Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 39


__ADS_3

“Tenanglah. Jangan panik. Kamu akan membuatnya curiga.” Papi Dathan mencoba menenangkan sang istri.


“Iya, aku akan berusaha tenang.” Mami Neta mengangguk.


Mereka berdua pun berjalan dengan tenangnya. Berusaha untuk tidak membuat Leo curiga.


“Hai, Leo.” Papi Dathan menyapa Leo.


“Om.” Leo langsung menyalami Papi Dathan dan Mami Neta.


“Kamu mencari Cinta?” tanya Papi Dathan.


“Iya, Om.” Leo mengangguk. “Kata Nessia, Loveta pergi dengan Kak Liam ke panti asuhan.” Dia mengulang apa yang dikatakan Nessia.


“Iya, Cinta sedang antar Bu Kania dengan Liam karena kami sekeluarga baru saja menginap di hotel.” Papi Dathan menjelaskan sedikit.


“Liam yang dimaksud Om Dathan teman Loveta waktu kecil di panti asuhan?” tanya Leo memastikan.


“Iya, dia teman Cinta saat di panti asuhan, sekaligus adik Maminya di panti asuhan.” Papi Dathan menoleh ke arah Neta yang berdiri di sampingnya.


Mendapati penjelasan jika Liam adik mami Loveta, ada terselip rasa tenang. Padahal tadi dia hampir saja cemburu ketika mendengar Liam yang dimaksud adalah Liam yang kala itu ditangisi Loveta karena tidak memberikan kabar.

__ADS_1


“Ayo, masuk dulu. Kita tunggu Cinta di dalam.” Dia mengajak Leo untuk masuk. Mengalihkan pembicaraan tentang Liam dengan Leo.


Mendengar ajakan sang suami seketika membuat Mami Neta terkejut. Dia tidak mengerti kenapa sang suami mengajak Leo untuk masuk.


“Tidak, Om. Nanti saja saya akan telepon Lolo.” Tidak ada Loveta di rumah membuat Leo tidak enak jika harus menunggu di rumahnya. Jadi dia memilih untuk pulang. “Saya pamit dulu.” Leo menyalami Papi Dathan dan Mami Neta.


“Baiklah kalau begitu.” Papi Dathan mengangguk.


Mami Neta bernapas lega. Karena Leo tidak mau mampir ke rumah. Suaminya benar-benar membuat jantung berdebar karena mengajak Leo masuk. Jika Leo menerima. Pastinya akan sangat bahaya. Saat Loveta datang dengan Liam, Leo akan mengenali siapa Liam.  


 


“Aku tidak mampir. Karena ada urusan yang harus aku selesaikan.” Liam menatap Loveta ketika gadis itu hendak turun dari mobil.


“Aku akan sampaikan pada mami dan papi.” Loveta segera membuka pintu mobil. “Sampai jumpa, Kak.” Loveta melambaikan tangan pada Liam.


“Sampai jumpa.” Liam mengangguk.


Loveta masih berdiri di depan rumah sambil melambaikan tangan pada Liam. Saat mobil hilang dari pandangannya, barulah dia masuk ke rumah.


“Kamu sudah pulang? Mana Liam?” Baru masuk ke rumah, Loveta sudah disambut dengan pertanyaan itu dari sang papi yang sedang duduk di ruang keluarga bersama sang istri.

__ADS_1


“Kak Liam ada urusan. Jadi buru-buru pulang. Dia titip salam saja. Maaf tidak mampir.” Loveta menyampaikan pada sang papi alasan Liam yang tak ikut turun.


Papi Dathan mengangguk, mengerti.


Loveta segera melanjutkan langkahnya ke lantai atas setelah menyalami papi dan maminya.


“Cinta.” Papi Dathan memanggil anaknya.


Loveta yang nyaris menaiki anak tangga, menghentikan langkahnya. Berbelok untuk meliat ke arah papanya.


“Iya,” jawab Loveta.


“Tadi Leo ke sini. Dia mencarimu.” Papi Dathan memberitahu.


“Kemarin malam kata bibi dia juga ke sini.” Mami Neta menambahkan. Tadi saat sampai di rumah, asisten rumah tangga memberitahu siapa saja yang datang ke rumah.


Untuk sejenak Loveta terdiam. Ternyata Leo sedang berusaha menemuinya. Pantas saja semalam dia menghubunginya.


“Aku akan menghubunginya setelah ini.” Loveta segera ke kamarnya setelah menjawab ucapan sang mami. Tentu saja dia akan menghubungi Leo untuk menanyakan kenapa Leo datang ke rumahnya.


 

__ADS_1


__ADS_2