
"Untuk apa kamu cari surat itu, Sun?" tanya Ara curiga.
"Ada sesuatu yang ingin aku jelaskan pada kamu, Moon." Ali masih mencari berkas perjanjanjian yang mereka sepakati sebelum menikah.
Ara mengernyitkan dahi heran. Apa yang mau Ali jelaskan tentang berkas itu? bukankah semua sudah jelas bahwa dirinya mempunyai waktu selama satu tahun untuk meluluhkan hati sang suami.
Setelah mendapatkan berkas yang di carinya, Ali melangkah ke tempat Ara duduk menunggu dirinya. Pria itu segera mendudukkan dirinya di samping sang istri.
"Moon, kamu ingat poin-poin dalam perjanjian pernikahan kita ini?" tanya Ali lembut.
"Tentu saja, surat itu kan penting untukku!" jawab Ara tegas.
Mendengar jawaban sang istri Ali tersenyum lembut. Sepertinya Ara salah paham dengan dirinya, gadis itu pasti mengira bahwa dirinya akan menuntut poin penting dalam perjanjian itu.
"Bisa sebutkan apa saja itu?"
"Kamu boleh melakukan apapun tanpa ijin dariku, tidak ada hubungan badan jika bukan kamu yang menginginkan, aku hanya punya waktu satu tahun untuk membuat kamu jatuh cinta, jika kita bercerai semua harta warisanku menjadi milik kamu, dan tinggal terpisah dari Daddy." jelas Ara panjang lebar.
Ali tertawa pelan karena rupanya sang istri benar-benar ingat semua poin dalam perjanjian yang mereka sepakati. Namun Ali paham saat ini Ara sedang menahan kesal, Ali yakin Ara salah paham dengan dirinya.
"Kamu pintar sekali, Moon." Ali mencubit hidung mungil Ara sebagai tanda gemas pada gadis kecil itu.
"Argh, sakit, Sun." Ara balik menepuk bahu Ali sedikit kasar.
Ali tertawa menurutnya Ara ini semakin hari semakin imut dan menggemaskan saja. Entah kenapa ternyata pesona Ara dapat secepat ini beraksi.
"Kamu lihat dan baca berkas ini, apakah benar semua yang kamu ucapkan tertulis di sini?"
Ali memberikan berkas itu pada Ara, gadis itu segera memeriksa isi perjanjian itu. Apakah dirinya melupakan sesuatu hingga Ali membahas masalah ini bahkan beberapa hari setelah pernikahan.
Perjanjian Pernikahan.
Pihak Pertama.
Ali Danish Mahendra.
Pihak Kedua.
Aracelia Daneen Gunawan.
Pihak Pertama Berhak melakukan apapun, tanpa izin dari pihak Kedua.
Tidak Ada Hubungan Badan, jika bukan Pihak Pertama yang menginginkan.
__ADS_1
Jika pihak Kedua tidak bisa membuat Pihak Pertama jatuh cinta dalam kurun waktu satu tahun, maka Pihak Pertama akan menceraikan Pihak Kedua.
Jika perceraian terjadi, Semua Harta warisan Pihak Kedua. Jatuh pada Pihak Pertama.
Pihak Pertama dan Pihak Kedua, tinggal di Rumah yang terpisah dari orang tua pihak Kedua.
TTD.
ALi Danish Mahendra.
TTD.
Aracelia Daneen Gunawan.
Gadis itu menutup berkas yang sudah di bacanya lalu memberikannya pada Ali.
Semua yang ada di berkas itu tidak ada satupun yang terlupakan olehnya. Lalu untuk apa Ali membahas tentang hal ini. Apakah Ali berubah pikiran dan ingin berpisah darinya secepat mungkin?
Ali tersenyum saat melihat gurat kekecewaan di raut wajah sang istri. Laki-laki itu semakin yakin bahwa istrinya salah paham dengan maksudnya.
Ali menyentuh kedua tangan Ara lalu membawanya dalam pangkuan. Di genggam dengan erat lalu mencium keduanya bergantian.
"Aku minta maaf, Moon."
Mendengar ucapan Ali Ara segera melepaskan tangannya dari genggaman Ali. Gadis itu mengira Ali meminta maaf karena Ali mau meninggalkannya.
