
Pagi ini Loveta dan Liam menikmati sarapan di pinggir kolam renang. Sayangnya Loveta memilih di pinggir kolam renang. Tak ikut berenang. Memilih untuk berjemur lebih dulu, sebelum berenang.
Di saat sang istri sibuk berjemur, Liam menikmati berenang. Air yang begitu segar membuatnya betah sekali.
Puas berenang, Liam segera naik ke permukaan. Menyusul sang istri yang sedang asyik berjemur dengan menggunakan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya.
Satu kecupan mendarat di bibir Loveta. Liam senang sekali menggoda sang istri yang sedang menikmati waktunya itu.
Loveta langsung membuka matanya ketika kecupan mendarat di bibirnya. Segera dia membuka melepaskan kacamatanya.
“Kamu sudah selesai berenang?” Loveta sempat tidur sampai saat Liam mendaratkan kecupan.
“Iya, aku ingin menemanimu sarapan lebih dulu.” Liam duduk di kursi santai yang berada tepat di sebelah Loveta.
Loveta segera bangun dan menikmati sarapan bersama Liam. Sarapan kali ini mereka memakan waffle dengan topping coklat. Beberapa potong buag juga tersedia.
“Kapan kita akan pergi menyelam?” tanya Liam menatap sang istri.
“Em ... aku masih lelah. Ingin tidur dulu hari ini.” Loveta benar-benar mengantuk sekali. Apalagi semalam mereka begadang.
Liam hanya tersenyum. Siapa lagi jika bukan dirinya yang membuat istrinya kelelahan jika bukan dirinya.
Tentu saja itu membuatnya tidak memaksakan diri untuk pergi sekarang.
“Ingat, aku akan ingin tidur siang ini. Jadi jangan ganggu.” Loveta memberikan peringatan pada sang suami. Dia benar-benar mau istirahat untuk memulihkan tenaganya.
__ADS_1
“Tidak janji.” Liam menyeringai.
“Kalau kamu menganggukku nanti aku tidak mau ikut menyelam.” Loveta memberikan ancaman pada Liam.
Liam hanya tertawa. Tak takut sama sekali dengan ancaman Loveta.
Selesai menikmati sarapan. Loveta segera masuk ke air. Menikmati segarnya air kolam.
Melihat sang istri yang berenang membuat Liam tak kuasa untuk menahan diri untuk ikut bergabung.
Loveta yang tengah berenang tiba-tiba muncul ke permukaan ketika melihat sang suami berenang ke arahnya.
“Kamu mengagetkan saja.” Loveta dibuat terkejut ketika Liam tiba-tiba muncul.
“Maaf.” Liam menarik senyumnya seraya merengkuh pinggang sang istri.
Sebuah kecupan mendarat di bibir Loveta, tetapi lama-lama kecupan itu berlanjut pada sesapan manis.
Loveta dan Liam menikmati berenang. Sambil melihat pemandangan laut yang begitu indah. Keduanya larut dalam keindahan itu.
“Aku ingin selalu menikmati suasana ini bersamamu.” Liam memeluk sang istri dari belakang. Mendaratkan kecupan di pipi sang istri.
“Tentu saja. Kita akan kembali ke sini dan menikmati suasana indah ini.” Loveta menyandar kepalanya di dada sang suami
...****************...
__ADS_1
Setelah kemarin beristirahat seharian. Hari ini Loveta dan Liam menikmati menyelam. Di dalam laut mereka melihat terumbu karang yang begitu cantiknya. Liam puas sekali bisa melihat pemandangan dalam laut. Pemandangan yang jauh jarang sekali dilihat.
Bulan madu kali ini benar-benar membuat Liam senang. Karena tidak hanya menikmati waktu bersama Loveta, tetapi juga menikmati alam pulau dewata.
Setelah puas menyelam, Liam dan Loveta menikmati bersantai di pinggir pantai. Menikmati pemandangan deburan ombak yang cantik.
“Aku rasa, aku jatuh cinta dengan negara ini.” Liam baru melihat pulau dewata, tetapi sudah jatuh cinta.
“Apa artinya kamu akan menetap di sini?” tanya Loveta.
“Istriku di sini. Lalu apa aku akan meninggalkannya?” Liam mencubit pipi sang istri.
“Lalu pekerjaanmu di Italia?” tanya Loveta.
“Aku akan bolak-balik ke sana. Aku juga bisa mengerjakannya pekerjaan dari sini.” Liam tentu saja tidak mau meninggalkan sang istri. Lebih memilih menetap bersama sang istri.
“Terima kasih.” Loveta memeluk sang suami. Merasa senang ketika sang suami memilih tetap tinggal agar bisa bersamanya.
Sebuah kecupan mendarat di dahi sang istri.
“Setelah ini kita tinggal di apartemen dulu. Sambil mencari rumah untuk kita tinggal. Kamu tidak keberatan ‘kan?” Liam menyingkirkan rambut yang beterbangan, menutupi wajah sang istri.
“Tidak masalah.” Loveta tentu saja setuju saja mau tinggal di mana. Asalkan bersama sang suami.
Tapi, setelah pulang dari bulan madu, sepertinya kita harus ke rumah mami dan papi dulu. Sekalian mengambil baju.” Loveta harus mengambil baju-bajunya untuk dibawa ke apartemen. Jadi dia harus pulang dulu.
__ADS_1
“Tentu saja. Kita akan pulang ke rumah papi dan mami dulu.” Liam setuju dengan sang istri.