Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 65


__ADS_3

Akhirnya setelah tiga hari di ruang ICU, Josep sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Keadaannya sudah jauh lebih baik, tetapi tetap harus dijaga. Terutama suasana hatinya.


Pengacara mengabari Leo jika mereka tidak bisa menjamin akan mendapatkan restoran kembali karena sudah kalah bukti dari Liam. Kini Leo tidak punya jalan keluar untuk mendapatkan lagi restoran tersebut.


“Leo, sudahlah. Lebih baik kamu lepaskan saja Loveta dan mintalah restoran itu kembali pada pria itu.” Bella mencoba membujuk anaknya lagi.


Leo masih bingung. Rasanya berat melepaskan Loveta karena dia mencintai Loveta. Namun, melihat mama dan papanya dalam keadaan seperti ini, membuatnya tidak tega sama sekali. Dia merasa tidak berguna menjadi anak.


Tepat saat sedang dalam pikirannya, tiba-tiba suara ponsel Leo berdering. Leo melihat ponselnya untuk tahu siapa gerangan yang menghubunginya. Ternyata Loveta. Dengan segera Leo mengangkat sambungan telepon.


“Leo, bisakah kita bertemu.” Loveta di seberang sana berbicara.


Keadaan papanya sudah jauh lebih baik. Leo merasa tidak masalah jika mamanya ditinggal dulu. Karena itu, dia akhirnya memutuskan untuk menerima ajakan Loveta.


“Baiklah, kita bertemu di restoran.” Leo memberitahu di mana harus bertemu.


“Baiklah, kita bertemu di sana.”


Leo segera mematikan sambungan telepon.


“Aku keluar dulu, Ma.” Leo berpamitan pada sang mama.


“Iya.” Bella mengangguk.

__ADS_1


Leo segera pergi ke restoran miliknya. Bertemu dengan Loveta.


Saat sampai di restoran, Loveta belum tampak sampai. Leo memilih untuk melihat-lihat restoran lebih dulu. Sambil mengecek restoran.


Restoran tampak ramai sekali. Restoran memang cukup terkenal. Apalagi mereka sudah bekerja sama dengan chef-chef handal. Melihat perkembangan restoran, Leo merasa tidak rela jika sampai jatuh ke tangan Liam. Namun, Leo bingung harus berbuat apa.


Leo segera menuju ke salah satu meja di restoran. Menunggu Loveta di sana.


Beberapa saat kemudian Loveta datang. Karyawan restoran memberitahu di mana Leo berada.


“Apa kamu sudah lama?” tanya Loveta seraya mendudukkan tubuhnya.


“Belum.” Leo menggeleng.


“Ada apa kamu ingin bertemu denganku?” tanya Leo.


“Leo, aku tahu kamu masih sibuk dengan papamu, tapi pernikahan kita tinggal tiga minggu lagi. Berkas-berkas pernikahan kita belum selesai. Apa kamu bisa meluangkan waktu untuk mengurusnya lebih dulu.” Loveta memberanikan diri untuk mengatakannya pada Liam.


Mendapati permintaan itu membuat Leo hanya bisa terdiam. Sejak mengurus restoran dan berlanjut mengurus papanya, Leo tidak sama sekali memikirkan Loveta dan pernikahan mereka. Leo hampir saja lupa jika dia akan segera menikah dengan Loveta.


“Maafkan aku Lolo. Karena aku sibuk mengurus semua ini, jadi membuat urusan kota tertunda.”


“Aku paham sekali. Tapi, coba luangkan waktu sebentar saja.” Loveta menatap penuh harap.

__ADS_1


“Berikan aku waktu, aku akan mengurusnya.” Leo merasa butuh waktu untuk menyelesaikan semua itu.


“Baiklah, tolong kabari aku. Agar aku bisa bilang pada papi. Karena kami tidak bisa menyebar undangan jika kamu belum mengurus berkas pernikahannya.” Sejak kemarin papinya terus bertanya tentang kesungguhan Leo. Karena tidak ada omongan sama sekali dari Leo.


“Aku akan kabari.” Leo mengangguk.


“Aku tidak bisa lama-lama. Jadi aku harus pergi.” Loveta harus bertemu klien. Jadi dia harus segera pergi.


“Baiklah.” Leo mengangguk.


Segera Loveta pergi meninggalkan Leo. Saat Loveta pergi, Leo masih memilih untuk tinggal di restoran.


Leo memikirkan bagaimana menyelesaikan masalahnya. Semua masalah bertubi-tubi datang menghampiri. Seolah tidak ada celah sama sekali untuk menyelesaikannya.


Di saat memikirkan semua itu, tiba-tiba sekali, Leo terpikir sesuatu. Dengan segera Leo mengambil ponselnya.


“Aku ingin bertemu.” Leo langsung bicara dengan seseorang di sambungan telepon.


“Di mana?”


“Di restoran.” Leo memberitahu di mana harus bertemu.


“Aku akan datang.”

__ADS_1


__ADS_2