
Loveta menunggu Leo. Sampai akhirnya Bella keluar dari ruang ICU.
“Leo, bagaimana ini? Papamu.” Bella menangis.
Leo langsung memeluk mamanya. Dia berusaha untuk menenangkan sang mama.
“Tenang, Ma. Kita akan ajukan banding.” Leo tetap akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan kembali restoran tersebut.
“Tapi, jika kita kalah lagi bagaimana? Papamu pasti akan sangat terpukul ketika mendapati kenyataan restoran bukan miliknya lagi.” Bella menangis di dalam pelukan Leo.
“Kita berusaha dulu, Ma. Semampu kita agar bisa mendapatkan restoran itu kembali.” Tidak ada yang bisa dilakukan Leo selain menenangkan sang mama. Dia sadar memang akan sangat sulit mendapatkan restoran kembali.
Loveta yang melihat hal itu merasa tidak tega sekali. Karena keluarga Leo begitu terpukul sekali dengan keputusan pengadilan. Loveta sendiri tidak bisa mengomentari hasil keputusan sidang. Pastinya hakim sudah melihat bukti-bukti dan tidak akan salah menentukan hasilnya.
Mami Neta menghampiri Loveta, Leo, dan Bella. Liam yang sudah pulang membuatnya kembali ke ruang ICU.
__ADS_1
“Bagaimana keadaan Pak Josep?” tanya Mami Neta.
“Dokter masih melakukan observasi apakah perlu dilakukan pemasangan ring jantung. Untuk sementara, kami harus menjaganya dengan baik. Terutama suasana hatinya.” Leo menjelaskan pada Mami Neta.
“Aku turut prihatin dengan yang terjadi. Semoga Pak Josep segera diberikan kesembuhan.” Mami Neta mencoba memberikan dukungan.
Mami Neta dan Loveta memilih untuk berpamitan. Memberikan ruang untuk Leo dan mamanya untuk menjaga Josep.
Leo membawa sang mama ke ruang tunggu pasien. Karena masih di ruang ICU, mereka belum punya tempat untuk sekadar duduk, menjaga pasien. Mereka menunggu Josep di sana.
Leo terkejut ketika mamanya membahas tawaran Liam kala itu.
“Apa maksud Mama?” tanya Leo menelisik ke dalam bola mata sang mama.
“Leo, bagaimana jika kamu menukar Lolo saja. Berikan Lolo pada pria itu dan dapatkan restoran kembali.” Bella mencoba memberikan ide. Menurutnya itu ide bagus karena mereka akan dengan mudah mendapatkan restoran kembali.
__ADS_1
“Mama apa-apaan ini? Permintaan macam apa yang Mama berikan padaku?” Leo benar-benar tidak menyangka jika mamanya akan meminta hal itu padanya.
“Leo, kita akan sulit mendapatkan kembali restoran. Papamu berada di ruang ICU dan jika kita tidak mendapatkan restoran itu lagi, papamu bisa saja meninggal.” Bella benar-benar ketakutan ketika membayangkan kehilangan suaminya.
“Ma, jangan bercanda. Aku mencintai Lolo. Aku tidak akan melakukannya.” Leo langsung menolak permintaan dari mamanya.
“Baiklah, jika kamu tidak mau, biarkan saja papamu meninggal.” Bella kesal sekali dengan anaknya yang tidak mengerti keadaannya.
“Kenapa Mama mengatakan seperti itu?” Leo semakin tidak mengerti kenapa mamanya sampai berpikir sejauh itu.
“Kita akan kehilangan restoran. Papamu kena serangan jantung dan butuh biaya banyak. Jadi tentu saja jika restoran sudah bukan punya kita. Kita tidak bisa membiayai papamu.” Bella mencoba menjelaskan pada anaknya itu.
Leo benar-benar pusing sekali. Berada dalam keadaan seperti ini membuatnya sakit kepala. Bagaimana bisa dia menyerahkan wanita yang dicintainya. Namun, papanya harus diselamatkan. Restoran sudah seperti nyawa bagi papanya. Jadi wajar jika papanya begitu terpukul kehilangan restoran.
Apa yang harus aku lakukan?
__ADS_1
Leo tidak tahu mama yang harus dilakukannya. Menyerahkan Loveta pada Liam atau membiarkan papanya meninggal karena kehilangan restoran.