
Ara kebingungan untuk menjelaskan pada Ali tentang olahraga yang di maksud olehnya. Gadis itu berusaha berpikir kiasan apa yang mudah di mengerti oleh Ali. Namun, hingga beberapa menit dia sama sekali tidak menemukan kata kiasan yang menurutnya masuk akal.
"Moon!" tegur Ali ketika Ara hanya terdiam dengan bola matanya memutar ke segala arah.
Ara menarik nafas dalam-dalam, lalu membuang nafas kasar. Dia terlalu malu untuk membahas kegiatan mengasikan sepasang suami istri.
"Emh, anu ...." Ara tak kunjung menjelaskan, justru tangannya saling bertautan satu sama lain.
Ali semakin mengerutkan keningnya, bingung dengan apa yang di maksud sang istri. Namun karena penasaran, Ali tetap menunggu kata apa yang akan keluar dari bibir tipis istrinya.
"Anu, anu apa, Moon?" tanya Ali.
Ara semakin gugup, gadis itu meremas jemarinya demi mengurai rasa gugup. Ali masih memperhatikan gerak gerik Ara yang semakin aneh saja. Istrinya itu seperti habis memergoki pasangan M*sum di tempat umum.
"Aih, kenapa tidak paham, sih!"
Ara mendes*hkan nafasnya kasar. Sudah berusaha memberi kode-pun Ali belum paham juga. Ara merasa frustasi menghadapi hal ini. Lebih baik menghadapi sekelompok mafia kejam dari pada menghadapi suaminya sendiri.
"Apa, sih, Moon? aku sama sekali tidak paham dengan kata Anu yang kamu maksud,"
Karena bingung untuk menjelaskan hal itu, akhirnya Ara memutuskan untuk menarik Ali menjauh dari kamar Mami Jane dan Papi Adit. Bagaimana jika tiba-tiba mereka keluar dan mendapati keduanya ada di depan pintu? Ara tidak mau orang tuanya merasa canggung.
Ali mengikuti langkah tergesa Ara, masih dengan rasa penasaran yang tinggi. Untuk apa kedua mertuanya melakukan olahraga siang-siang di dalam kamar? setahu Ali di mantion itu ada tempat khusus Gym.
"Moon, kamu kenapa sih? kenapa terburu-buru?" tanya Ali.
Ara menghentikan langkahnya, lalu menatap suaminya jengkel. Kenapa Ali cerewet sekali sekarang? apa lagi suaminya itu begitu susah memahami kode yang di berikan.
"Mami sama Papi sedang berperang di kasur! kamu paham?" jawab Ara jengah.
"Pffft, kamu menjelaskan itu saja berputar-putar, Moon. Segala Anu di bawa-bawa, aku mana paham kalau seperti itu?"
__ADS_1
Ali masih menertawakan sang istri yang saat ini semakin jengkel. Ali tahu, Ara masih belum terbiasa membahas hal intim sepasang suami istri. Apa lagi saat mengingat ekspresi terkejut Ara tadi setelah membuka pintu kamar orang tuanya.
Ara membulatkan matanya, Ali yang terlalu lama berpikir. Kenapa dia yang di tertawakan? gadis itu melayangkan cubitan di perut sang suami.
"Awsh! kenapa mencubit sih, Moon?" pekik Ali kesakitan.
"Makanya jangan tertawa! kamu yang lola, kenapa malah aku yang di tertawakan?" sinis Ara.
Ali masih mengelus bekas cubitan maut istrinya, kecil tapi begitu menyakitkan. Apa lagi Ara mencubit di tempat yang sama dengan bogeman yang di berikan Aldev. Melihat wajah suaminya yang meringis, Ara berinisiatif untuk membantu mengelus perut Ali.
Ali mundur saat melihat istrinya mengulurkan tangannya. Pria itu mengira Ara akan melayangkan cubitan kembali.
"Mau apa lagi? ini masih sakit, Moon! mau kamu tambahi lagi?"
Gadis yang kini sudah berubah menjadi wanita seutuhnya itu tertawa keras. Mana mungkin dirinya akan menambah siksaan untuk suami yang sedang babak belur. Ara tidak mungkin mau menyandang status istri durhaka.
