Pesona Sang Pewaris

Pesona Sang Pewaris
Bab 44


__ADS_3

Usai dari makan siang, Loveta dan Leo pergi ke mal. Mereka ingin bertemu Liam di tokonya. Tadi Loveta sudah mengirim pesan jika dia ingin bertemu, dan Liam mengatakan jika dia ada di toko. Jadi meminta Loveta untuk ke toko.


“Kenapa kita ke mal?” Leo tidak mengerti kenapa sang kekasih mengajaknya untuk ke mal.


“Untuk bertemu Kak Liam, memang apa lagi?” tanya balik Loveta.


“Jika kita bertemu di restoran lagi, aku tidak mau makan.” Leo menebak jika Loveta mengajaknya untuk bertemu di restoran. Karena baru saja makan, tentu saja dia tidak sanggup jika harus makan.


“Kita tidak bertemu di restoran.” Loveta tersenyum. Lagi pula jika diminta makan lagi, pastinya dia tidak mau. Karena sudah begitu kenyang.


“Lalu kita mau bertemu di mana?” tanya Leo penasaran.


“Sudah ayo.” Loveta menarik tangan Leo. Membawanya terus berjalan menuju ke toko sepatu milik Liam.


Leo hanya bisa pasrah. Dia juga penasaran dengan pria bernama Liam itu.


Langkah Loveta semakin lambat ketika sampai di salah satu toko sepatu. Leo yang melihat hal itu mengalihkan pandangan pada nama toko sepatu tersebut.


“Marlene,” gumam Leo.

__ADS_1


Pikiran Leo kembali pada pria bernama Wiliam yang merupakan kakak tirinya. Tadi pagi pengacara memberitahu jika pria itu memiliki toko sepatu yang baru saja buka, dan toko itu bernama Marlene.


“Kenapa kita ke sini?” tanya Leo.


“Karena kita akan bertemu di sini.” Loveta membawa Leo masuk ke toko. Dia mengedarkan pandangan mencari keberadaan Liam.


Leo hanya berpikir jika Loveta ingin bertemu Liam karena pria itu mungkin sedang mencari sepatu.


Loveta mengedarkan pandangannya. Saat dia mendapati punggung lebar milik Liam, akhirnya dia menemukan pria itu.


“Kak Liam,” panggil Loveta.


Liam langsung memutar tubuhnya ketika mendapati namanya dipanggil.


Seketika Leo membulatkan matanya ketika melihat pria yang membalikkan tubuhnya itu. Pria itu adalah kakak tirinya yang ingin merebut restoran. Ternyata pria yang dimaksud Loveta itu adalah orang yang sama dengan kakak tirinya.


Tak kalah terkejut dengan Leo, Liam juga cukup terkejut ketika mendapati jika Loveta datang dengan Leo. Tadi saat mengirim pesan, Loveta hanya mengatakan jika akan datang menemuinya. Tidak mengatakan akan datang dengan siapa. Liam merasa cukup bingung. Karena dengan bertemu Leo, artinya Loveta akan tahu kebenaran tentang siapa dirinya. Liam jelas akan ada tugas khusus untuk menjelaskan pada Loveta jika sampai Loveta salah paham.


Langkah Leo terhenti. Matanya menatap tajam pada Liam yang berada tak jauh dari tempatnya berpijak.   

__ADS_1


“Ayo.” Loveta yang melihat Leo berhenti segera menarik tangan Leo. Mengajaknya menghampiri Liam.


Leo hanya bisa pasrah ketika Loveta menariknya. Pandangannya yang menghunjam tak lepas dari Liam.


“Hai, Kak Liam.” Loveta menyapa Liam dengan senyum manisnya.  


Liam yang sedari tadi menatap Leo, mengalihkan pandangan pada Loveta.


“Hai ....” Liam menyapa balik Loveta.


Melihat pria di depannya membalas sapaan dari Loveta membuat Leo yakin jika pria di depannya  adalah Liam-teman masa kecil Loveta. Dunia seolah tak adil bagi Leo. Karena orang yang dicintainya mengenal orang yang dibencinya.


Melihat Liam di depannya jelas membuat darah Leo mendidih. Kenyataan Liam teman masa kecil Loveta dan merupakan kakak tirinya, membuat tidak terima.


Tanpa basa-basi Leo segera melayangkan pukulan ke wajah Liam. Membuat Liam yang tidak siap, tersungkur ke lantai.


“Leo.” Loveta berteriak ketika mendapati tiba-tiba kekasihnya itu memukul Liam.


 

__ADS_1


__ADS_2