
"Siapa Kak Al, Moon?" tanya Ali sekali lagi.
"Kak Al itu ... Em, kalau aku jelaskan kamu jangan marah!" pinta Ara dengan lirih.
"Iya, aku tidak akan marah kalau kamu jujur."
Ara menarik nafas dalam. Gadis itu belum siap untuk menceritakan pada suaminya bagaimana hubungannya dengan Aldev.
"Kak Al adalah Alvino Maladeva ...."
"Laki-laki yang memukuli aku tadi?" sela Ali sebelum Ara melanjutkan penjelasannya.
Ara mengangguk. "Iya, dia Kak Al, semua orang biasa memanggil dia dengan nama Aldev."
Mendengar pernyataan yang di ungkap sang istri, dada Ali merasa sesak. Seperti ada s*let yang meny*yat hatinya. Sedekat apa hubungan keduanya hingga Ara memimpikan laki-laki itu?
"Lalu, hubungan ... antara kalian berdua seperti apa?"
Ara memejamkan matanya berusaha untuk menahan air mata yang memaksa keluar dari kedua mata indahnya, rasanya begitu menyakitkan saat teringat dengan keadaan Aldev tadi. Walaupun bukan sepenuhnya salah Ara, akan tetapi dia benar-benar merasa ikut andil dalam keterpurukan Aldev saat ini.
"Apakah kalian pernah berpacaran?" tanya Ali memastikan.
Melihat Ara yang memejamkan matanya dan menarik nafas dalam. Ali cukup paham bagaimana hubungan keduanya di masa lalu. Ali mengambil kesimpulan bahwa Aldev dan Ara pernah menjalin kasih.
"A-aku dan Kak Al, hanya saling menyayangi." jawab Ara ambigu.
Gadis itu tidak membantah atau membenarkan kesimpulan yang di ambil oleh Ali. Hal itu membuat Ali semakin yakin bahwa hubungan keduanya lebih dari sekedar teman biasa.
"Apakah kamu pernah mencintai dia?"
Ara membuka matanya dan menggeleng. Sejak awal memang Ara tidak pernah mencintai Aldev. Di hatinya hanya ada rasa sayang dan nyaman pada pria itu.
__ADS_1
"Tapi, aku lihat dia mencintai kamu," Ali memang paham dengan perasaan Aldev terhadap istrinya. Terbukti Aldev menghajarnya tanpa ampun walau di tempat umum.
Satu anggukan di kepala Ara menjawab pertanyaan Ali. Laki-laki itu sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa antara keduanya terjadi cinta bertepuk sebelah tangan.
"Kenapa kamu tidak mencintai dia, padahal dia sangat mencintai kamu? dia laki-laki yang pantas untuk mendapatkan kamu," Ali mengatakan itu dengan enteng.
Padahal di hati Ali sangat merasa terganggu dengan masa lalu keduanya. Walaupun Istrinya mengaku tidak mencintai Aldev. Namun Ali tahu cinta Aldev pada Ara tidak berkurang sedikitpun.
Ali juga cukup terganggu karena sang istri hingga memimpikan laki-laki lain saat ada dia di sampingnya. Apakah Ara berbohong saat mengaku tidak mencintai Aldev.
"Aku hanya menyayangi Kak Al seperti Kak Rei. Mereka adalah perisai pelindungku saat aku masih kecil. Aku hanya seorang gadis kecil yang tidak memiliki Ibu, aku banyak mendapatkan olokan dari teman-teman atas hal itu." Ara menjeda ucapannya untuk menguasai dirinya kembali.
"Mommy Cia meninggal saat aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Banyak teman yang sering mengejekku, dan yang menerima aku dengan baik hanya mereka berdua." Ara bangun dari ranjang dan menuju cendela kamarnya.
Gadis itu membuka gordyn cendela kamar lalu memandang langit yang berhiaskan bulan dan bintang. Berharap di sekitar ratusan bahkan ribuan bintang yang berkelip itu, ada sang Ibu yang memantaunya dari jauh.
Melihat kondisi sang istri yang sedang sedih, Ali melangkah mendekat. Pria itu memeluk Ara dari belakang, menyandarkan kepalanya di ceruk leher sang istri dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh istrinya.
Gadis berpangkat istri sah Ali Danish Mahendra itu membalikkan tubuhnya lalu memeluk sang suami dengan erat. Menyandarkan kepalanya di dada bidang Ali demi mencari kenyamanan. Ali melingkarkan tangannya di punggung Ara lalu mengelusnya perlahan.
"Maafin aku yah, Moon."
Ara hanya menjawab dengan anggukan. Hingga gadis itu tiba-tiba kehilangan kesadarannya. Ara pingsan karena kelelahan dan rasa stres yang mendera tubuh kecilnya.
Ali sedikit heran karena Ara hanya diam saja dan pelukan di pinggangnya mengendur hingga akhirnya terlepas. Kaki Ara yang tadi berpijak tiba-tiba meluruh ke bawah, jika bukan karena di tahan oleh Ali tubuh Ara pasti sudah tergeletak di lantai.
"Moon, hei! Sayang," Ali berusaha menyadarkan Ara.
Saat sadar sang istri memang benar-benar pingsan. Ali menggendong tubuh Ara ala Brydal Style membawa tubuh tidak berdaya itu ke ranjang.
Dengan perlahan Ali menurunkan Ara ke ranjang empuk itu lalu menyelimuti Ara. Apakah Ali harus mencari tahu tentang sang istri yang sampai detik ini, Ali belum tahu apapun yang terjadi di masa lalu Ara?
__ADS_1
"Kamu terlalu tertutup hingga aku tidak tahu apapun tentang kamu, Moon. Suami macam apa aku ini? bahkan tentang kesedihanmupun aku tidak tahu." batin Ali miris.
Saat masih bergelut dengan isi kepalanya, Ali merasa terganggu dengan dering ponsel milik sang istri yang tergeletak di meja samping ranjang.
Ali mengambil ponsel itu dan mengecek siapakah yang menghubungi istrinya tengah malam seperti ini? Saat melihat siapa yang menghubungi Ara, Ali membulatkan matanya.
"Clarissa! untuk apa wanita itu menghubungi Ara?"
Bersambung...
Thanks For Reading...
_Nurmahalicious_
Hallo gays, author punya rekomendasi novel keren lagi nih. Mampir yak, jangan lupa. Karya Kak Nezha Ageha dengan judul Pesona Sang Diva
Seorang bayi perempuan dibuang dan beruntung di adopsi oleh keluarga yang baik hati.
Nama gadis itu Kasih, dia tumbuh dengan baik dan menjadi gadis tercantik di desanya, namun naas saat berusia 17 tahun ada insiden penyiraman air keras yang mengakibatkan wajahnya rusak.
Entah ini berkat atau kesialan, tetapi secara tak terduga dia malah menemukan fakta yang membuatnya mengubah tujuan hidupnya.
Kasih bukanlah bayi yang sengaja di buang. insiden tragis di masa lalu menjadi penyebab meninggalnya orangtuanya juga terpisahnya dia dari saudara kandungnya.
Mampukah Kasih melawan para serigala dan rubah licik yang siap menerkam hidup dia juga saudaranya? Bagaimana caranya pulang? Apakah keluarganya masih mengenali dia dengan wajah baru?
Salam Cinta,
Nezha Ageha
__ADS_1