
Liam melepaskan pelukannya. Kemudian menarik tangan sang istri. Menarik tangan sang istri. Membawa Loveta ke sebuah kamar yang berada di lantai bawah.
Loveta yang masuk ke kamar, melihat kamar begitu besar. Dia memerhatikan kamar yang didatanginya. Loveta menebak jika ini adalah kamar mertuanya.
Liam mengambi sesuatu di dalam lemari. Kemudian menunjukkan pada Loveta.
“Aku ingin menunjukkan foto aku.” Liam membuka sebuah album foto.
Loveta melihat foto-foto itu Liam. Lembar demi lembar dibuka oleh Liam.
“Sejak kecil kamu memang sudah tampan. Semakin besar semakin tampan.” Loveta terpesona dengan wajah Liam.
“Dulu aku banyak sekali yang suka.” Liam tanpa sadar bilang hal itu. Namun, dia langsung sadar. “Tapi, percayalah, Sayang, aku tidak punya pacar. Apalagi mama mau aku fokus.” Liam langsung menjelaskan.
Loveta sudah dengar dari Evelyn. Jadi dia tentu saja percaya.
“Aku percaya.” Loveta tersenyum.
“Baguslah.” Liam benar-benar senang karena akhirnya Loveta percaya.
Mereka kembali melihat foto Liam. Beberapa foto tampak menggemaskan sekali. Hingga membuat Loveta kagum. Suaminya memang menggemaskan sekali. Beberapa foto cantik mama Liam pun juga ada di sana.
Mama Liam memang cantik sekali. Jika dibanding dengan mama Leo, Loveta merasa jika lebih cantik mama Liam. Devinis menjadi perebut suami orang tidak harus cantik, hanya perlu tidak tahu diri saja. Mungkin itu pas untuk mama Leo.
Saat tertawa melihat foto, Loveta melihat sebuah gaun yang berada di lemari. Karena lemari terbuka, membuat pandangan Loveta langsung tertuju pada gaun itu.
Loveta segera berdiri. Dia melihat gaun putih yang dia yakini adalah gaun pernikahan mama Liam.
“Ini gaun pernikahan mama?” tanya Loveta.
“Iya, mama menyimpannya dengan baik, walaupun pernikahannya kandas.” Liam tersenyum kecut. Dulu dia sering marah pada mamanya karena menyimpan gaun itu. Liam merasa sakit hati ketika papanya meninggalkan mamanya.
“Cantik.” Loveta membelai lembut gaun tersebut. Gaun klasik dengan lengan panjang dan model A tampak cantik sekali.
__ADS_1
Liam melihat jika istrinya tampak tertarik dengan gaun itu.
“Cobalah,” pinta Liam.
Loveta menatap Liam. “Apa boleh?” tanyanya memastikan.
“Tentu saja.” Liam mengangguk.
Loveta langsung mengambil gaun itu. Kemudian dia memakai gaun itu.
Saat memakai gaun itu, tampak sekali pas di tubuh Loveta. Walaupun berlengan panjang dan berbentuk balon, tetapi tetap cantik dipakai Loveta.
“Cantik.” Loveta melihat dirinya dari pantulan cermin.
“Pas sekali denganmu.” Liam melihat istrinya tampak cantik.
“Apa aku boleh memakainya saat pesta besok?” Loveta menatap sang suami dari pantulan cermin.
Liam menatap sang istri dengan lekat. “Kamu mau pakai?” tanyanya memastikan.
“Tentu saja boleh. Pasti mama pun akan senang jika gaunnya dipakai menantunya.” Liam berkaca-kaca. Merasa bahagia sang istri mau memakai gaun sang mama.
Liam memeluk sang istri dari belakang. Mendaratkan kecupan di pipinya. Merasa bahagia sekali. Tak sabar melihat sang istri memakai gaun itu.
...****************...
Penata rias merias wajah Loveta. Sesuai permintaan Loveta. Dia tidak mau make up bold. Mau make up natural saja.
Gaun mama Liam tampak begitu cantik dipadukan dengan make up natural. Apalagi ditambah hiasan kepala yang dibelikan Liam untuk mempercantik penampilan Loveta.
__ADS_1
Sepatu khusus yang dibuat Liam untuk Loveta pun menambah sempurna penampilan Loveta.
“Kak Loveta cantik sekali.” Evelyn memuji Loveta yang begitu memesona.
“Terima kasih.” Loveta tersenyum.
“Aku akan panggilkan, Kak Liam.” Evelyn langsung bergegas keluar dari kamar.
Beberapa tamu sudah datang. Liam dan Evan sudah menyambut para tamu undangan. Karena hanya keluarga dan rekan dekat, tentu saja tidak banyak yang datang.
Liam datang beberapa saat kemudian setelah Evelyn memberitahu. Di kamar tinggal Loveta sendiri saja jadi saat masuk, Liam melihat istrinya seorang diri.
“Kamu cantik sekali.” Liam pikir, dengan gaun sederhana, penampilan Loveta akan biasa saja. Namun, saat gaun dipakai Loveta, tampak cantik sekali.
Loveta tersipu malu ketika dipuji. Dia merasa senang mendapatkan pujian tersebut.
Liam mendekat ke arah sang istri. Berdiri tepat di depan sang istri. Matanya tak henti-hentinya memandang.
“Gaun ini cocok sekali untukmu.” Liam tak bisa mengalihkan pandangan dari kecantikan sang istri.
“Aku suka sekali gaun ini.” Loveta melihat ke arah gaunnya. Dari pertama kali melihat gaun ini, dia sudah jatuh cinta.
“Sekarang aku baru percaya jika yang dikatakan mama memang benar.” Liam mengingat apa yang dikatakan sang mama.
“Memang mama bilang apa?” tanya Loveta penasaran.
“Waktu itu aku minta mama membuang gaun ini, tapi mama tidak mau, dia bilang dia ingin menyimpan untuk istriku. Sekarang semua ucapan mama jadi kenyataan.” Masih tidak bisa dipercaya oleh Liam. Jika semua akhirnya jadi nyata.
Loveta begitu senang bisa memenuhi harapan mertuanya. Pasti mamanya senang jika dirinya memakai gaun ini.
“Ayo, kita ke pesta.” Liam memberikan lengannya pada Loveta. Meminta Loveta berpegangan padanya.
“Ayo.” Loveta langsung melingkarkan tangannya di lengan Liam. Berjalan ke pesta yang diadakan Liam. Dia harus berhati-hayi karena takut gaunnya rusak. Loveta tidak mau merusak kenang-kenangan yang ditinggalkan mama Liam.
__ADS_1