Ali mendekatkan wajahnya pada Ara. Laki-laki itu membisikkan sesuatu di telinga sang istri yang sedang dalam keadaan kebingungan. Ara merasa hubungan keduanya semakin membaik, lalu kenapa tiba-tiba Ali terkesan ingin berpisah darinya?
"I Love You, Moon." bisik Ali mesra di telinga Ara.
"Apa?" pekik Ara kaget.
Ali kembali menggenggam kedua tangan Ara.
"Aku mencintai kamu," jelas Ali mengungkapkan perasaannya.
__ADS_1
Tanpa terasa air mata luruh membasahi pipi mulus gadis itu. Ternyata ia salah paham pada sang suami, Ali bukan ingin berpisah. Melainkan justru mengungkapkan perasaannya.
"Jangan menangis, Sayang." Ali mengusap air mata yang mengalir di pipi sang istri.
"Kamu serius, Sun? kamu mencintaiku?" tanya Ara memastikan.
Ali mengangguk sebagai jawaban. Hal itu semakin membuat Ara meneteskan air matanya. Ini bukan air mata kesedihan, melainkan air mata kebahagiaan gadis itu.
"Sejak kapan?" tanya Ara lagi.
"Aku akan jawab, tapi kamu jangan menangis." Ali kembali mengusap air mata itu.
"Aku menangis karena bahagia,"
"Baiklah, jika kamu ingin menangis. Lanjutkan, aku mengijinkan karena ini bukan air mata kesedihan. Tapi, jika kamu menangis karena sedih. Aku tidak akan pernah mengijinkan itu terjadi," ujar Ali tegas.
"Sejak kapan, Sun?" tanya Ara tidak sabaran.
"Sejak aku mengucapkan ijab saat pernikahan kita. Saat itu aku meminangmu bukan hanya di depan Daddy, penghulu dan para saksi. Saat itu juga di saksikan oleh Malaikat, aku merasa meminangmu di hadapan Tuhan. Jadi, mungkin Tuhan yang menumbuhkan rasa ini semakin dalam pada kamu." Ali menghentikan ucapannya.
"Aku juga semakin mencintai kamu saat melihat ada luka di tanganmu waktu itu. Aku memutuskan bertanya pada Kak Reiner, dan jawaban Kak Rei membuatku terkejut. Sekeras itu kamu berjuang untuk pernikahan kita," Lanjut Ali.
Ara sedikit terkejut karena hal ini juga berkaitan dengan Reiner. Kira-kira apa yang di ucapkan Reiner pada Ali saat itu hingga Ali semudah ini jatuh cinta padanya?
"Memang Kak Rei bilang apa?" tanya Ara penasaran.
"Kak Rei bilang kamu di culik oleh segerombolan orang jahat saat pulang dari rumahku," jawab Ali.
"Kak Rei bilang begitu? Kak Rei bilang siapa yang menculik aku?"
Bersambung...
Thanks For Reading...
_Nurmahalicious_
Gais, mampir kuy ke karya bestie othor ini. Di jamin syuka deh sama ceritanya. Karya Kak Amandaferina06 dengan judul OBSESI KAKAKKU KEPADAKU.
Obsesi yang tidak pantas seorang kakak terhadap adiknya sendiri. Viktor Alexander Aganta, itulah nama lengkap dari sosok abang yang begitu kejam dan sangat terobsesi dengan adiknya, Quenna Anezka Aganta.
Viktor selalu menggunakan penutup wajah setelah tragedi kelam beberapa tahun lalu hingga tidak sekalipun yang mengetahui rupa tampan dari sosok Viktor, bahkan Quenna sendiri.
Quenna tidak pernah melihat wajah sang Abang bertahun-tahun lamanya usai insiden yang menjadi kunci utama hancurnya hidup Quenna karena obsesi abangnya.
Kematian seluruh keluarganya dan obsesi abangnya telah membuat Quenna percaya bahwa ia berada dibawah kendali Viktor, ia menjadi budak Viktor abangnya sendiri.
"Hentikan perbuatan tidak pantas ini Kak, aku adik mu, adik kandung mu!!"
"Kenapa aku harus mengehentikan? Aku bahkan bisa lebih dari ini, membuat mu mengandung anak ku, misalnya?"
__ADS_1