
Hari ini akhirnya pertunangan Leo dan Loveta dilaksanakan. Semua keluarga menghadiri acara tersebut. Acara diadakan di restoran milik keluarga Leo. Dihadiri keluarga dan kerabat dekat.
Leo menyematkan cincin ke jari Loveta dan begitu sebaliknya. Keduanya begitu senang akhirnya setelah menjalin hubungan cukup lama, akhirnya mereka bisa perlahan melangkah ke jenjang yang lebih serius.
Di saat kebahagiaan itu terjadi. Ada seseorang yang terluka di sudut lain. Liam hanya bisa menyesali apa yang dilakukannya. Dia justru melepaskan gadis yang dicintai. Andai dia punya keberanian untuk mengatakan cinta, mungkin hal seperti ini tidak akan terjadi. Sayangnya semua sudah terlambat.
“Kamu datang ke sini juga ternyata.” Leo menghampiri Liam. Tidak menyangka jika Liam datang ke pertunangannya. Padahal dia tidak mengundang. Namun, Leo sadar jika Liam berasal dari pihak keluarga Loveta.
Baru saja Liam melihat Leo di depan bersama Loveta. Tiba-tiba sekali pria itu sudah di sampingnya. “Tentu saja aku akan datang. Melihat kalian menikmati restoran ini untuk acara, terakhir kalinya.” Liam menyeringai. Senang jika membuat keluarga Smith kesal.
Terbukti benar. Leo seketika begitu kesal ketika Liam mengatakan hal itu.
“Kamu tidak akan mendapatkan restoran ini.” Leo tidak akan rela jika apa yang sudah dimiliki direbut.
“Kamu sepertinya sangat takut kehilangan restoran yang bukan milikmu ini.” Liam tersenyum tipis.
__ADS_1
“Jangan senang dulu. Pertarungan mendapatkan Loveta saja sudah aku menangkan. Jadi tentu saja pertarungan restoran akan aku menangkan lagi. Kamu tidak akan mendapatkan restoran itu sama sekali.” Leo tak mau kalah dengan Liam. Dia puas dengan apa yang dicapainya.
Kali ini giliran Liam yang kesal. Memang kini dirinya kalah dengan Leo. Karena Leo yang mendapatkan Loveta.
“Jangan senang dulu. Persidangan sedang berjalan. Sejauh ini, jelas aku adalah pihak yang akan memiliki bukti kuat. Jadi jangan sombong dulu karena kamu harus bersiap menyerahkan restoran padaku.” Liam tetap tenang. Tidak terprovokasi sama sekali dengan Leo.
Leo benar-benar kesal sekali. Karena ternyata Liam lebih unggul dari dirinya.
“Pergilah menemani Cinta karena jika kamu meninggalkan sendiri, aku akan merebutnya.” Liam menyeringai. Dia segera mengayunkan langkahnya. Meninggalkan Liam. Namun, langkahnya terhenti. “Tawaranku masih berlaku jika kamu mau menukar restoran.” Dia kembali mengingatkan Leo tentang tawarannya menukar Loveta dengan restoran.
Leo benar-benar kesal sekali. Karena ternyata Liam masih berusaha merebut Loveta meskipun Loveta sudah menjadi tunangannya.
...****************...
Liam menghampiri Bu Kania. Menyapa ibunya itu.
__ADS_1
“Apa kamu tidak sedih?” tanya Bu Kania.
“Sedih kenapa?” tanya Liam.
“Gadis kecil yang kamu sukai akan segera menikah dengan orang lain.”
Mendapati pertanyaan itu membuat Liam langsung menatap Bu Kania. Dia tidak menyangka Bu Kania tahu perasaannya.
“Sejak dengar calon istrimu adalah teman masa kecilmu tentu saja yang di pikiranku hanya Loveta. Aku kenal semua temanmu, dan mereka tidak ada yang dekat denganmu. Jadi jawabannya hanya Loveta.” Bu Kania menebak semua yang pernah diceritakan Liam. Karena tidak menemukan kesamaan, akhirnya dia paham jika bukan anak-anak panti yang menjadi calon istri Liam.
“Iya, Bu. Memang benar dia.” Liam menjawab sambil melihat Loveta yang sedang menyalami tamu.
“Sepertinya kamu harus mengakhiri perasaanmu, Liam. Dia sudah bahagia dengan pilihannya.” Bu Kania mencoba menjelaskan pada Liam.
“Semua belum berakhir, Bu. Aku akan menunggunya benar-benar bahagia. Jika dia tidak bahagia, maka aku akan ada untuknya.” Liam memandangi Loveta dari kejauhan. Dia masih yakin ada keajaiban terjadi. Karena dia benar-benar tulus pada Loveta.
__ADS_1