Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 155


__ADS_3

“Kita memang mau ke dokter kandungan, Pi.” Liam menjawab pertanyaan sang papi.


Untuk sesaat Papi Dathan memikirkan sesuatu. “Apa Cinta hamil?” tanyanya. Dia menatap anak dan menantunya.


“Iya, Pi. Cinta hamil.” Liam tersenyum.


Mami Neta yang mendengar langsung melepaskan pegangannya di tubuh Loveta.


“Kamu hamil Cinta?” tanya Mami Neta. Dia juga tidak menyadari jika langkahnya ke bagian kandungan. Sejak tadi dia hanya fokus pada anaknya itu.


“Iya, Mi. Aku hamil.” Loveta mengangguk.


“Sayang, akhirnya kamu hamil juga.” Mami Neta langsung memeluk sang anak.


Papi Dathan menghampiri sang anak. “Papi akan jadi kakek?” tanyanya memastikan.


“Iya, Pi. Papi akan jadi kakek.” Loveta membenarkan ucapan sang papi.


Papi Dathan langsung memeluk sang anak. Bahagia sekali ketika melihat anaknya akhirnya memberikan kabar baik ini.

__ADS_1


Di saat Papi Dathan sedang memeluk Loveta, tiba-tiba ponsel Liam kembali berdering.


“Liam, kalian di mana?” tanya Mama Arriel.


“Kami ada di bagian kandungan, Ma.” Liam memberitahu sang maka mertua.


Mama Arriel segera mematikan sambungan telepon.


Liam hanya bisa menggeleng heran. Mama mertuanya memang hobi sekali mematikan sambungan telepon.


“Jadi kamu pingsan tadi karena kamu hamil? Tapi, bagaimana kalian tahu?” Mami Neta masih heran sekali bagaimana anak-anaknya tahu jika hamil jika baru hendak ke rumah sakit.


Mami Neta mengangguk-anggukkan kepalanya. Akhirnya tahu dari mana anak-anaknya tahu perihal kehamilan.


“Sudah-sudah jangan banyak bertanya. Ayo cepat ke dokter kandungan. Kita lihat keadaan cucu kita.” Papi Dathan langsung menghentikan aksi sang istri. Dari tadi istrinya membuat lama. Harusnya mereka sudah pergi ke dokter kandungan.


“Iya-iya.” Mami Neta hanya mencibirkan bibirnya. Ternyata suaminya tidak sabaran sekali. Padahal jelas jika tadi dia bertanya hal penting. “Ayo.” Mami Neta kembali memapah Loveta. Membawanya untuk ke ruang pemeriksaan dokter kandungan.


Loveta mengangguk. Kemudian berjalan sesuai dengan perintah sang mami. Di belakang Loveta ada Liam dan Papi Dathan yang ikut berjalan. Mengekor di belakang Loveta dan Mami Neta.

__ADS_1


“Lolo.”


Sebuah panggilan terdengar ketika Loveta, Liam, Mami Neta, Papi Dathan sedang berjalan bersama. Mereka berempat menoleh ke belakang. Tampak Mama Arriel menghampiri mereka.


Mama Arriel langsung menghampiri sang anak. “Sayang, kamu tidak apa-apa?” Dia menangkup pipi sang anak. Tatapannya tampak khawatir sekali.


“Tenanglah, Riel. Cinta tidak apa-apa. Dia hamil.” Mami Neta tersenyum. Mencoba memberitahu Mami Arriel.


Mami Arriel mengalihkan pandangan ketika Mami Neta bicara. Dengan segera dia menatap kembali anaknya untuk memastikan apa yang dikatakan oleh Mami Neta. “Apa itu benar?” tanyanya memastikan pada anaknya.


“Iya, Ma.” Loveta mengangguk.


Mama Arriel langsung memeluk Loveta. Dia benar-benar bahagia sekali melihat sang anak yang sudah hamil. “Akhirnya, cucu made in Italia hadir juga.” Dia mengeratkan pelukannya.


Loveta tersenyum pada sang suami. Ternyata kehamilannya membuat semua keluarga bahagia.


“Sudah ayo kita cek dulu keadaan kandungan Cinta.” Papi Dathan kembali berbicara. Dia sudah tidak sabar melihat cucunya. Namun, terus saja ada halangan.


Mama Arriel langsung melepaskan pelukannya. “Ayo.” Mama Arriel ingin segera melepaskan pelukannya.

__ADS_1


Mereka bersama-sama ke ruang pemeriksaan dokter. Ingin tahu seperti apa anak di dalam kandungan Loveta.


__ADS_2