
Suara bel berbunyi. Loveta yang mendengar itu segera berlari ke pintu. Mami Neta yang melihat hanya tersenyum saja. Dia tahu jika pasti yang datang adalah Liam.
Loveta dengan semangatnya membuka pintu. Bertemu dengan orang yang baru datang. “Selamat pagi.” Dia menyapa seseorang di balik pintu. Senyum manisnya menghiasi wajahnya. Wajahnya begitu berseri seperti matahari pagi ini.
“Selamat pagi.”
Mendapati jawaban itu senyum Loveta surut. Senyum yang tadinya secerah matahari itu seketika berubah. Seperti ada awan hitam yang menutupi dan membuat senyum itu hilang.
“Leo.” Loveta begitu terkejut dengan kedatangan Leo. Dia tidak menyangka jika Leo yang datang. Padahal Liamlah yang ditunggunya.
Leo memerhatikan wajah Loveta yang seketika berubah ketika melihatnya. Perubahan itu terlihat jelas sekali.
“Apa kamu tidak senang melihatku?” tanya Leo. Dia melihat ke arah belakang. Melihat sekitar rumah Loveta. “Apa kamu menunggu seseorang selain aku?” tanyanya kembali.
Loveta merasa jika bingung menjawab pertanyaan Leo. Dia memang sedang menunggu Liam. Sejak ucapan Liam semalam, Loveta merasa jika yang dikatakan Liam benar. Jika dia harus menelisik hatinya dan Loveta menemukan jika dia cemburu dengan wanita yang dekat dengan Liam. Karena itu, dia ingin mengatakannya pagi ini pada Liam. Sayangnya, Loveta harus kecewa karena ternyata yang datang bukan Liam, melainkan Leo. Dia tidak tahu jika Leo sudah datang. Karena Leo tidak pernah mengabari apa-apa.
“Lolo.” Leo memanggil Loveta yang diam saja.
__ADS_1
Loveta tersadar dengan panggilan yang dilakukan Leo. “Iya.” Dia menatap Leo.
“Kamu sedang menunggu seseorang?” tanya Leo lagi. Dia merasa kekasihnya sedang berharap bukan dirinya yang datang.
“Tidak.” Loveta menggeleng. Tak mau membuat Leo kecewa jika menjawab Liamlah yang ditunggu.
“Lalu kenapa kamu tiba-tiba tidak suka aku datang?” Leo menangkap jelas perubahan wajah Loveta.
“Itu bukan tidak suka, tapi aku terkejut saja.” Loveta memberikan alasan yang masuk akal.
“Iya, tidak apa-apa.” Loveta memaksakan senyumnya.
“Ayo aku antar ke toko,” ajak Leo.
Loveta bingung sekali. Karena dia sudah membuat janji dengan Liam akan pergi bekerja dengan Liam. Namun, dia tidak mungkin menolak Leo. Apalagi pagi-pagi Leo sudah datang.
“Baiklah, aku ambil tas dulu.” Loveta masuk ke dalam rumah untuk mengambil tas.
__ADS_1
Loveta masuk ke rumah. Tepat di dekat ruang keluarga, dia berpapasan dengan maminya.
“Kenapa Liam tidak diminta masuk?” Mami Neta menegur anaknya.
“Shuuttt ....” Loveta memerikan isyarat jari di depan mulutnya. Meminta sang mami untuk diam. Takut suaranya kedengaran Leo.
“Kenapa?” Mami Neta bingung ketika diminta sang anak diam.
“Itu Leo bukan Kak Liam.” Loveta memberitahu sang mami.
“Oh ....” Mami Neta langsung menutup mulutnya. Takut ucapannya didengar Leo.
“Aku ambil tas dulu.” Loveta melanjutkan langkahnya menuju ke kamarnya untuk mengambil tas.
Mami Neta yang melihat ada Leo di rumahnya, langsung bergegas mengambil ponselnya. Mengabari jika ada Leo di rumahnya. Berharap Liam tidak ke rumah karena bisa membuat Liam bertemu dengan Leo.
__ADS_1