Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Robek Perjanjian Pernikahan


__ADS_3

"Kak Rei tidak bilang mereka siapa, hanya bilang mereka orang jahat yang mau memeras dia."


Ara merasa lega karena Reiner tidak memberi tahu Ali bahwa yang menculiknya adalah Aldev. Jika Ali tahu, sudah di pastikan Ali pasti salah paham lagi.


"Kenapa kita malah bahas mereka, Moon? aku sampai lupa tujuanku mengambil berkas ini," ucap Ali.


"Memang mau kamu apakan berkas itu?" tanya Ara penasaran.


"Ya karena kita sudah saling mencintai, bagiku surat ini sudah tidak penting lagi. Jadi, mari kita robek bersama-sama."


"Kamu serius mau menghancurkan surat perjanjian itu?" Ara memastikan sang suami tidak sedang bergurau.


"Tentu saja, Moon."


Sepasang pengantin baru itu memegang ujung berkas itu bersamaan. Ali memegang bagian kanan dan Ara bagian kiri. Dengan perasaan yang tidak bisa di jelaskan Ara memandangi berkas penting yang sebentar lagi tidak akan ada gunanya itu.


"Hitungan ke tiga kita tarik bersamaan yah,"


Ara mengangguk antusias sebentar lagi tidak akan ada lagi jarak yang menghalangi hubungan mereka berdua. Gadis itu lupa bahwa masalah lain masih menanti dirinya.


"Satu ... Dua ... Tiga," Mereka menghitung secara bersamaan dan menarik ujung yang mereka pegang masing-masing hingga berkas itu terbelah menjadi dua.


"Kamu musnahkan bagian itu, dan aku bagian ini." Perintah Ali pada Ara.


Mereka berdua merobek bagiannya menjadi serpihan kertas kecil-kecil. Dengan perasaan bahagia akhirnya mereka bisa menjadi suami istri tanpa syarat apapun. Cinta mereka tulus mulai hari ini. Hanya ingin saling membahagiakan satu sama lain.


Setelah selesai dengan kegiatannya, kedua manusia yang masih di landa asmara itu melempar serpihan kecil itu ke atas. Hingga beterbangan di atas kepala keduanya dan jatuh ke lantai.


Ali memeluk sang istri erat. Betapa beruntungnya dirinya memiliki istri sebaik dan sekuat Ara. Jika bukan karena perjuangan Ara untuk mengejar cintanya, sudah pasti saat ini Ali masih bersama wanita yang salah.


"Maaf, Asila. Tapi aku mencintai istriku, maaf karena aku tidak bisa bersama dengan orang yang kamu percayakan untuk bersamaku." batin Ali.

__ADS_1


"Terima kasih, Asila. Akhirnya aku bisa memenuhi permintaanmu untuk memiliki Danish," batin Ara.


Keduanya melepaskan pelukan mereka lalu Ali dengan penuh kasih mengecup kening Ara sebagai rasa sayangnya pada sang istri. Ara memejamkan matanya guna meresapi kehangatan yang di berikan oleh sang suami.


"Terima kasih, Moon. Karena kamu sudah begitu sabar menghadapi aku sebelum kita menikah. Aku minta maaf karena pernah ingin membatalkan pernikahan kita," ucap Ali tulus setelah melepaskan kecupan.


"Sudah, Sun. Jangan ungkit hal yang sudah berlalu, kita jalani saja masa depan kita. Aku akan belajar lebih baik lagi untuk menjadi istri yang bisa membahagiakan kamu," ujar Ara lembut.


*****


Di dalam ruangan megah sebuah kamar seorang pria baru saja sadar dari tidurnya. Bukan tidur melainkan di paksa tertidur dengan bantuan obat pen*nang yang di suntikan oleh sang asisten.


"Andri." panggil pria itu kepada asistennya.


Mendengar suara panggilan dari Tuannya, Andri segera mendekat. Dirinya memang sejak semalam menjaga Tuannya di dalam kamar itu.


"Iya, Tuan Aldev."


"Nona Ara sudah pulang karena Tuan kehilangan kendali saat berdebat dengannya," jelas Andri pada Aldev.


Aldev terperanjat kaget. Bagaimana bisa dirinya hilang kendali saat masih bersama Ara. Gadisnya pasti merasa j*jik dengan keadaannya sekarang, pikir Aldev.


"Jadi Ara melihat aku mengamuk?"


Sebuah anggukan yang di lakukan Andri membuat Aldev semakin geram. Bagaimana Andri membiarkan hal itu terjadi, Ara pasti ilfil dengan dirinya yang sekarang.


"Dia bilang apa tentang kondisiku?" tanya Aldev.


"Nona hanya bilang titip anda, Tuan. Nona ingin anda secepatnya pulih dari kondisi Tuan sekarang," Andri menyampaikan apa yang Ara katakan tentang Tuan Mudanya.


"Hanya itu? Ara tidak bilang jika dia membenciku kan?"

__ADS_1


"Tidak, Tuan. Nona Ara kelihatan masih menyayangi anda seperti dulu, hanya saja mungkin rasa yang Nona miliki berbeda dari yang Tuan miliki."


"Cukup! kau mau mengguruiku, Andri. Apa kau sudah tidak sayang dengan ny*wamu!" bentak Aldev garang.


Mendengar ucapan Andri Aldev merasa Andri sedang mencoba mengguruinya. Laki-laki itu terpancing emosi kembali karena ucapan sang asisten. Tanpa Andri menegaskan hal itupun ia sudah sangat paham jika Ara tidak mencintainya.


"Maaf, Tuan. Saya tidak bermaksud seperti itu, maksud saya hanya agar Tuan berhenti menyakiti diri anda sendiri."


"Sudah ku bilang diam, diam! kau harus membantuku menghancurkan suami Ara." Tekad Aldev.


"Bagaimana caranya, Tuan. Mereka sangat dekat saat ini, saya merasa keduanya sudah saling jatuh cinta."


"Apapun caranya, aku pasti akan menghancurkan mereka!"


Bersambung...


Thanks For Reading..


_Nurmahalicious_


Gays, othor punya rekomendasi keren lagi nih. Punya bestie othor yang ketceh Membahana. kepoin yak karya Kak Smiling7 dengan judul Halaman Terakhir Kisah Shabira.



Judul : Halaman Terakhir Kisah Shabira


Napen : Smiling27


Setelah menyelesaikan halaman terakhir novelnya, Livia langsung mendapatkan banyak sekali hujatan dari para pembacanya. Hujatan itu mengakibatkan dirinya terseret masuk ke dalam dunia novelnya sendiri. Beberapa waktu kemudian, Livia tersadar kini sudah masuk ke dalam raga Shabira Lawrence, tokoh utama yang telah ia buat menderita selama hidupnya.


Tantangan demi tantangan akan Livia hadapi kedepannya, jika tetap ingin melanjutkan kehidupan Shabira yang seharusnya mati di akhir ceritanya. Livia tahu betul bahwa semua orang selalu tidak berpihak pada Shabira, bahkan anggota keluarganya sendiri. Akankah Livia tetap melanjutkan hidupnya sebagai Shabira? Atau ia akan tetap mengakhiri halaman terakhir kisah Shabira dengan cara bunuh diri, sesuai alur cerita yang sudah ia tulis?

__ADS_1


Ayo ikuti kisahnya!


__ADS_2