
Persidangan kasus perebutan restoran kembali digelar. Tentu saja Liam fokus pada hal itu. Agenda sidang kali ini adalah jawaban tergugat. Jadi pihak keluarga Smith akan memberikan jawaban atas gugatan yang diberikan. Pihak keluarga Smith masih melanjutkan kembali gugatan karena mereka masih berupaya untuk mendapatkan restoran tersebut. Bagi Liam itu bukan perkara besar. Karena dia yakin bisa menang atas gugatan itu. Apalagi bukti yang dimiliki cukup kuat.
Keluarga Smith sebenarnya cukup panik. Karena memang bukti yang dimiliki Liam sangat kuat. Namun, mereka tetap akan berupaya.
Josep dan Bella sedang sibuk bicara dengan pengacara. Mereka membahas apa yang harus mereka lakukan setelah ini. Mereka merencanakan beberapa hal dengan pengacara.
Di saat orang tuanya sedang berbicara dengan pengacara, Leo memilih menghampiri Liam yang berdiri tak jauh dari tempatnya.
Liam yang melihat adik tirinya itu menghampirinya hanya tersenyum. Tentu saja tidak takut sama sekali.
“Aku rasa usaha kalian akan sia-sia. Jadi kenapa harus repot mendapatkan kembali restoran.” Liam tersenyum. Dia senang membuat keluarga Smith kesal. Apalagi Leo.
“Jangan senang dulu. Persidangan ini belum selesai.” Leo maju paling depan untuk mempertahankan restoran. Tentu saja tidak akan tinggal diam
Dua pewaris Smith itu saling berhadapan. Melayangkan tatapan tajam. Keduanya menatap dengan penuh kebencian.
__ADS_1
“Oh ... ya, aku akan bertunangan dengan Lolo. Aku harap kamu datang.” Ini adalah kemenangan pertamanya.
Liam mengepalkan tangannya. Ini adalah kekalahan terbesar bagi Liam. Kehilangan Loveta adalah pukulan berat baginya.
“Aku bisa berhenti meminta restoran itu dengan satu syarat. Berikan Loveta padaku, maka aku lepaskan restoran itu.” Liam memberikan penawaran pada Leo. Harga yang sebanding untuk mendapatkan Loveta.
Leo tersenyum. Tidak menyangka jika Liam akan menukar restoran padanya dan mengganti dengan kekasihnya. Namun, dia tidak akan melepaskan begitu saja. “Aku tidak akan melepaskan keduanya.” Leo tidak akan pernah melepaskan gadis yang dicintainya. Dia juga akan berusaha mempertahankan Loveta dan juga restoran miliknya.
“Baiklah jika memang itu maumu. Berusahalah lebih keras untuk mempertahankan keduanya, karena aku akan merebut keduanya.” Genderang perang sudah digaungkan. Tentu Liam tidak akan tinggal diam.
“Apa dia melukaimu?” tanya Bella panik ketika melihat sang anak.
“Tidak, Ma.” Leo menggeleng.
Bella bersyukur ternyata Liam tidak melakukan apa-apa pada anaknya. “Lalu bicara apa anak itu tadi?” tanya Bella.
__ADS_1
“Dia meminta Lolo sebagai ganti jika mau melepaskan restoran.” Leo mencibirkan bibirnya meledek ucapan Liam baru saja.
“Dia mau Lolo?” tanya Bella memastikan.
“Iya, tapi aku tidak akan membiarkan keduanya menjadi miliknya.” Leo berbalik. Menyusul sang papa yang sedang asyik mengobrol dengan pengacara.
Bella masih melihat Liam yang juga sedang berbicara dengan pengacara. Ternyata Liam menyukai Loveta. Dia merasa punya ide untuk membuat Liam melepaskan restorannya itu. Dengan cara meminta calon menantunya membujuk Liam.
...****************...
Liam menjatuhkan tubuhnya di sofa yang berada di ruang tamu apartemennya. Rasanya kesal sekali ketika mengetahui jika Loveta dan Leo akan bertunangan. Liam pikir menukar restoran pada Leo dengan ganti memberikan Loveta padanya akan berhasil. Mengingat keluarga Smith berusaha keras untuk mempertahankan restoran. Sayangnya, tebakannya salah. Leo tidak tergoda tawarannya. Justru memilih keduanya.
“Apa aku harus mengatakan cinta sekarang? Agar dapat keduanya?” Tiba-tiba terlintas di pikiran Liam untuk mengungkapkan cinta pada Loveta.
“Aku harus menemui Cinta.” Liam segera mengambil ponselnya. Kemudian mengirim pesan untuk mengajak Loveta bertemu. Dia merasa harus segera mengatakan pada Loveta tentang perasaannya.
__ADS_1