Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Kamu Bohong?


__ADS_3

Ara dan Reiner terkejut dengan keberadaan maminya yang tiba-tiba memergoki mereka. Bisa gawat kalau mami Jane sampai tahu, bahwa Ara baru saja menangkap pelaku b*gal.


Mami Jane berjalan, turun dari lantai atas untuk menghampiri kedua anaknya. Sedang apa mereka tengah malam begini belum beristirahat.


"Kalian dari mana? Kenapa Ara memakai pakaian seperti ini?" tanya mami Jane ketika sudah sampai di samping kedua anaknya.


"Mam, Ara dari ... ."


"Ara menyusulku Mam, tadi ban mobilku pecah. Aku lupa bawa ban gantinya, jadi, aku minta Ara untuk mengantarkan gantinya," Reiner memberi alasan yang justru membuat maminya semakin curiga.


"Kenapa tidak meminta Ferry, atau Dean? Kau tidak kekurangan anak buah kan, sampai menyuruh adikmu yang menyusulmu?" Mami Jane memicingkan matanya sebagai rasa penolakan atas alasan yang di berikan putranya.


"He-he, Rei tidak terpikir Mam. Tadi benar-benar lupa," ujar Reiner seraya mengusap tengkuknya.


"Kau semakin aneh, Rei ! Sudah, Ara kembali ke kamarmu. Jangan sampai suamimu mencari karena kamu menghilang," mami Jane berjalan ke arah dapur karena berusaha menghindari kedua anaknya. Beliau sudah lebih dari paham, mereka berdua pasti beraksi lagi. Jika bukan karena mengingat Ali ada di mantion, Mami Jane pasti sudah membuat perhitungan pada kedua anaknya.


Reiner menyenggol lengan adiknya, sebagai tanda bahwa ini salah Ara, gadis itu yang memaksa ikut setiap operasi penggagalan kejahatan yang di lakukan oleh Deadly Scorpion.


"Mami marah, gara-gara kamu ya Ra." Reiner melangkah mengikuti sang mami.


Ara hanya mengedikkan bahunya, lalu melangkah menaiki tangga. Mami bisa di urus besok, sekarang, Ara harus secepatnya masuk ke dalam kamar. Sebelum suaminya menyadari kepergiannya.


Pintu di buka dengan pelan, Ara berusaha agar sama sekali tidak mengganggu tidur suaminya.


Ara mengendap masuk ke dalam kamar, segera mengambil baju miliknya yang tadi di pakai sebelum tidur bersama Ali. Gadis itu dengan cepat mengganti bajunya. Di lihatnya, sang suami masih tertidur pulas dengan memeluk bantal guling.

__ADS_1


"Untung masih tidur," Ara berjalan menuju ranjang. Tanpa sengaja, gadis itu terpeleset dan berakhir jatuh mencium pipi sang suami.


Ali bangun saat merasakan ada yang menimpa pipinya. Rasanya begitu hangat dan kenyal. Saat Ali membuka matanya, dilihatnya sang istri sedang asik mencium pipinya. Tanpa Ali tahu bahwa Ara terjatuh, bukan berniat menciumnya.


"Enak ya, Moon." Ali memeluk sang istri lalu menariknya ke ranjang.


Ara melotot, suaminya pasti salah paham. Tapi jika dia mengatakan sebenarnya, pasti akan panjang ceritany. Lebih baik teruskan kesalahpahaman sang suami.


"He, ku lihat kamu tidur nyanyak sekali, Sun. Jadi aku ingin mencium pipimu." Ara tersenyum canggung. Bagaimana jika suaminya tidak percaya dengan alasannya.


"Kenapa tak bangunkan saja? Kalau sama-sama sadar kan lebih enak." Ali mengedipkan sebelah matanya, sudah menjadi hobi baru Ali Danish Mahendra untuk membuat sang istri tersipu malu.


Ara segera menyembunyikan rona merah di pipinya ke dada Ali. Gadis itu masih terlalu malu jika membahas masalah yang menjurus pada kemesraan.


"Biarin, aku nyaman disini Sun. Memang tidak boleh?" Ara masih melanjutkan kegiatannya tadi menciumi aroma dada bidang milik Ali.


"Ya ampun, Moon, kalau aku kelepasan bagaimana? Kamu kan masih lampu merah, belum bisa ku terjang." ujar Ali seraya mencium rambut istrinya.


"He-he, iya, iya, maaf. Aku jauh-jauh deh," Gadis itu menjauh dari dekapan suaminya, karena merasa bersalah. Dia sudah berbohong pada sang suami.


"Bagaimana mau jadi istri solekha, kalau baru menikah saja. Aku sudah berbohong," batin Ara merutuki dirinya.


"Moon, ini jam berapa?" tanya Ali tiba-tiba.


"Jam tiga," Ara menjawab singkat.

__ADS_1


"Ya ampun, aku lupa belum melaksanakan tahajud. Tidur bersamamu membuatku lupa." Ali bangun dari ranjang dan beranjak menuju kamar mandi untuk berwudhu.


"Sun, aku ikut tidak?" tanya Ara saat Ali sudah menggelar sajadahnya.


Ali mengeryitkan keningnya, heran dengan pertanyaan istrinya. Bukankah tadi bilang sedang datang bulan, kenapa saat ini mau ikut sholat.


"Kamu, bukannya sedang datang bulan. Moon?" Ali berkata seraya memakai sarung juga peci miliknya.


Mendengar ucapan Ali, Ara terdiam dengan tangan sibuk menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ali masih memperhatikan kegiatan sang istri, pria itu mulai curiga dengan keanehan istrinya. Mana mungkin, hal seperti ini Ara tidak tahu.


"Em, aku lupa." Ara menundukkan pandangan, tidak berani menatap mata tajam suaminya. Gadis itu sadar sudah melakukan kesalahan besar dengan membohongi suaminya.


"Lupa? Kamu, lupa atau bersandiwara?" Ali bertanya dengan ketus.


"Maaf," Ara semakin menundukkan pandangannya.


"Jadi benar, kamu berbohong?"


BERSAMBUNG...


Terima kasih buat yang udah mendoakan kelancaran operasi bapakku. Author receh ucapkan terima kasih sebanyak banyaknya.


Thanks For Reading...


_Nurmahalicious_

__ADS_1


__ADS_2