Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Alergi


__ADS_3

"Ara sakit?" pekik Mami Jane terkejut.


Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu bangkit dari duduknya, buru-buru melangkah ke arah tangga untuk naik ke lantai dua. Kamar pribadi Ara di rumah besar orang tua kandungnya sendiri.


Ketiga laki-laki yang sebelumnya sedang berkumpul dan membicarakan tentang masa lalu yang terjadi pada keluarga Gunawan itu tak ada yang melarang atau menegur wanita cantik yang sudah pasti mengkhawatirkan Ara. Dia memang yang mengurus Aracelia sejak kecil bahkan hingga dewasa.


"Ara sakit pasti karena kelelahan! anak itu tidak pernah mau menurut pada ucapanku. Harusnya masalah ini biar Reiner saja yang bertindak! tidak perlu dia sampai ikut pergi dan menghadapi kegilaan Aldev," gumam Mami Jane tanpa menghentikan langkahnya.


Wanita itu masih berjalan dengan langkah tergesa, takut jika putrinya itu dalam keadaan tidak baik. Akan tetapi, jika Ara memang sedang tidak sehat. Kenapa ayah kandungnya tidak memanggilkan dokter untuk putri kesayangannya?


Tanpa permisi, Mami Jane membuka pintu kamar pribadi Aracelia. Saat masuk ke dalam sana, dia sama sekali tidak melihat Ara dalam keadaan sakit. Wanita itu justru sedang bersantai sambil membaca sebuah buku.


"Sayang," panggil Mami Jane dengan lembut.


Ara menoleh, di lihatnya sang mami tengah berjalan mendekatinya. Ara segera meletakkan buku yang semula sedang asik dia baca ke atas nakas.


"Mami, kesini sama papi?" tanya Ara hendak bangkit dari posisinya.

__ADS_1


Melihat anaknya akan bangun, Mami Jane berlari secepat mungkin. Wanita itu menahan Ara yang sudah hampir menurunkan kaki dari ranjang.


"Sudah, kamu istirahat saja!" perintah Mami Jane membuat Ara mengurungkan niatnya.


Setelah berhasil menahan kegiatan putrinya itu, Mami Jane mendekatkan bibirnya untuk mengecup kening Ara. Mau sebesar apapun Ara sekarang, baginya ia masih tetap putri kecilnya, bidadari kesayangannya.


"Sayang, Reiner bilang kamu sakit?" Mami Jane duduk di ranjang, memijat kaki putri kesayangannya itu.


Ara justru kebingungan saat Mami Jane bertanya tentang keadaannya. Dia lupa bahwa dia sudah membohongi sang kakak dengan pura-pura sakit.


"Ara ba ...."


Bukan niat untuk membohongi orang tua, hanya saja dia tidak mau istrinya akan lebih malu lagi ketika ketahuan berbohong.


Mendengar ucapan menantunya, Mami Jane tersenyum lega. Putrinya itu tidak salah pilih suami karena nyatanya laki-laki itu bisa mengurus istrinya yang tengah sakit. Menurut Mami Jane.


"Suami kamu itu memang suami idaman, Sayang. Cekatan sekali mengurus istrinya yang sakit," puji Mami Jane pada menantunya.

__ADS_1


"Ya sudah, Mam. Ali keluar dulu, yah! mau kembalikan piring bekas makan Ara," pamitnya dengan sopan.


Ali keluar dari kamar, meninggalkan kedua wanita itu di sana. Setelah kepergian sang menantu, Mami Jane membuka tas jinjing miliknya. Dia mengeluarkan sesuatu dari sana.


"Ara, kamu mau, 'kan minum ini?" tanya Mami Jane seraya menunjukkan sebuah kotak kardus yang sepertinya serbuk minuman.


Ara menyipitkan matanya. "Itu minuman apa, Mam?" tanya Ara penasaran.


"Ini, susu persiapan kehamilan. Mami ingin cucu dari kamu, Sayang!"


Walaupun terkejut tetapi untuk menolak permintaan ibunya itu, dia tidak tega. Akhirnya Ara menerima uluran kotak kardus yang berisi susu kehamilan.


"Kamu tidak sedang alergi, 'kan?"


Bersambung...


Hai, Akak, boleh kuy mampir ke karya temen akoh yang keren dan bombastis ini.

__ADS_1



__ADS_2