Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Serigala berbulu domba


__ADS_3

"Oh, jadi seperti itu. Tapi sebentar, tadi Reiner bilang ada foto Kak Cia bersama seseorang yang di ambil dari belakang. Boleh aku lihat foto itu, Kak Haris?" tanya Papi Adit ketika sudah mendengar semua penjelasan dari Daddy. Haris.


Pria paruh baya yang sudah sangat lama di tinggal mati oleh istrinya itu dengan cepat mengambil sebuah foto yang tadi ia letakkan kembali di kotak kayu, lalu menyodorkannya kepada Papi Adit.


"Tempat ini ..., sepertinya papi tidak asing dengan tempat ini, Rei." Papi Adit kembali menunjukkan foto itu kepada sang anak.


Reiner hanya memutar bola matanya malas. Tempat itu puluhan tahun yang lalu dengan sekarang pasti berbeda. Lalu orang tua itu justru seakan-akan mengkonfirmasi bahwa dia juga pasti tahu tentang tempat itu.


"Pi, itu foto kapan? umur Reiner pasti masih kecil waktu foto itu di ambil," ujar Reiner jengah.


Papi Adit menepuk keningnya sendiri. Dia lupa bahwa putranya saat itu masih kecil. Jelas saja walau ada di tempat yang samapun, keadaan tempat itu sudah jauh berbeda karena sudah bertahun-tahun lamanya.


"Menurut Papi, tempat itu adalah markas wild wolf, Rei. Kau tahu bukan itu markas siapa?"

__ADS_1


Mendengar informasi yang di berikan oleh sang ayah, Reiner mendelik tajam walau bukan emosi pada ayahnya itu. Dia sangat kaget saat mendengar kelompok siapa yang kemungkinan menjadi dalang atas kematian ibu kandung Aracelia.


"Wild wolf, itu mafia besutan Rico Maladeva yang saat ini di pimpin oleh Aldev. Jadi kemungkinan Rico adalah biang keroknya, Pi?" ujar Reiner emosi.


Daddy Haris ikut terkejut saat Reiner menyebutkan dua nama itu. Setahunya, mereka adalah orang baik. Keluarga Rico yang selama ini menjadi orang terdekat dia dan Aracia selama ini. Tidak menyangka ternyata mereka adalah serigala berbulu domba.


"Mana mungkin mereka yang melakukan itu, Dit. Mereka adalah kerabat dekat kita selama ini," ujar Daddy Haris tidak percaya.


Papi Adit yang mendapat bantahan dari laki-laki yang sudah dia anggap kakak sendiri itu hanya Mendes*hkan nafas frustasi. Kemungkinan untuk menjelaskan masalah ini begitu sulit, apalagi tanpa bukti yang kuat.


"Tenang, Kak. Ini baru asumsiku saja, jangan terlalu di pikirkan. Biar masalah ini jadi urusanku dan Reiner," ujar Papi Adit berusaha menenangkan.


Kali ini Daddy hanya mengangguk pasrah. Apapun keputusan yang di ambil oleh Reiner dan ayahnya mungkin akan membawanya pada keadilan. Setidaknya mungkin dia akan tahu apa penyebab orang itu melakukan kejahatan pada keluarganya.

__ADS_1


"Daddy fokus aja sama pemulihan luka Daddy. Rei janji tidak akan membawa Ara pada masalah ini, dia juga pasti syok jika tahu tentang yang terjadi sebenarnya. Biar kita mendapat bukti dulu, baru kita buka semua di hadapan Ara." Reiner membereskan beberapa barang yang akan menjadi petunjuk, lalu menyimpannya ke dalam kantong celananya.


"Terima kasih kalian sudah mau membantuku, kalian yang selalu ada untuk Ara saat aku tak bisa bersamanya. Semoga kalian akan tetap menyayangi Ara sampai kapanpun, apapun yang terjadi," ucap Daddy Haris.


Ketiga orang yang sejak tadi menjadi pendengar cerita yang di ungkapkan Daddy Haris hanya membalas ucapannya dengan senyum lepas. Tentu saja mereka akan menyayangi Ara, apalagi dia adalah pengganti putri mereka yang sudah meninggal.


"Oh iya, Ara mana, Kak?" tanya Mami Jane seraya mengedarkan pandangan.


"Ara sakit!"


Bersambung...


Kak, boleh kuy mampir ke karya temen aku. Pasti syuka deh.

__ADS_1



__ADS_2