Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Kayla


__ADS_3

Seorang pria duduk di dalam sebuah jet pribadi yang tengah mengudara. Dia dengan terpaksa harus menuruti perintah dari orang tuanya. Walaupun sebenarnya, hatinya tidak ingin melakukan ini. Namun, dia tidak bisa menolak apa yang sudah di kehendaki oleh papi dan maminya.


"Maaf, Mel, aku harus menghianati kamu dengan bertemu dia." Reiner mengusap wajahnya kasar.


Pikiran dan hatinya tidak bisa fokus untuk saat ini, bayang-bayang masa kelamnya saat itu kembali berputar di kepala. Hatinya tercabik saat kembali memutar memory, yang tidak ingin dia ingat. Memori saat sang cinta pertama, meninggalkan dia dalam keadaan nyawa hampir melayang di tangan musuh. Lebih parahnya lagi, sang kekasih justru pergi bersama dengan musuhnya sendiri.


"Arg!" teriak Reiner frustasi.


Pria itu memijat pelipis kepalanya yang terasa berdenyut kencang. Dia tidak tahu, apa dia akan kuat menemui wanita itu, untuk saat ini. Setelah hampir 8 tahun perpisahan mereka.


Mendengar teriakan dari Tuan Mudanya, Ferry yang semula berada di belakang, kini mendekati pria berparas tampan itu. Sebagai seorang yang di percaya oleh Tuan Mudanya selama ini, dia juga merasa kasihan dengan semua masalah yang datang di kehidupan Tuan Mudanya.


"Tuan, apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya pria kepercayaannya itu.

__ADS_1


Reiner hanya menjawab dengan gelengan kepala, dia terlalu malas mengeluarkan suara untuk saat ini. Kepalanya seakan ingin meledak, pertengkarannya dengan sang istri saja, sudah menguras emosi. Kali ini, dia justru harus bertemu dengan pengkhianat itu.


Mendapat penolakan dari bosnya, Ferry kembali duduk di kursi, tepat di belakang Reiner. Beberapa pengawal juga ikut dalam mengawal sang tuan muda. Mereka berada di kursi belakang, demi mengutamakan kenyamanan tuan mudanya.


Mereka akhirnya mendarat di kota terbesar kedua di Amerika Serikat, Los Angeles, tempat yang di tunjuk oleh orang tua Reiner untuk menemui sang mantan kekasih.


Kota dengan luas mencapai 46.867 mil persegi, sebuah kota yang terletak di bagian California Selatan. Biasa di sebut dengan inisial L-A.


'Papi, dan Mami benar-benar menyiapkan semua ini dengan total. Dengan maksud apa, mereka menyuruhku menemui dia?' batin Reiner setelah menaiki mobil yang menjemput mereka.


Mobil yang di kendarai oleh supir yang memang berasal dari sana melaju membelah jalanan yang padat akan aktifitas penduduk di kota itu. Setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam, mereka tiba di sebuah bangunan dengan design minimalis modern. Walau rumah itu terlihat minimalis, akan tetapi tempat itu memiliki halaman yang cukup luas.


Mobil memasuki halaman depan rumah yang cukup luas, berhenti tepat di depan pintu rumah yang sudah terbuka lebar. Rombongan segera keluar dari mobil, Reiner dan Ferry langsung melangkah masuk ke dalam rumah itu. Sementara para pengawal tetap siaga di depan pintu rumah minimalis tersebut.

__ADS_1


Ketika menginjakkan kakinya di rumah itu, Reiner menghentikan langkahnya, di bagian ruang tamu terdapat sebuah foto yang terpajang rapi di atas sebuah sofa panjang. Reiner tersenyum kecut dengan apa yang di lihatnya saat ini.


Sebuah potret seorang wanita memakai gaun berwarna putih, di belakangnya seorang pria berdiri, dengan tangan melingkar di pinggang sang wanita, pakaian keduanya berwarna senada. Wanita dan sang pria terlihat mengukir senyum kebahagiaan.


"Untuk apa, dia masih menyimpan foto itu? Tidak ada gunanya!" decaknya kesal.


"Kau salah, Rei, ini sangat berharga untukku." Seorang wanita datang dari arah samping.


Wanita itu bukan berjalan dengan kakinya, melainkan duduk di atas kursi roda yang di dorong oleh seseorang di belakangnya.


"Kay,"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2