Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Jadi direktur utama


__ADS_3

Sebuah mobil sport berwarna hitam mengkilat berhenti di basemant sebuah gedung. Banyak pasang mata yang memperhatikan siapakah yang berada di dalam mobil itu. Begitu pintu terbuka, keluar seorang pria dengan pakaian rapi berwarna biru Dongker. Kacamata hitam bertengger di atas hidungnya.


"Dia siapa?" bisik salah satu karyawan disana.


"Entahlah, yang jelas, mungkin dia bukan orang sembarangan!"


Masih banyak lagi bisik-bisikan para manusia yang penasaran dengan sosok yang baru saja keluar dari mobil sport itu. Pria itu mengitari mobilnya, lalu membuka pintu mobil bagian kiri. Dari sana, keluar seorang wanita dengan gaun selutut dan memakai blazer berwarna senada dengan sang pria. Rambut yang tergerai indah, juga memakai kacamata persis dengan pria itu.


"Mereka siapa?"


"Entahlah, cepat masuk ke dalam. Sebentar lagi waktunya bekerja, jangan sampai kita di pecat oleh Tuan Haris." Salah satu karyawan menarik temannya masuk ke dalam gedung tinggi itu.


Kedua orang yang baru saja keluar dari mobil mewah itu kini melangkah bersama memasuki gedung tinggi perusahaan Gunawan Sentosa. Tanpa memikirkan bisik-bisik para karyawan yang terlihat tidak mengenali keduanya. Mereka masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan. Naik ke lantai tertinggi gedung dan menuju ruangan direktur di P.T itu.


"Daddy belum datang, Sun." Ara duduk di sofa panjang yang ada di ruangan itu.

__ADS_1


Ali ikut duduk di samping sang istri. "Iya, Moon. Padahal Daddy menyuruhku datang lebih awal,"


Mereka memutuskan menunggu kedatangan dari pemimpin perusahaan tersebut, yang memang belum datang. Hingga hampir 30 menit, pintu ruangan itu terbuka. Seorang pria masuk dengan di bantu oleh tangan kanannya.


Ara dan Ali segera mendekati sang ayah ketika pria paruh baya itu berjalan masuk ke dalam ruangan.


Keduanya mencium punggung tangan Tuan Haris bergantian. Tuan Haris duduk di kursi kebesarannya.


"Duduklah," ujar Daddy Haris menyuruh anak dan menantunya untuk duduk.


Mereka berdua menurut, ikut duduk di kursi yang berhadapan dengan pemimpin perusahaan itu. Mereka saling tatap karena mereka sama sekali tidak tahu maksud dari sang ayah yang menyuruh mereka untuk datang ke kantor secepatnya.


"Kita akan mengadakan meeting dengan para direksi dan pemegang saham," ujarnya dengan tegas.


Ara mengernyit heran ketika mendengar alasan sang Daddy, biasanya dia tidak pernah terlibat dalam urusan perusahaan. Selain karena dia tidak bekerja disana, Ara juga selalu sibuk dengan ARDA Corp dan juga klan mafianya.

__ADS_1


"Tidak perlu heran, ada sesuatu yang perlu Daddy bahas bersama kalian dalam rapat." Daddy Haris bangkit dari kursinya.


Ara dan Ali langsung sigap menggandeng orang tuanya itu, mereka berjalan ke arah ruangan rapat. Tangan Kanan Tuan Haris hanya memimpin jalan guna membuka pintu ruangan rapat. Saat sampai di sana, tempat itu sudah penuh dengan orang-orang yang berpengaruh di perusahaan itu.


Walaupun Daddy Haris adalah orang kaya dan memiliki banyak perusahaan, dia tetap menggunakan jasa para pemegang saham. Selain menetralisir resiko yang akan di tanggungnya, dia juga memang memerlukan orang-orang yang kompeten di bidangnya.


Daddy Haris menduduki kursi pimpinan. Di samping kanan dan kirinya di apit oleh Ara dan Ali. Sepasang pengantin yang baru sekitar satu bulan menikah itu masih belum dapat menangkap maksud dari kehadiran mereka di rapat kali ini.


"Baiklah, karena semua sudah berkumpul. Langsung saja rapat kita mulai, dan sebelum itu, saya perlu mengatakan sesuatu. Saya selaku pemilik dan pemegang saham terbesar di P.T Gunawan Sentosa, akan mengangkat menantu saya, Ali Danish Mahendra, sebagai Direktur utama di perusahaan ini. Apakah ada yang keberatan? Jika ada, silahkan angkat tangan kalian." Daddy Haris langsung mengatakan poin penting untuk rapat kali ini.


Ali yang mendengar keputusan dari mertuanya itu membulatkan mata. Tidak menyangka jika dia akan dibebankan dengan urusan perusahaan secepat ini. Dia bahkan sama sekali tidak pernah terpikirkan untuk mendapatkan jabatan itu setelah menikah dengan Ara.


Sedangkan Ara, dia hanya tersenyum bangga. Akhirnya suaminya itu mendapat apa yang memang seharusnya menjadi miliknya. Mau ada atau tidaknya perjanjian konyol itu, semua yang dia miliki memang juga akan menjadi milik dari suaminya.


"Dad, Ali –,"

__ADS_1


Bersambung...


Thanks buat kalian yang tetap setia sama cerita halu author. Jangan lupa, Like, Komen, Rate dan kirim hadiah yah buat author yang lagi ngidam ini. Hehe. Love kalian semua ,😘


__ADS_2