
Loveta begitu bersemangat sekali. Dia merias dirinya untuk melakukan pemotretan. Loveta sengaja mengambil waktu senja untuk mendapatkan latar pemandangan yang indah.
“Apa riasan wajahku sudah bagus?” Loveta merias wajahnya sendiri. Lagi pula dia tidak berdandan menor.
“Sudah cantik.” Liam memuji sang istri.
Loveta tersenyum. Dia segera memakai gaun yang sudah disiapkannya. Ada beberapa gaun yang disiapkannya. Warna itu senada dengan kemeja yang dipakai Liam.
Mereka segera ke lokasi. Di sana sudah ada photographer yang akan memotret Loveta dan Liam. Tanpa menunggu lama, Loveta dan Liam segera melakukan pemotretan.
Mereka berdua bergaya di depan kamera. Mereka sudah seperti model profesional saja. Photographer mengarahkan gaya mereka berdua. Keduanya tampak mengikuti. Saat Loveta foto sendiri, beberapa angle diambil dengan memperlihatkan perut Loveta yang hamil.
Terakhir mereka foto dengan masuk ke dalam air. Tentu saja itu menambah kesan estetik foto yang akan dihasilnya. Tak sabar tentu saja menunggu hasilnya. Akan menjadi pajangan indah di rumah baru mereka nanti.
Mereka melakukan pemotretan sampai matahari terbenam. Loveta yang sudah basah karena masuk ke dalam air pun memilih untuk segera kembali ke vila. Harus segera mengganti bajunya yang basah tersebut.
__ADS_1
Sesampainya di hotel, Loveta segera membersihkan tubuhnya. Setelah ini mereka akan makan malam. Jadi tentu saja mereka harus segera membersihkan tubuh.
...****************...
“Sepertinya bintang lebih banyak dibanding semalam.” Loveta menatap langit. Semalam mereka juga makan malam di pinggir pantai. Namun, tidak tampak bintang berkelip di langit.
“Sepertinya hari ini cuacanya bagus. Jadi bintang terlihat.” Liam menatap ke arah langit juga.
Loveta mengangguk-anggukkan kepalanya. Membenarkan ucapan suaminya.
“Apa kamu sudah menemukan nama yang pas untuk anak kita?” Di tengah-tengah makan, Liam melemparkan pertanyaan itu pada istrinya.
Loveta tampak berpikir. “Ada.” Dia mengangguk.
“Apa?” tanya Liam penasaran.
__ADS_1
“Jika perempuan aku akan beri nama Luella Lumina artinya perempuan bagai peri kecil yang bersinar dan senang membantu orang lain.”
Liam mengangguk-anggukkan kepalanya. Nama yang indah dan arti yang indah.
“Kalau dia laki-laki?” Liam penasaran.
“Aku masih bingung. Mau berikan dia nama Lukas, tapi belum tentu dia lahir di waktu fajar. Jika dia tidak lahir di waktu fajar, aku akan berikan nama Luigi. Dia adalah nama prajurit di Italia.” Loveta menjelaskan.
Liam tersenyum. Dia merasa jika istrinya pandai memberikan nama. “Untuk yang laki-laki hanya satu nama?” Liam merasa aneh. Nama untuk anak perempuan dua kata. Namun, laki-laki tidak.
“Aku mau pakai dua nama keluarga. Jadi Lukas Fabrizio Smith atau Luigi Fabrizio Smith.” Loveta menjelaskan nama itu. Karena tidak tahu anaknya akan lahir laki-laki atau perempuan. Tidak tahu akan lahir waktu apa. Jadi dia membuat beberapa pilihan.
Liam merasa bangga pada sang istri. Karena sang istri memakai dua nama keluarga. Walaupun Liam sejujurnya tidak suka dengan nama Smith, tetapi darah keluarga Smith mengalir di tubuhnya. Jadi dia tidak masalah menggunakannya.
Liam mengembuskan napas. “Aku tak sabar melihat anak kita. Apakah dia perempuan apa laki-laki?”
__ADS_1
“Ini akan jadi kejutan untuk kita.” Loveta tersenyum.