Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Luka Lama yang kembali terbuka


__ADS_3

Wanita cantik yang kini berpenampilan sangat menggoda itu bangkit dari duduknya di samping sang suami. Dia berjalan menuju sebuah cendela lalu membuka tirai gorden yang menghalangi sinar rembulan malam yang kian sunyi. Wanita itu menatap ke langit memperhatikan bintang-bintang yang berkelip. Membayangkan salah satu sinar itu adalah Asila Amiranda, sahabatnya sendiri.


"Aku berada di tempat itu karena Asila yang memintaku datang, dia mengirimkan titik lokasi sebuah tempat. Dia memintaku untuk segera datang bersama dengan Reiner." Ara menjeda penjelasannya.


Wanita itu menarik nafas dalam dengan memejamkan kedua matanya, ketika kesedihan kembali merasuk relung jiwanya lalu menghembuskannya perlahan.


Sungguh kejadian tragis itu adalah hal terburuk dalam hidupnya, setelah tragedi yang menimpa kedua orang tuanya. Tragedi yang membuatnya kehilangan seorang ibu.


"Begitu mendapatkan kabar dari Sila, aku segera bergegas menuju tempat yang di kirim oleh sahabatku itu. Saat kami sampai di sana, ternyata tempat itu adalah jebakan yang di tujukan untuknya. Di tempat itu kami hanya menemukan mobil milikmu yang sudah dalam keadaan rusak parah. Aku dan Reiner berpencar, buru-buru mencari keberadaan Sila yang belum kami ketahui dimana dia saat itu." Ara kembali menghentikan penjelasannya.


Hatinya sangat terluka ketika harus membuka luka lama itu lagi. Dimana dia ketakutan saat menemukan sang sahabat dalam keadaan luka parah. Tetapi wanita itu masih terus berusaha melindungi laki-laki yang sudah babak belur karena di hajar beberapa orang bertopeng.


Melihat sang istri yang terdiam dengan punggung bergetar. Ali bangkit lalu mendekati Ara. Laki-laki itu menyentuh bahu sang istri lalu menariknya hingga wanita yang ia cintai itu membalikkan tubuhnya. Dangan cepat Ali mendekap sang istri ke dalam pelukannya. Penjelasan Ara sudah cukup membuatnya mengerti, dan dia juga belum siap untuk kembali pada ingatan itu lagi. Ingatan dimana dia menemukan sang kekasih sudah dalam keadaan perut yang tertancap pisau.

__ADS_1


"Sudah, Moon. Cukup! aku tidak siap mendengar ini sekarang."


Ara menangis di dalam dekapan hangat sang suami. Sepasang suami istri itu berusaha saling menguatkan dalam pelukan hangat yang mereka salurkan. Walaupun penjelasan Ara belum selesai, nyatanya dia tak cukup berani untuk mengingat hal itu lagi.


"Maaf, Sun. Maaf, karena aku tidak bisa menyelamatkan Asila saat itu." Ara mendongak, menatap sang suami dengan air mata masih mengalir dari sudut matanya.


Ali melepaskan pelukan, tangan besarnya terangkat membelai pipi sang istri yang masih teraliri air mata. Sungguh hatinya sakit ketika mengetahui fakta dari kejadian yang pernah di alami olehnya.


Ara reflek melingkarkan kedua tangannya di leher sang suami. Mata indahnya yang tadi sempat banjir air mata kini menatap sang suami dengan rasa syukur. Setidaknya sekarang ia sudah tidak memiliki rahasia lagi yang akan membuat hubungannya dengan sang suami renggang bahkan berantakan.


Seorang suami yang kini hanya memakai celana pendek dan kaos polos itu berjalan dengan langkah tegap. Matanya tetap memandang sang istri penuh kasih. Dia sangat bangga dengan kejujuran yang di ungkapkan oleh istrinya itu, meskipun kejujuran itu membuat dirinya sangat terkejut dan terluka.


Begitu sudah sampai di samping ranjang, Ali menurunkan sang istri dari gendongannya secara perlahan. Dia sangat memperlakukan istrinya seperti ratu karena wanita itu memang pantas di ratukan oleh suaminya sendiri. Wanita yang begitu tegar dan kuat dalam menghadapi semua ujian yang datang padanya. Bahkan dia begitu gigih untuk mendapatkan cinta darinya.

__ADS_1


Ali menyelimuti sang istri dengan selimut tebal yang sejak tadi mereka gunakan. Laki-laki itu ikut masuk kedalamnya. Lalu mempersilahkan sang istri untuk menjadikan lengannya sebagai bantal. Ara hanya menurut dengan apa yang dilakukan oleh Ali sekarang. Laki-laki itu memang terlihat sudah sangat mencintainya, tidak seperti dulu yang hanya berbuat lembut di hadapan orang lain.


Beberapa menit kemudian, Ara sama sekali belum bisa memejamkan matanya. Wanita itu masih saja teringat dengan kejadian kelam masa lalu yang terpaksa dia buka kembali. Ali yang melihat sang istri belum juga tidur akhirnya memiliki ide untuk mengerjai istrinya itu.


"Moon," panggilnya dengan mesra seraya mengelus rambut istrinya yang tergerai indah.


"Hem," Ara hanya menjawab dengan deheman.


"Kau mau tidur atau mau mengerjakan proyek baru denganku?" ujar Ali dengan kerlingan sebelah matanya.


Hay gaya, Mampir yuk ke karya temenku ini.


__ADS_1


__ADS_2