Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 68


__ADS_3

Suara bel apartemen terdengar. Liam tidak tahu siapa yang datang pagi-pagi seperti sekarang. Seingatnya, tidak ada pesanan apa-apa pagi ini.


Sebelum membuka pintu, Liam melihat layar CCTV di dekat pintu. Mengecek. Siapa yang berada di depan pintu. Alangkah terkejutnya ketika melihat Loveta di depan pintu. Liam bingung kenapa Loveta datang pagi-pagi sekali ke apartemennya.


Dengan segera Liam membuka pintu. “Hai—“ Liam ingin menyapa Loveta, tetapi langsung terhenti ketika Loveta langsung memeluk Liam ketika pintu terbuka. Tangis gadis itu pecah. “Cinta, kenapa?” tanya Liam. Dia cukup panik ketika melihat Loveta menangis.


Loveta tidak menjawab pertanyaan Liam. Dia terus menangis di dalam pelukan Liam. Yang dibutuhkan kali ini adalah tempat bersandar, dan hanya pada Liam, Loveta melalukannya.


Tidak mendapati jawaban dari Loveta membuat Liam berpikir jika Loveta hanya butuh tempat untuk meluapkan kesedihannya. Jadi dia memilih membiarkan Loveta lebih dulu. Membiarkan gadis yang dicintai menangis.


Liam memeluk Loveta. Membelai lembut punggung gadis itu, agar lebih tenang.


“Kita masuk dulu.” Beberapa saat kemudian Liam mengajak Loveta masuk ke apartemennya. Dia takut mengganggu penghuni apartemen ketika Loveta menangis di luar.


Loveta hanya mengangguk, tetapi masih terus menangis.


Liam segera menutup pintu apartemennya. Kemudian mengajak Loveta untuk duduk di sofa yang berada di ruang tamu.

__ADS_1


Loveta masih menangis. Dia masih begitu terpukul sekali ketika mengetahui Leo melakukan hubungan intim dengan wanita lain.


“Ada apa sebenarnya?” tanya Liam.


Loveta masih menangis. Dia belum bisa menceritakan apa yang baru saja terjadi.  


Liam memilih menunggu Loveta jauh lebih tenang dulu. Membiarkan Loveta menangis.


Sekitar setengah jam Loveta menangis, akhirnya Loveta lebih tenang. Liam langsung mengambil air minum untuk Loveta.


Loveta minum lebih dulu untuk menenangkan dirinya. Saat merasa jauh lebih tenang, akhirnya dia mulai bercerita.


“Kenapa Leo?” Liam panik. Takut Leo melakukan hal buruk pada Loveta.


“Leo tidur dengan wanita lain.” Loveta menjelaskan pada Liam apa yang terjadi.


Liam membulatkan matanya. Dia benar-benar terkejut mendengar hal itu. Tidak menyangka jika Leo akan melakukan hal buruk seperti itu.

__ADS_1


“Kamu lihat dia?” tanya Liam memastikan.


“Iya, tadi mamanya mencarinya karena tidak ke rumah sakit. Aku menebak dia ada di apartemen. Karena itu aku ke sana. Dan benar saja dia ada di sana. Sayangnya, dia bersama seorang wanita tanpa memakai pakaian sama sekali.” Tangis Loveta pecah kembali. Dia merasa hancur ketika melihat pria yang bersamanya selama ini mengkhianatinya.


Liam seolah masih tidak bisa percaya. Padahal kemarin dia melihat Leo yang masih menunjukkan sebesar apa dia mencintai Loveta, tetapi kini tiba-tiba dia berkhianat.


Liam membawa Loveta ke dalam pelukannya. Mencoba menenangkannya.


“Tenanglah.” Liam sadar hanya itu yang bisa dilakukannya.


“Aku tidak mau bersama pria seperti itu, Kak. Aku benci padanya. Dia mengkhianati aku.” Di dalam pelukan Liam, Loveta meluapkan kekesalannya itu.


Liam tidak bisa berkomentar apa-apa. Terlebih lagi Loveta melihat dengan mata kepalanya sendiri.


“Lalu apa yang ingin kamu lakukan?” Liam mencoba menanyakan pada Loveta.


Loveta menjauhkan tubuhnya dari Liam.  “Aku akan mengatakan pada papi dan membatalkan pernikahan kami.” Loveta tidak bisa melanjutkan pernikahannya. Apalagi bersama pria yang sudah mengkhianatinya.

__ADS_1


Liam termangu. Apakah takdir sedang berpihak padanya? Karena itu yang selama ini diharapkan oleh Liam. Menunggu hubungan Loveta dan Leo kandas.


__ADS_2