Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 72


__ADS_3

Leo dan Bella menunggu pengacara menjelaskan semuanya. Karena memang tidak ada pesan yang disampaikan langsung pada mereka.


“Saya mendapatkan amanah untuk memberikan  surat yang ditulis oleh Pak Josep sebelum Beliau meninggal.” Pengacara menatap Leo dan Bella. Kemudian memberikan dua buah surat masing-masing pada Leo dan Bella. “Ini juga beberapa aset yang masih tersisa selain restoran.” Pengacara memberikan beberapa surat kepemilikan rumah, mobil, dan tabungan.


Bella menangis. Ternyata suaminya masih menyimpan aset untuk mereka. Dengan segera Leo dan mengambil surat masing-masing yang diberikan untuk mereka.


Bella membuka lebih dulu surat tersebut. Dia ingin membaca apa yang ditulis Josep padanya.


^^^Untuk Istriku,^^^


^^^Sayang, mungkin saat kamu menerima surat ini, aku sudah tidak ada di sisimu. Maaf aku harus meninggalkan kamu lebih dulu. Sebenarnya aku sudah merasakan sakit jauh sebelum ini. Hanya saja aku mengabaikannya.^^^


^^^Terima kasih sudah menemani aku sejauh ini. Aku tahu jika kamu sudah berjuang bersamaku selama ini. Walaupun pernikahan kita di awali hal buruk, tetapi kita bisa membuktikan jika kita bertahan.^^^


^^^Sayang, aku kita berdua tahu restoran itu milik siapa. Jadi aku harap kamu mengikhlaskan restoran itu kembali pada pemiliknya yaitu anak Marlene. Kita berdua memang sudah mengembangkan menjadi sebesar itu, tetapi restoran itu memang bukan miliki kita.^^^


^^^Kita sudah menikmati restoran itu puluhan tahun. Jadi jika kini restoran itu kembali pada pemiliknya, coba relakan.^^^


^^^Di saat-saat terakhir hidupku, aku mulai menyadari jika kebahagiaan kita dibangun di atas penderitaan orang lain. Jadi mari kita bahagia tanpa menyakiti orang lain. Jangan lagi membenci Wiliam. Karena kita berdua tahu persis masa lalu kita.^^^

__ADS_1


^^^Sayang, aku harap kamu bisa hidup dengan sederhana dengan sisa apa yang aku tinggalkan. Jangan membebani anakmu.^^^


^^^Sayang, jagalah kesehatanmu. Aku mau kamu selalu sehat dan bahagia.^^^


^^^Salam sayang suamimu.^^^


Membaca surat tersebut Bella langsung menangis. Rasanya hancur ketika mendapati surat yang ditulis sang suami.


Ingin rasanya Bella marah karena suaminya mengabaikan kesehatannya. Namun, semua sudah terjadi.


Bella juga ingin marah ketika suaminya meminta memaafkan Liam. Baginya tidak bisa dirinya memaafkan anak itu. Apalagi sekarang semua hilang karena anak itu.


Leo mencoba menenangkan sang mama. Dia tahu mamanya sangat terpukul sekali. Walaupun tidak tahu apa yang ditulis sang papa, dia yakin papanya meminta mamanya untuk menjadi lebih baik.


Setelah memastikan sang mama di kamar, barulah Leo kembali ke pengacara. Mengurus berkas-berkas yang perlu ditandatangani.


...****************...


Di dalam kamar, dia melihat amplop berisikan surat yang ditulis sang papa. Air matanya tak tertahan ketika melihat jika papanya meninggalkan surat itu untuknya.

__ADS_1


Leo segera membuka surat itu dan membacanya.


^^^Untuk anakku,^^^


^^^Leo, surat ini papa tulis sebelum sidang putusan. Papa sudah tahu hasilnya akan seperti apa. Papa sudah bisa menebak jika kita akan kehilangan restoran.^^^


^^^Leo, jangan bersedih jika restoran tidak jatuh ke tangan kita. Karena memang itu bukan hak kita.^^^


^^^Kita sudah menikmati hasil dari restoran itu puluhan tahun. Dari restoran itu kamu bisa hidup nyaman. Bisa kuliah di tempat yang bagus tanpa kekurangan. Membeli apa yang kamu inginkan. Papa rasa itu sudah lebih dari cukup. Jadi jika restoran kembali pada pemiliknya, cobalah untuk mengikhlaskan. Jangan membenci Wiliam karena memang dia pantas mendapatkannya.^^^


^^^Leo, sejak kecil kamu selalu mendapatkan apa yang kamu minta. Mungkin setelah restoran tidak lagi ada, kamu pasti akan kesulitan. Jadi belajarlah untuk berusaha, Nak. Berjuanglah memulai bisnis dari nol. Belajar dari apa yang terjadi. Kita memang harus berusaha membangun bisnis sendiri. Papa yakin kamu akan bisa.^^^


^^^Satu lagi, jagalah mamamu. Dia memang sedikit keras kepala, tetapi dia sangat menyayangimu.^^^


^^^Papa sangat menyayangimu. Teruslah berusaha. Papa yakin kamu akan sukses.^^^


^^^Papa Josep.^^^


Membaca surat itu membuat Leo menangis. Papanya memang sudah mengikhlaskan restoran jauh sebelum putusan sidang. Hal itu membuat Leo kini harus berusaha mengikhlaskan juga.

__ADS_1


“Aku akan berjuang, Pa.” Leo menangis. Walaupun sudah terlambat, tetapi Leo akan terus berusaha.


Leo melihat satu surat lagi yang ada di depannya. Surat itu tertulis untuk Wiliam. Leo berencana akan memberikannya. Karena tidak mau membuat papanya kecewa jika tidak diberikan pada orang yang dipinta.


__ADS_2