
Ruangan besar, mewah dan elegan dengan nuansa putih dan gold menjadi perpaduan yang membuat ruangan itu terasa hangat dan nyaman.
Akan tetapi kali ini tidak terjadi, ruangan itu berubah menjadi tempat termenyeramkan bagi seorang Reiner Aditia Sanjaya. Bagaimana tidak? sang istri tercinta sedang menatapnya garang dengan mata yang tak lepas dari dirinya.
"Sayang, maaf. Aku tidak sengaja." Reiner bangkit dari kursi berwarna putih kebanggaannya.
"Jadi kelakuanmu masih seperti ini, Tuan Reiner Aditia Sanjaya? aku kira kau sudah berubah dan tidak seenaknya sendiri," ujar Imel begitu menohok.
Reiner semakin berjalan mendekat ke arah sang istri yang masih berdiam diri di depan pintu dengan tangan menyilang di dadanya.
"Aku bisa jelaskan, Sayang." Reiner berusaha menarik tangan Imel yang begitu erat bertahan dengan posisinya.
Sedangkan Imel, wanita itu berdecih dan semakin menatap horor pada sang suami. Kebiasaan buruk Reiner tidak berubah sejak dulu. Bahkan Imel pernah menjadi korban dari kelakuan sang suami saat dirinya baru saja bekerja di perusahaan itu.
"Hei, dengarkan dulu." Reiner mendekatkan tangannya ke rahang mulu sang istri demi mempertahankan arah pandang Imel yang kini berusaha untuk membuang muka.
"Dengarkan apa, wahai Tuan Reiner yang berkuasa di perusahaan RAS Entertain ini? saya hanya mantan asisten tidak berguna. Jadi anda tidak perlu menjelaskan apapun lagi pada saya," ucap Imel begitu formal.
Mendengar ucapan yang di katakan Imel dengan bahasa formal, Reiner mulai kelabakan. Yang di bilang Imel memang benar bahwa Imel adalah mantan asistennya. Akan tetapi saat ini wanita itu adalah ratu untuk dirinya.
__ADS_1
"Sayang, dengar ya! kamu memang mantan sekretarisku, tapi jangan lupa bahwa kamu sekarang adalah ratuku, Mami dari putriku." Reiner beralih mengecup tangan Imel yang akhirnya bisa ia genggam.
Wanita bergaun merah muda dengan high hells setinggi 10 cm itu akhirnya memandang sendu pada suaminya. Selalu ucapan Reiner membuat pertahanannya runtuh. Imel terlalu menyayangi laki-laki yang di kenal arogan di hadapannya.
"Aku hanya tidak suka dengan kelakuan kamu yang arogan ini, Rei. Ingat Rei, semua manusia itu sama. Kamu tidak bisa merendahkan orang lain karena jabatan kamu, aku tidak mau memiliki suami arogan seperti itu. Bukankah kamu sudah berjanji akan berubah?" Imel berbicara panjang lebar mengenai perlakuan suaminya yang di nilai tidak sopan oleh Imel sendiri.
Senyum tipis mengembang sempurna di bibir sexy seorang pengusaha muda yang berhasil mengembangkan perusahaan sang ayah yang sebelumnya hanya memasuki urutan 10 menjadi perusahaan nomor satu di negaranya.
"Aku sangat beruntung memiliki kamu, Sayang. Karena kamu yang selalu mendorongku untuk menjadi lebih baik. Terima kasih, Sayang." Reiner kembali mendaratkan kecupan mesra di tangan sang istri.
Semua usahanya selama ini adalah hasil dorongan dan bantuan Imel sejak sebelum mereka menikah. Imel yang saat itu hanya seorang karyawan biasa dan gadis yatim piatu akhirnya bisa meluluhkan sifat seorang CEO arogan seperti Reiner.
"Benar kata Mami, kamu adalah berlian yang sangat berharga untuk kami, Sayang. Pantas saja kalau Mami lebih sayang pada kamu dari pada aku, anaknya sendiri,"
"Kamu 'kan, bandel, Rei." Imel berniat melarikan diri setelah mengejek sang suami.
Namun gerakan Imel berhasil di baca oleh mata tajam Reiner. Laki-laki itu segera menangkap dan mengangkat Imel ke dalam gendongannya. Reiner menggendong Imel ala Brydal style.
"Argh ... turunkan aku, Rei." Imel memukul dada bidang Reiner seraya berontak dalam gendongan laki-laki berparas tampan itu.
__ADS_1
"Ssttt, diam, Sayang. Atau kamu akan membangunkan little sanja," ujar Reiner seraya mengedipkan sebelah matanya.
Ancaman yang di berikan oleh Reiner berhasil membuat Imel diam tak berkutik. Dia ke kantor bukan untuk menyerahkan dirinya menjadi mangsa dari n*fsu liar sang suami. Reiner memang selalu menjuluki alat kebanggaannya dengan nama little sanja.
"Kamu selalu mes*m, Rei." Imel kembali mendaratkan pukulan di dada sang suami.
Setelah mendapat pukulan dari Imel, Reiner justru tersandung meja di depannya. Beruntung mereka terjatuh di sofa empuk di samping meja. Jika mereka jatuh ke lantai, sudah di pastikan Reiner akan mengalami cedera di b*k*ngnya.
Saat mereka terjatuh di atas sofa, tidak sengaja Reiner malah mendapat jackpot tak terduga. Mereka terjatuh dengan posisi Imel di pangkuan namun bibir mereka menyatu. Karena tadi pagi Reiner tidak mendapat jatah morning kiss dari istrinya, laki-laki itu kemudian justru melanjutkan kegiatannya.
Bagai gayung bersambut, Imel yang biasanya menolak ajakan berperang lidah itu kali ini malah mengikuti permainan sang suami. Wanita itu terbuai oleh kelincahan sang suami saat mengabsen seluruh yang ada di dalam mulutnya, dari cecapan hingga gigitan-gigitan kecil yang di lakukan oleh Reiner. Hingga mereka melupakan bahwa pintu ruangan itu belum terkunci.
Suara pintu terbuka tiba-tiba menghentikan kegiatan kedua manusia yang sedang dilanda gelora asmara itu. Namun saat mereka menoleh ke arah pintu, disana berdiri dengan tanpa rasa bersalah seorang pria berbadan kekar dengan garis wajah khas timur.
Bersambung...
Thanks For Reading.
_Nurmahalicious_
__ADS_1