan berjalan dengan baik.

__ADS_1


__ADS_2