
Loveta harus buru-buru menyelesaikan pekerjaannya karena suaminya meminta bertemu tiba-tiba. Dia merasa benar-benar heran kenapa sang suami memintanya datang tiba-tiba.
Sesampai di restoran, Loveta bertanya pada pramusaji di mana suaminya berada. Ternyata suaminya berada di ruangan privat. Tempat di mana tamu dapat makan di ruangan khusus tanpa bersinggungan dengan pengunjung lagi.
Pramusaji membukakan pintu untuk Lovate. Kemudian mempersilakan Loveta untuk masuk.
Loveta dengan senang hati masuk. Tak lupa mengucapkan terima kasih.
Sayangnya, baru saja masuk, Loveta dikejutkan dengan sang suami yang tidak sendiri. Sang suami bersama dengan seorang wanita.
Loveta melihat wanita yang bersama Liam. Dia merasa tidak asing dengan wajah tersebut. Namun, tidak tahu di mana pernah bertemu.
“Sayang.” Liam berdiri. Menghampiri sang istri yang masih di depan pintu.
Loveta menarik senyum tipis di sudut bibirnya ketika sang suami menghampiri.
Liam menautkan pipi pada sang istri. “Apa jalanan macet?” tanyanya Liam.
“Iya, jalanan sedikit macet, dan aku tadi harus menyelesaikan pekerjaanku. Maaf aku terlambat.” Loveta menatap sang suami.
Sambil menatap suaminya yang berada tepat di depannya, Loveta melirik wanita yang bersama Liam.
“Siapa?” tanya Loveta lirih.
“Ayo, aku akan kenalkan.” Liam merengkuh pinggang sang istri. Mengajak untuk menghampiri Lavelle.
Loveta berjalan bersama sang suami. Semakin dekat, Loveta semakin merasa wajah wanita itu tidak asing.
“Sayang, kenalkan, ini adalah Lavelle-manajer Fresh-Fresh Shop.” Liam memperkenalkan Lavelle pada sang istri.
__ADS_1
“Lavelle.” Lavelle memperkenalkan diri pada Loveta.
Loveta masih terdiam. Memerhatikan Lavelle sambil mencari kepingan memori di kepalanya. Kapan dia pernah bertemu dengan wanita yang sedang memperkenalkan diri.
“Kamu wanita yang waktu itu.” Akhirnya Loveta menemukan kepingan ingatannya. Dia menemukan siapa gerangan wanita di depannya itu. Wanita itu adalah wanita yang tidur dengan Leo.
“Sayang, kamu ingat dia?” Liam menatap sang istri memastikan.
Loveta mengalihkan pandangan pada sang suami. “ Dia wanita yang bersama Leo di apartemen.” Dia menjelaskan siapa wanita itu.
Liam langsung berbinar. Ternyata benar jika Lavelle adalah wanita yang tidur dengan Leo.
“Akhirnya terjawab sudah.” Liam langsung memeluk sang istri.
Loveta benar-benar bingung dengan sang suami yang tiba-tiba memeluknya. Apa hubungannya pelukan itu dengan ucapannya.
Lavelle langsung menarik tangannya yang masih mengulur. Akhirnya mendapatkan jawaban jika Leo yang tidur dengannya. Persis dengan yang dikatakan Liam. Apalagi istri Liam sudah membenarkan jika waktu itu melihat dirinya.
Liam segera melepaskan pelukannya. “Ayo duduk dulu, aku akan jelaskan.” Liam menarik kursi untuk sang istri duduk.
Loveta masih terdiam. Memandang Liam, sesekali memandang Lavelle. Di dalam pikirannya banyak sekali pertanyaan, dan hanya dapat dijawab Liam.
“Jadi Lavelle ini mencari Leo, tetapi karena informasi yang didapat tidak lengkap. Dia hanya dapat informasi jika yang tidur dengannya kala itu adalah pemilik Marlene Resto. Dia mengira itu aku. Jadi aku sengaja memintamu datang untuk menjelaskan jika itu bukan aku.” Liam menjelaskan pada sang istri dengan rinci.
Akhirnya Loveta tahu kenapa sang suami memintanya buru-buru datang.
Loveta mengalihkan pandangan pada Lavelle. “Kamu tidak kenal Leo sebelumnya?” Dari bagaimana Lavelle mencari Leo, dia merasa jika wanita itu tidak mengenal Leo sebelumnya.
“Aku tidak kenal pria itu. Aku bertemu di restoran saat dia minum. Karena aku juga ingin minum, aku bergabung dengannya. Aku juga tidak ingat bagaimana kami bisa sampai di apartemen. Aku baru tersadar saat mendengar suaramu.” Lavelle mencoba menjelaskan versinya.
__ADS_1
Loveta mengangguk mengerti. Dia kenal Leo sejak lama. Tahu pasti jika Leo tidak kenal banyak wanita. Jadi jika dia baru kenal wanita di depannya itu mungkin saja. Dan satu hal yang akhirnya Loveta tahu adalah Leo dan Lavelle melakukannya dalam keadaan tidak sadar.
“Lalu kamu mencari tahu, dan menduga jika pria itu suamiku?” Loveta memastikan.
“Iya, karena waktu itu juga aku lupa wajah Leo. Saat melihat Pak Wiliam, aku merasa jika itu dia.” Lavelle merutuki kebodohannya.
Loveta memandang sang suami. Sang suami memang memiliki kemiripan dengan Leo. Walaupun tidak banyak. Loveta tidak bisa membayangkan bagaimana sang suami dituduh meniduri wanita lain. Pasti suaminya itu panik sekali.
“Lalu sekarang di mana Leo?” Lavelle begitu penasaran sekali. Dia ingin bertemu pria itu.
Liam dan Loveta saling pandang. Mereka sendiri juga tidak tahu di mana keberadaan Leo.
“Kami tidak tahu di mana sekarang Leo berada. Dia pergi setelah restoran jatuh ke tanganku.” Liam mengatakan apa adanya.
Pupus sudah harapan Lavelle untuk bertemu Leo ketika mendengar jika tidak ada yang tahu keberadaan Leo.
“Jika kami menemukan Leo. Kami akan memberitahumu.” Liam mencoba menenangkan Lavelle.
Lavelle memaksakan senyumnya. “Tolong kabari aku jika bertamu dengannya.”
Liam menganggukkan kepalanya
“ Maaf aku sudah menuduh kamu dengan tidak sopannya.” Lavelle pun akhirnya meminta maaf. Karena dia sadar jika tadi dia langsung menuduh Liam begitu saja.
“Tidak apa-apa. Lagi pula kamu memang tidak tahu. Mungkin karena wajahku sedikit mirip, jadi kamu mengira itu adalah aku.” Liam tersenyum. Dia tidak mempermasalahkan hal itu. Lagi pula sekarang semua ini sudah selesai. Jadi tidak ada yang perlu dipermasalahkan.
Loveta memerhatikan Lavelle dengan saksama. Dia melihat jelas raut kecewa Lavelle. Padahal dia sedang berusaha mencari Leo.
“Apa kamu hamil?” tanya Loveta. Bagaimana Lavelle ingin bertemu Leo membuatnya penasaran. Apa yang mendasari Lavelle ingin sekali bertemu dengan pria itu setelah sekian lama.
__ADS_1