"Aku mau bantu, loh, Sun. Kenapa kamu selalu berpikir negatif padaku? baru juga di cubit, sudah seperti orang tertembak saja!" ujar Ara mengejek Ali.
"Kamu, menyumpahi aku agar tertembak? kamu mau jadi janda muda agar pria tadi bisa menikahi kamu?" Ali menuduh Ara ingin bersama dengan Aldev.
"Astagfirullah," Ara menepuk keningnya sendiri.
*****
Di dalam markas Deadly Scorpion, sekelompok beg*l yang di tangkap oleh Ara malam itu sedang menjalani ujian pertama mereka untuk mendapatkan ampunan dari pemimpin tertinggi Deadly Scorpion. Mereka berbaris dengan tangan terikat, dan mata tertutup kain.
Mereka berdiri di atas sebuah kolam berisi beberapa ikan hiu besar. Kelima beg*l itu belum mengetahui di mana dan ujian apa yang harus mereka jalani. Di depannya terdapat sebuah papan kayu yang menghubungkan dari ujung kanan dan ujung kiri.
"Tuntun mereka ke atas papan kayu itu! kita lihat, apakah keberuntungan berpihak pada penjahat seperti mereka?" ujar Dean pada anak buahnya.
Hukuman kali ini adalah perintah langsung dari Aracelia yang biasa di panggil dengan sebutan Nona Ace di lingkungan Deadly Scorpion. Jadi yang bertugas mengawal ujian saat ini adalah Dean, seorang yang merupakan tangan kanan Nona Ace di markas.
__ADS_1
"Baik, Tuan."
Beberapa anggota segera melakukan tugas mereka untuk menuntun kelima penjahat itu ke atas papan. Setelah kelima kawanan begal itu berdiri dengan tegap di atas papan-papan kayu, mereka melepaskan ikatan tali di tangan kelima penjahat itu. Mereka mundur untuk menyaksikan sebuah tantangan maut yang mereka anggap seperti sirkus.
"Di bawah sana, ada beberapa Hiu kesayangan Nona Ace yang sedang kelaparan. Ujian pertama untuk kalian adalah berjalan di atas papan kayu itu hingga ujung sana," Dean menghentikan ucapannya sejenak.
Kelima beg*l yang pernah berniat jahat pada Ara itu terkejut dengan informasi yang di berikan salah satu anggota di sana. Mereka gemetar saat mengetahui ujian pertama yang di berikan kepada mereka. Membayangkan jika badan mereka terkoyak oleh gigi tajam monster laut yang mengerikan.
"Tidak jauh, hanya sepuluh meter. Kami sengaja tidak melepaskan penutup mata kalian, agar jika kalian terjebur ke dalam kolam. Kalian tidak perlu melihat salah satu dari kalian yang menjadi hidangan lezat untuk ikan itu," lanjut Dean dengan santai.
Mereka semakin ketakutan saat mengetahui harus berjalan di atas papan kayu dengan mata tertutup. Kemungkinan untuk mereka sampai di ujung sana sangat kecil. Salah melangkah saja, mereka yakin nyawa mereka akan melayang dengan sangat menakutkan.
Bersambung...
Thanks For Reading...
_Nurmahalicious_
Hari ini, Othor punya rekomendasi cerita yang keren abis. Mampir yah, ke karya temen ketjeh othor yang baik hati.
Othor Weny Hid dengan judul Bed Friend
Blurb:
Kenzo awalnya selalu menolak Cleo, wanita bar-bar dan agresif yang sudah dijodohkan dengannya, tapi saat cinta itu sudah tumbuh kesalahpahaman pun terjadi yang membuat Cleo pergi meninggalkan Kenzo saat sedang mengandung anak dari Kenzo.
Dua tahun kemudian, Cleo kembali dan mereka pun bertemu, sayangnya Cleo sudah bertunangan dengan Nathan, anak dari orang tua angkat Kenzo yang pernah menyelamatkannya saat Kenzo dibuang di hutan oleh ayah kandungnya, Abimana.
Dapatkan Kenzo merebut kembali Cleo dari tangan Nathan? Ataukah dia harus terjebak dalam hutang budi? Lalu apakah Kenzo bisa menerima Abimana sebagai ayah kandungnya?
__ADS_1
Mampir yah, sambil menunggu update Ara dan Ali. wokeh,