
"Ah, benar, perasaanku memang tidak pernah salah, Baby. Kamu juga di sini, aku merindukan kamu," Clarissa mendekat dan bersiap untuk memeluk Ali.
Melihat Clarissa yang maju, Ali sedikit melangkah mundur. Dirinya tidak rela jika tubuh yang sudah menjadi hak Ara di sentuh wanita lain.
"Kenapa mundur, Baby? kamu tidak merindukan aku?" tanya Clarissa dengan sorot mata memelas.
"Cih! rindu? kau bilang rindu? Hei, sadar, Clarissa! aku pria beristri," Ali berdecih dan memancarkan sorot mata kebencian terhadap wanita yang pernah mengisi hatinya selama lima tahun lalu.
Clarissa tersentak, Ali benar-benar menolak dirinya. Kemana Ali yang dulu sangat mencintai dia, kenapa saat ini Ali justru terlihat sangat membencinya.
"Baby, bukankah kamu menikahi gadis culun itu untukku? demi aku!" Clarissa berteriak dengan suara lantang.
Setelah berteriak Clarissa menabrakan dirinya ke tubuh Ali, memeluk dengan erat pria yang dulu menjadi budak cintanya, tiba-tiba seorang menarik Ali dan mendaratkan bogeman mentah di wajah mulusnya.
Ali terpelanting hingga ke dinding cafe, di lihatnya seorang pria yang dulu pernah mengina dirinya di hadapan Daddy Haris sedang menatapnya dengan tatapan permusuhan.
"Kurang ajar sekali, kau berani mengkhianati Ara!" teriak seorang itu dengan suara beratnya.
Pria itu mendekat dan menarik kerah baju yang digunakan oleh Ali, hingga tubuh Ali sedikit terangkat dengan kasar. Pria itu kembali mendaratkan pukulan di perut Ali.
Ali mengeluarkan darah dari mulutnya, belum hilang rasa kebas di wajahnya. Kini Ali kembali merasakan sakit di perutnya, Ali yang memang tidak pernah berkelahi sangat terkejut dengan serangan mendadak pria tersebut.
Melihat Ali di serang oleh seorang pria tak di kenal, Clarissa menjerit dan berusaha untuk melerai, di cafe itu banyak pengunjung yang hanya berani menyaksikan tanpa berani menolong Ali. Semua petugas di cafe itu kenal betul siapa pria yang sedang menghajar korbannya.
Pria itu kembali akan menyerang Ali dengan pukulannya, Namun, tiba-tiba tangannya di tahan oleh seseorang.
__ADS_1
"Hentikan Aldev!" bentak seseorang yang akhirnya menjadi penolong untuk Ali. seseorang itu menyentak dengan kasar tangan Aldev yang di genggamnya.
Ya, laki-laki yang menghajar Ali adalah Alvino Maladeva, atau biasa di sebut Aldev. Seorang bisnismen sukses yang juga dikenal mempunyai kelompok menakutkan. Dia tidak terima saat melihat Ali berpelukan dengan seorang j*lang kelas rendahan, dia tidak rela Ara-nya di khianati oleh laki-laki yang di pilih Ara sendiri.
"Kak Rei, untuk apa kamu membelanya? dia tidak pantas untuk Ara!" Aldev sedikit membentak Reiner.
"Apa yang di lakukan Ali, hingga kamu menghajarnya di depan umum?" tanya Reiner dengan tegas.
"Kamu tanyakan saja sendiri, adik iparmu itu! tidak punya malu berpelukan dengan j*lang di depan umum. Seharusnya aku bun*h saja laki-laki tidak berguna itu!" Aldev menjelaskan apa yang di lihatnya tadi.
Reiner beralih menatap adik iparnya, sorot matanya memancarkan kekecewaan. Bagaimana bisa Ali menghianati cinta tulus yang di berikan oleh Ara, apa lagi setahu Reiner mereka sudah melakukan hubungan suami istri.
Ali berusaha bangun dengan sisa-sisa tenaganya, walaupun perutnya bergejolak setelah mendapat pukulan dari laki-laki bernama Aldev, namun dirinya harus menjelaskan pada Reiner apa yang sebenarnya terjadi.
"Aku tidak berpelukan dengan dia, Kak, aku berani bersumpah." Ali terbatuk.
"Bahkan, jal*ng itu menghina Ara adalah gadis culun, dan dia bilang, pecundang ini menikahi Ara demi dia!" lanjut Aldev dengan emosi.
Reiner menatap Clarissa dengan benci, dia benar-benar tidak akan melepaskan siapapun yang berani menghina adik kesayangannya. Namun, sekarang bukan waktunya. Reiner harus segera membawa Ali pulang ke mantion.
Clarissa menundukkan pandangan, dia tahu siapa orang yang baru saja menolong Ali bukan orang sembarangan. Reiner Aditia Sanjaya, pemilik RAS Entertain yang akan dengan mudah menghancurkan karirnya.
"Mbak, batalkan apapun yang di pesan oleh adik saya ini. Nanti saya yang akan transfer full semuanya," perintah Reiner pada pelayan yang ada di sana.
"B-baik, Tuan."
__ADS_1
Reiner memapah Ali untuk keluar dari tempat itu, dengan susah payah Ali mengikuti langkah Reiner walaupun dengan tertatih dan tangan yang memegangi perutnya.
"Kak, biar ku habisi saja dia. Mau di bawa kemana?" tanya Aldev saat Reiner mulai melangkah menjauh.
Reiner dan Ali menghentikan langkah, Ali sempat merasa takut jika dirinya memang akan di berikan pada laki-laki mengerikan yang baru saja menjadikan dirinya sebagai samsak.
Reiner memandang Ali dan menoleh pada Aldev, dirinya memang emosi dengan penjelasan yang di berikan oleh Aldev. Namun, dia tidak berhak untuk ikut campur urusan rumah tangga Ara dan Ali.
"Kau, tidak perlu repot menghajarnya. Biarkan aku yang menyelesaikan masalah ini. Terima kasih sudah membela adikku," ujar Reiner tegas.
Mereka melanjutkan langkah untuk keluar dari tempat itu, Reiner tidak memperdulikan teriakan Aldev yang berani merutuki dirinya. Jika saja tadi dia keluar bersama pengawal, sudah pasti dia juga akan memberikan pelajaran pada Aldev yang sudah berani melukai orang yang di cintai Ara.
Setelah sampai di mobil Reiner, Ali masuk ke dalam kursi penumpang. Reiner yang menjadi pengemudi karena hari ini dia sama sekali tidak membawa body guard ataupun supir.
Ali merasa sangat bersalah pada kakak iparnya, apa lagi jika hal ini sampai di telinga Ara. Istrinya akan sangat kecewa jika mengetahui dia masih bertemu Clarissa walau tanpa di sengaja.
"Kak, kenapa menolongku?" tanya Ali.
"Kau tidak mau ku tolong? kau mau mati di tangan Aldev? biar ku panggilkan dia ke sini!"
Reiner melepas seatbel dan membuka pintu mobilnya.
Bersambung...
Thanks For Reading...
__ADS_1
_Nurmahalicious_