Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 55


__ADS_3

“Maaf, Tante, tadi jalanan macet.” Loveta menautkan pipinya pada Bella. Tadi Bella tiba-tiba mengajaknya bertemu, sedangkan Loveta sedang ada pekerjaan. Jadi dia buru-buru menyelesaikan pekerjaannya itu.


“Tidak apa-apa. Aku juga baru datang.” Bella tersenyum. “Ayo, duduk,” ajaknya.


Loveta segera duduk tepat di depan mama dari kekasihnya itu.


“Ada apa Tante Bella ingin bertemu dengan aku?” Loveta menatap calon mertuanya itu.


“Apa kamu kenal dengan Wiliam?” tanya Bella pada Loveta. Dia ingin memanfaatkan calon istri anaknya itu.


Loveta mengerti Wiliam siapa yang dimaksud oleh Bella. Siapa lagi jika bukan Liam.


“Saya kenal.” Loveta mengangguk.


“Aku dengar kalian kenal sejak kecil di panti asuhan. Dia juga satu panti asuhan dengan mamimu.” Bella tersenyum ketika mengulang cerita Leo kala itu.


Loveta masih bingung kenapa mama Leo itu membahas Liam. “Iya.” Dia membenarkan cerita dari mama Leo.


“Apa kamu sudah dengar cerita dari Leo jika anak itu ingin merebut restoran?” Bella harus memastikan lebih dulu pada Loveta.  

__ADS_1


Sedikit-sedikit Loveta mulai mengerti arah pembicaraan mama Leo. Tentu saja ini perihal Liam dan restoran.


“Kamu tahu bukan jika restoran itu dibesarkan oleh papa Leo. Kelak Leo yang akan mendapatkan restoran itu.”


“Maksud Tante apa? Bisakah pada intinya saja. Saya sedikit bingung.” Loveta benar-benar tidak sabar dengan apa yang dilakukan oleh mama Leo.


“Lo, bisakah kamu meminta Liam untuk melepaskan restoran untuk Leo.” Akhirnya Bella mengatakan apa yang diinginkan.


Loveta cukup terkejut dengan yang baru saja dikatakan oleh Bella. Ternyata itu yang diinginkan.


“Maaf, Tante. Saya tidak bisa ikut campur masalah ini.” Jelas Loveta langsung menolak. Apalagi dia memang sedari awal tidak mau mendukung siapa pun.


“Jika Leo tidak punya apa-apa. Dia harus berjuang. Dia bisa kerja apa pun itu untuk menghidupi keluarga. Karena itu sudah menjadi tanggung jawabnya. Jadi saya tidak akan mengubah keputusan walaupun Leo harus kehilangan apa yang dimiliki.” Loveta sadar. Jika keputusannya tidak boleh dipengaruhi oleh siapa pun dan dengan alasan apa pun.


Bella tidak menyangka jika ternyata Loveta, padahal ini demi masa depan mereka juga.


“Lolo, ini demi masa depan kalian juga.” Bella masih terus membujuk.


“Jika Tante Bella  memikirkan masa depan Leo. Harusnya Tante persiapkan saja Leo dari sekarang agar kelak jika restoran itu tidak jatuh ke keluarga Smith. Paling tidak Leo akan siap.” Loveta mengatakan pendapatnya. Karena menurutnya pilihan Bella meminta tolong padanya salah.

__ADS_1


“Apa kamu berharap Leo tidak mendapatkan restoran?” Bella menyalahartikan ucapannya dari Loveta.


Loveta menghembuskan napasnya kasar. Ternyata ucapannya salah dimengerti oleh mama Leo.


“Saya tidak berharap Leo kehilangan restoran, tetapi banyak kemungkinan yang terjadi. Jadi tentu saja saya berpikir kemungkinan itu. Lagi pula kelak saya akan jadi istri Leo. Saya harus bisa menerima Leo apa pun keadaannya.” Loveta mencoba menjelaskan.


“Tetap saja kamu tidak mendukungnya. Harusnya sebagai calon istri kamu mendukungnya. Membantunya mendapatkan restoran.” Bella masih tidak terima tindakan Loveta.


“Tentu saja saya akan mendukung, tetapi dengan cara saya sendiri.” Loveta tetap teguh dengan pendiriannya.


“Baiklah, kalau begitu. Aku yang akan perjuangkan restoran itu untuk Leo, walaupun kelak kamu akan ikut menikmati.” Bella langsung pergi setelah mengatakan apa yang harus dikatakannya.


Loveta yang melihat calon mertuanya itu pergi, hanya bisa bernapas lega. Ternyata orang tua Leo sampai seperti itu. Ingin memanfaatkan dirinya untuk mempertahankan restoran.


“Harusnya orang tua mengajarkan memberikan hak orang lain. Bukan mengajarkan mempertahankan apa yang bukan menjadi haknya.” Sepertinya kelak saat menikah dengan Leo, Lovet punya pekerjaan cukup rumit. Mengingat bagaimana sikap mama Leo tadi.


Saat tengah asyik dengan pikirannya, tiba-tiba suara pesan masuk ke ponselnya. Dilihatnya ternyata Liamlah yang mengirim pesan. Liam mengajaknya untuk bertemu.


“Aku harap Kak Liam tidak akan meminta hal sama denganku.” Loveta hanya bisa berharap Liam tidak memintanya mendukungnya. Karena itu tidak akan pernah dilakukannya.

__ADS_1


__ADS_2