
Siang ini Liam dan Loveta pergi ke panti asuhan. Sebelum ke sana. Mereka memilih untuk membeli makanan terlebih dahulu. Kue untuk anak-anak panti asuhan.
Saat sampai di panti asuhan semua anak menyambut Liam dengan senangnya. Dia meminta pengurus panti asuhan ini untuk membagikan kue untuk anak-anak.
Tampak anak-anak begitu antusias sekali ketika melihat hal itu. Liam dan Loveta begitu senang ketika ternyata anak-anak begitu antusias sekali.
Setelah selesai membagikan makanan, akhirnya Liam dan Loveta menemui Bu Kania. Liam dan menyalami Bu Kania.
“Ibu apa kabar?” tanya Liam.
“Kabar Ibu baik.” Bu Kania tersenyum.
Liam senang melihat Bu Kania sehat. Baginya itu saja sudah cukup. Mengingat Usia Bu Kania sudah cukup tua.
“Lolo bawa kue untuk Ibu.” Loveta memberikan sekotak kue khusus yang dibelinya.
“Kalian ini kalau ke sini selalu repot-repot.” Bu Kania merasa beruntung dikelilingi orang-orang baik.
“Tidak repot, Bu. Kami justru senang.” Loveta bersemangat sekali. “Kalau begitu Lolo akan ambilkan piring untuk kuenya.” Loveta berniat untuk menyuapi Bu Kanaya jadi dia mengambil kue di dapur.
Kini tinggal Liam dan Bu Kanaya saja yang ada. Mereka berdua mengobrol ringan. Membahas tentang keseruan anak-anak.
Loveta kembali dengan membawa piring berisi kue. Kemudian menyuapi kue tersebut untuk Bu Kania.
Mendapatkan perhatian tersebut membuat Bu Kania begitu senang. Dia melihat bagaimana Loveta dan Liam tumbuh besar dan mereka tubuh menjadi anak yang baik.
__ADS_1
“Bu, besok adalah pembukaan kantor baru. Liam ingin mengajak Bu Kania juga hadir di sana. Liam ingin orang-orang yang Liam sayangi ada di tempat yang berharga itu.” Liam meraih tangan Bu Kania.
“Apa kamu akan membuka kantor di sini?” Bu Kania memastikan. Dia memang tidak tahu apa yang terjadi pada Liam selama ini.
“Iya, Bu. Liam berniat menetap di sini. Jadi mau memindahkan kantor di sini.” Liam memang ingin selalu bersama istrinya. Apalagi sang istri bekerja di sini.
“Ibu senang dengarnya. Jadi kamu tinggal dekat dengan Ibu di sini.” Bu Kania begitu senang sekali karena akhirnya Liam akan tinggal di Indonesia lagi. “Ibu akan datang nanti ke acara pembukaan kantormu.” Bu Kania tidak mau kehilangan momen tersebut
Melihat Bu Kania yang bahagia membuat Liam ikut senang. Ternyata keputusannya untuk menetap tidak hanya membuat istrinya senang. Ternyata orang lain ikut senang juga.
...****************...
“Mami dan papi ke mana, Nessia?” tanya Loveta.
“Mami dan papi ada acara pernikahan teman papi.” Nessia menjawab sambil menonton televisi.
Loveta melihat adiknya masih fokus pada televisi.
“Danish ke mana?” Loveta duduk tepat di samping sang adik.
“Dia pergi bersama teman-temannya. Ada acara amal.” Nessia menjelaskan ke mana sang saudara pergi.
“Kamu tidak pergi?” Loveta penasaran karena sang adik diam di rumah.
__ADS_1
“Malas.” Nessia masih fokus pada film yang ditonton.
Loveta yang penasaran langsung mengalihkan pandangan pada film yang ditonton sang adik. Ternyata film sedang akan melakukan adegan kissing. Reflek Loveta langsung mematikan televisi.
“Kak Cinta.” Nessia kesal sekali. Sedang seru-serunya menonton, tiba-tiba televisi dimatikan.
“Anak kecil tidak boleh menonton seperti itu.” Loveta memberitahu sang adik.
“Astaga, aku juga tahu mana yang harus dilalukan dan mana yang tidak.” Nessia semakin kesal dengan aksi sang kakak.
“Tidak boleh.” Loveta tetap teguh pendiriannya.
“Kak, aku sudah tujuh belas tahun. Bukan anak-anak lagi.” Nessia masih teguh dengan pendiriannya.
Loveta sadar jika adiknya sudah besar. Namun, dia masih belum rela mata sang adik ternoda.
“Ini.” Karena tak mau berdebat akhirnya Loveta memberikan pada Nessia. “Ayo, Sayang, kita ke kamar saja.” Loveta segera berdiri dan mengajak sang suami.
Liam mengangguk. Mereka berdua lalu ke kamar yang berada di lantai dua.
Nessia melanjutkan kembali untuk menonton. Sayangnya, adegan tadi sudah terlewat. Lebih parah lagi filmnya sudah selesai.
“Dasar Kak Cinta menyebalkan.” Loveta kesal sekali kakaknya mengganggu kesenangannya.
__ADS_1