
Mendapati pertanyaan itu Loveta tersipu malu.
Liam mengayunkan langkah mendekat ke sang istri.
“Apa yang made in Italia?” Liam kembali bertanya ketika berada tepat di depan sang istri.
“Mama,” jawab Loveta malu.
“Mama kenapa?” tanya Liam kembali.
“Mama mau cucu made in Italia.” Loveta malu-malu mengatakan pada suaminya.
Liam tersenyum menyeringai. Istilah yang lucu. “Kalau begitu ayo,” ajaknya.
“Ayo ke mana?” tanya Loveta memastikan.
“Ayo kita buat cucu untuk mama made in Italia.” Liam langsung mengangkat tubuh Loveta.
“Achh ....” Loveta begitu kaget sekali. Liam selalu saja dengan gerakan tiba-tibanya.
Liam membawa sang istri ke atas tempat tidur. Sebuah ciuman mendarat di bibir manis nan menggoda milik Loveta. Keduanya larut dalam kegiatan yang membuat candu. Berharap ada nyawa yang akan hadir di rahim Loveta. Tentu saja dengan keinginan orang tua Loveta, made in Italia.
...****************...
Sudah seminggu Loveta dan Liam berada di Italia. Liam sibuk dengan pekerjaannya. Ada banyak kerja sama baru dan juga pembuatan desain-desain baru untuk koleksi terbaru.
__ADS_1
Loveta berada di rumah bersama Evelyn selama Liam kerja. Evelyn sengaja mengerjakan pekerjaan dari rumah agar dapat menemani kakak iparnya.
“Kak Loveta mau makan apa?” tanya Evelyn. Dia ingin meminta asisten rumah tangga membuatkan makan siang untuk kakak iparnya itu.
Sudah seminggu ini Loveta makan pasta dan roti. Tiba-tiba, dia rindu makanan buatan sang mama.
Tiba-tiba dia teringat dengan masakan yang dibawakan mamanya. Ada banyak makanan yang dibawa sang mama.
“Evelyn, waktu itu aku bawa makanan. Apa tahu ditaruh di mana?” tanya Loveta.
“Oh ... itu, Kak. Ada di lemari pendingin.” Evelyn memberitahu.
Loveta langsung menuju ke lemari pendingin. Benar saja masakan yang dibawa sang mama ada di sana.
“Aku mau makan ini, tapi harus dengan nasi.” Loveta membalikkan tubuhnya untuk memperlihatkan pada Evelyn isi lemari pendingin di mana makanannya berada.
“Kamu mau mengantarkan?” tanya Loveta.
“Mau, ayo ambil tas Kak Loveta. Lalu kita pergi.” Evelyn dengan senang hati mengantarkan Loveta.
Loveta mengangguk dan segera berlalu ke kamarnya. Mengambil tas agar dapat segera pergi dengan Evelyn.
Evelyn dan Loveta sampai di toko Asia. Di sana dijual berbagai bahan makanan dan masakan dari Asia. Ternyata di sana begitu lengkap. Dari bumbu-bumbu Asia dan olahan dari beberapa negara Asia.
Loveta dan Evelyn mencari beras yang dicari. Tak hanya beras, dia juga membeli beberapa bahan masakan. Loveta pikir, dia akan bisa memasak masakan Indonesia nanti. Agar tidak bosan masak pasta dan roti terus.
“Aku sudah memesan dekorasi yang Kak Loveta pilih kemarin. Untuk makanannya juga sudah aku pesan. Apa ada tambahan lagi?” Sambil menunggu kakak iparnya memilih bumbu, Evelyn bertanya. Dia ditugaskan Liam memesan keperluan pesta, karena Liam tidak sempat. Ada banyak pekerjaan yang harus dikerjakan.
__ADS_1
“Tidak, seperti yang kita bahas saja. Lagi pula kata Kak Liam tidak banyak yang diundang.”
Kemarin Loveta sudah membahas seperti apa pesta pernikahan mereka. Karena yang diundang tidak banyak agar lebih privat, mereka tidak memesan banyak makanan dan juga dekorasi sederhana saja.
Lagi pula mereka akan pakai halaman rumah untuk pesta. Karena sedang musim panas, sepertinya cocok pesta di rumah.
“Baiklah, kalau begitu tidak ada masalah.” Evelyn merasa jika semua yang diminta sudah dikerjakan. Jadi semua aman.
...****************...
Loveta mencuci beras. Kebetulan memang ada penanak nasi elektronik di rumah Liam. Namun, tidak pernah digunakan karena tidak ada yang makan nasi di rumah. Semua orang masak pasta dan roti.
“Bagaimana masak nasi, Kak?” Evelyn begitu penasaran sekali. Dia benar-benar tidak tahu bagaimana menanak nasi.
“Ayo, aku ajarkan.” Loveta begitu bersemangat sekali mengajarkan adik iparnya.
Loveta mengambil beras. Dia mengambil beras dengan takaran penanak nasi. Karena hanya dia dan Evelyn saja, dia hanya memasak dua saja.
Sebelum dimasak, Loveta mencucinya lebih dulu. Kemudian memindahkan ke penanak nasi. Kemudian mengisi air untuk membuat nasin nanti masak.
“Jadi jika ingin memasak nasi. Kita tinggal berikan air saja.” Loveta menuang air ke dalam penanak nasi.
“Berapa banyak air yang digunakan?” Evelyn begitu penasaran.
“Kita bisa kira-kira dengan ruas jari kita. Jika air berada di satu ruas garis, artinya pas.” Loveta mempraktikkan dengan memasukkan jarinya ke dalam beras yang sudah diberi air.
__ADS_1
Evelyn sampai melihat ke arah jarinya untuk melihat ruas jarinya. Dia masih bingung bagaimana bisa mengukur makanan hanya dengan ruas jari?