Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Tentang Al


__ADS_3

"Dad, apa ada yang sakit? kenapa Daddy mengorbankan diri untuk Ara? seharusnya Ara yang mengalami ini, Dad." Ara kembali menggenggam tangan sang ayah.


Ayah Aracelia itu membuka matanya lalu menoleh pada anak satu-satunya yang ia miliki. Pertanyaan apa yang di ucapkan oleh anak semata wayangnya itu? bukankah kewajiban seorang ayah memang untuk melindungi anaknya dari bahaya?


"Ini sudah kewajiban Daddy untuk melindungi kamu, Ra. Harusnya kamu tidak datang ke tempat itu, Daddy rela jika harus mati asal kamu tidak menginjakkan kaki di tempat terkutuk itu." Tangan Daddy Haris menjulur menyentuh pipi sang anak yang masih basah oleh air mata.


"Jangan menangis, Sayang. Daddy tidak apa-apa," lanjut Daddy Haris berusaha menenangkan sang anak.


"Tidak apa-apa gimana, Dad. Daddy tertusuk kenapa masih berlagak tidak terluka sama sekali?" Ara sedikit meninggikan suaranya karena sangat tidak suka dengan ucapan ayahnya.


"Ara masih bisa melindungi diri Ara sendiri. Daddy tahu, dunia Ara terasa hancur ketika melihat keadaan Daddy! Ara takut jika Ara harus kembali kehilangan orang tua lagi." Ara melepaskan genggaman tangannya di tangan sang Ayah.


Wanita berbaju hitam dengan celana jeans panjang itu beranjak dari duduknya lalu berjalan ke kamar mandi yang terletak di ruangan rawat inap sang ayah.

__ADS_1


Reiner duduk di kursi yang tadi di duduki sang adik. Laki-laki itu berusaha tegar di hadapan orang tua adik angkatnya. Walaupun sebenarnya Reiner sangat terluka karena merasa lemah tidak bisa menjaga sang adik dengan baik.


"Dad, maafin Reiner, yah. Karena Reiner tidak bisa menjaga kalian dengan baik," Reiner dengan tulus meminta maaf pada ayah Ara.


Daddy Haris tersenyum tipis. "Tidak apa-apa, Rei. Tapi, boleh Daddy bertanya padamu?" tanya Daddy Haris kepada Reiner.


"Boleh, Dad, Daddy bebas bertanya apapun. Jika Reiner bisa menjawab, pasti Rei jawab."


"Apakah kalian masuk ke dalam sindikat mafia?" tanya Daddy Haris tanpa basa-basi.


"Jadi kalian selama ini melakukan kejahatan?" tanya Daddy Haris memastikan.


"Tidak, Dad. Kami tidak pernah melakukan kejahatan," Reiner meyakinkan Daddy Haris.

__ADS_1


Daddy Haris terlihat tidak percaya. Pria paruh baya itu terdiam dengan tatapan menghunus Reiner. Mencoba mencari kebohongan dari raut wajah Reiner. Namun, dalam pancaran bola mata Reiner tidak ada setitikpun kebohongan. Laki-laki itu jujur dalam menjawab pertanyaannya. Dia yakin itu jika sang anak juga tidak mungkin melakukan kejahatan.


"Daddy baru tahu sekarang. Satu tahun yang lalu, Ara pernah ingin menjelaskan masalah ini. Tapi Daddy tidak mau mendengarkan dia," ujar Daddy Haris seraya menatap langit-langit atap Rumah Sakit.


Reiner hanya diam mengamati Daddy Haris yang terlihat merasa menyesal dengan apa yang di ketahuinya sekarang. Entah penyesalan itu di sebabkan oleh Ara yang bergabung dengan kelompoknya, atau karena Daddy Haris baru mengetahui tentang kegiatan sang anak yang berkaitan dengan bahaya. Bahkan menjadi seperti mereka itu berarti harus siap mati kapan saja dengan cara apa saja.


Daddy Haris menoleh menatap Reiner yang sama sekali tidak menggubris ucapannya. "Aldev, Daddy baru tahu jika dia juga adalah mafia. Bahkan dia adalah mafia jahat," ucap Daddy Haris tiba-tiba.


"Daddy tahu tentang Al?" tanya Reiner.


Bersambung...


Thanks For Reading...

__ADS_1


_Nurmahalicious_


__ADS_2