Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 175


__ADS_3

Sesuai rencana hari ini Liam dan Loveta akan menikmati babymoon mereka ke Bali. Liam memang dibuat jatuh hati dengan negeri ini. Keindahan alamnya tak bisa ditolak. Mereka memilih untuk melakukan penerbangan sore. Agar Loveta bisa langsung beristirahat di vila. Kebetulan hotel berada di pinggir pantai. Dari vila, pantai terlihat. Jadi mereka tidak perlu jauh-jauh untuk menikmati pantai.


Jam empat Liam dan Loveta sampai di vila. Saat sampai di vila mereka disambut dengan pemandangan indah pantai. Angin yang bertiup, begitu menyejukkan sekali.


“Aku rindu udara pantai seperti ini. Aroma laut yang menenangkan.” Liam melebarkan tangannya. Menikmati embusan angin yang menerpa.


Loveta tersenyum ketika melihat aksi sang suami yang begitu tampak senang ketika berada di vila. “Lihatlah, Sayang. Papi senang sekali.” Dia membelai lembut perutnya. Mengadukkan pada anaknya.


Mendengar itu, Liam langsung menoleh. Dia segera berjongkok agar sejajar dengan perut sang istri. “Apa kamu tahu, Sayang. Pantai itu begitu indah. Nanti jika kamu lahir, papi akan ajak kamu ke sini. Kita bermain di pinggir pantai.” Rasanya tak sabar menikmati waktu bersama anaknya. Hal yang pasti akan sangat menyenangkan.


“Iya, Papi.” Loveta tersenyum. Mereka sudah sepakat untuk memanggil papi-dan mami. Jadi mereka mulai membiasakan diri.


Liam yang gemas langsung menegakkan tubuhnya. Mensejajarkan tubuhnya dengan sang istri. Sebuah kecupan mendarat di bibir sang istri. Dia gemas sekali ketika sang istri menjawab pertanyaannya mewakilkan sang anak.


“Istirahatlah, kamu pasti lelah.” Liam menangkup wajah sang istri.


“Iya, aku juga ingin istirahat.” Loveta memang merasa lelah. Mungkin karena perutnya sudah mulai besar. Jadi dia mulai mudah kelelahan.

__ADS_1


Liam membantu sang istri untuk merebahkan tubuh di tempat tidur. Hal itu dilakukan agar sang istri dapat beristirahat dengan tenang. Sambil menunggu sang istri yang sedang beristirahat Liam merapikan barang-barang. Loveta memerhatikan sang suami yang sibuk merapikan barang-barang bawaannya. Namun, perlahan matanya terpejam. Rasa kantuk menghampirinya.


“Dia sudah tidur.” Liam tersenyum ketika melihat sang istri yang sudah tertidur. Dia melanjutkan merapikan barang-barang bawaannya. Liam memang tidak suka sesuatu yang berantakan.


 


...****************...


 


Loveta membuka matanya ketika mendengar suara air. Saat matanya terbuka, hal pertama dilihatnya adalah sang suami yang sedang asyik berenang. Loveta tersenyum. Dia menebak jika sang suami sedang kepanasan. Jadi dia berenang.


Saat menemukan baju renang tersebut, Loveta segera memakainya. Kemudian menyusul sang suami di kolam renang. Tak sabar untuk berenang dulu.


Liam yang naik ke permukaan melihat sang istri yang sudah berdiri di pinggir kolam renang. Dia terkejut dengan keberadaan sang istri yang tiba-tiba sudah berada di pinggir kolam renang. Padahal tadi saat ditinggal berenang, sang istri sedang terlelap tidur.


Pandangan Liam tertuju pada tubuh seksi sang istri. Dengan baju renang one piece, perut Loveta yang hamil tampak menggemaskan sekali. Belum lagi paha mulus sang istri, membuat Liam tidak bisa berhenti untuk memandangnya. 

__ADS_1


Liam naik ke permukaan. Berdiri tepat di depan sang istri. “Kapan kamu bangun?” Dia tidak sama sekali melihat sang istri bangun tadi.


“Tadi, mungkin karena kamu sibuk berenang, jadi tidak melihat aku bangun.” Loveta mengusap wajah sang suami yang basah.


Liam membalas dengan membelai perut sang istri. “Memakai pakaian renang membuatmu tampak seksi sekali.”


Loveta tersipu malu. “Benarkah?” tanyanya memastikan.


“Sejak kapan aku berbohong.” Liam menangkup wajah sang istri. Kemudian mendaratkan bibirnya. Menyesap manis bibir sang istri.


Loveta membalas ciuman sang suami. Keduanya larut dalam ciuman manis. Sampai akhirnya Liam melepaskan tautan bibirnya.


“Ayo.” Liam meminta sang istri untuk turun ke kolam renang.


Loveta pun berpegangan pada sang suami. Turun ke kolam renang dan menikmati berenang. Meluncur ke tepian kolam yang berada di seberang. Saat sampai di tepian kolam, dia melihat pantai yang begitu cantik sekali. Apalagi dilihat dari ketinggian.


“Kita akan foto di sana ‘kan?” Loveta memastikan seraya menunjuk ke pantai. Besok rencana mereka akan pemotretan untuk kehamilan. Sengaja memilih pantai agar bisa jadi kenang-kenangan indah.

__ADS_1


“Iya, besok kita akan foto di sana.” Liam mengangguk.


Loveta tak sabar besok berfoto di sana. Sudah ada beberapa referensi yang diberikan pada fotografer tentang tema apa yang akan mereka ambil nanti.


__ADS_2