Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Rachel Anak siapa


__ADS_3

Ali menoleh pada sumber suara, di lihatnya sang Kakak ipar memandangnya bingung. Mungkin Reiner bingung karena Ali berada di tempat yang tidak seharusnya.


"Lo ngapain, di sini Li?" tanya Reiner curiga. "kok lo bawa-bawa seprei, mau apa?" lanjutnya dengan nada mengintrogasi lawan.


"Gue, mau cuci seprei." Ali menjawab datar.


Reiner membulatkan matanya, saat mendengar alasan yang di lontarkan oleh adik iparnya.


"Lah, emang lo kira mantion ini kekurangan maid?"


"Gue gak bilang gitu, yah," jawab Ali tegas.


"Tinggal kasih tuh seprei ke Mina, tar dia yang cuci." Reiner berusaha merebut seprei yang di pegang oleh Ali.


"Gue bilang, gue bisa sendiri ! Ngapa maksa sih Lo !" Ali sedikit meninggikan suaranya, karena terganggu dengan sikap Reiner.


"Lo kasih gak, itu seprei ! Atau Mina gue pecat !" ancam Reiner dengan tegas. Dia tidak mau jika anggota keluarganya melakukan hal-hal yang seharusnya di lakukan oleh pelayan.


"Serah, lo mau pecat, silahkan !" Ali tidak menyerah dengan ancaman sang kakak ipar. Sedangkan maid yang bernama Mina itu, sudah ketar ketir. Jika dirinya benar di pecat, akan susah untuknya mencari kerjaan yang gajinya sama dengan pelayan di mantion Aditia.

__ADS_1


"Oh, lo gak perduli. Gue bunuh aja gimana?" Reiner semakin menebar ancaman yang membuat Ali tidak habis pikir dengan ucapan Reiner barusan. Kalau Mina, mungkin sudah tahu bagaimana pekerjaan sang majikan.


"Bi, kamu boleh pergi. Kerjakan saja yang lain, Reiner biar saya yang urus." perintah Ali pada maid bernama Mina.


"Lo apa-apaan, sih, pakai ngancem nyawa orang segala ! Gue mau cuci ini sendiri, karena ini ulah gue ! Ara gak mau kalau ada orang liat hasil perbuatan gue." Ali menjelaskan agar Reiner tidak terus-terusan ikut campur urusannya. Namun, Ali salah besar, karena nampaknya si Kakak ipar justru semakin penasaran.


Ali melangkah menuju mesin cuci, untuk mencuci seprei yang terdapat noda kesucian istri culunnya. Tetapi, baru selangkah,. Reiner sudah mencekal tangan Ali dan menghentikan langkahnya.


"Maksud lo apa? Lo udah jebolin gawang adek gue?" tanya Reiner dengan curiga.


"Apa urusannya sama lo, bini, bini gue sendiri !" Ali semakin muak dengan rasa kepo yang di tunjukan oleh Reiner.


"Tendang? Lo kira bini gue pesepak bola, atau atlet beladiri !" Ali menjawab dengan ketus.


"Duh, gue lupa, keceplosan. Untung nih laki rada lemot," batin Reiner mengolok Ali.


Melihat Kakak iparnya terdiam, Ali segera menggunakan kesempatan itu untuk kabur dari pertanyaan konyol yang di miliki Reiner. Ali melangkahkan kakinya ke arah mesin cuci untum segera menyelesaikan kegiatannya.


"Weh, Li, lo belum jawab." Reiner mengejar langkah Ali untuk mengintrogasi adik iparnya.

__ADS_1


"Lo ribut banget sih, penasaran banget ? Lo kek orang belum pernah nikah aja. Apa jangan-jangan, lo belum pernah?" Ali menuduh Reiner dengan hal konyol pula. Ali tahu, Reiner sudah memiliki putri kecil. Mana mungkin belum pernah melakukan kegiatan mengasikan itu.


"Adik ipar sialan lo ! kalau gue gak pernah, terus si Rachel anak siapa, Be*go ?"


"Anaknya Kak Imel lah, emang lo pernah hamil Rachel?" Ali menatap remeh pada Reiner.


"Sejak kapan Laki bisa hamil ? lo lama-lama rada gila ya?" Reiner memandang sinis pada adik iparnya.


Pertengkaran kedua Kakak adik ipar itu hingga terdengar oleh gadis yang sedang menyusul suaminya. Karena Ali lama sekali, dia pikir, suaminya itu tersesat.


"Kalian ngobrol apaan di sini?" Mendengar suara itu, kedua pria yang sedang berdebat itu menoleh bersamaan.


"Moon / Ara !" pekik kedua pria itu, mereka saling pandang untuk menyembunyikan perdebatan konyol keduanya.


BERSAMBUNG...


Thanks For Reading...


_Nurmahalicious_

__ADS_1


__ADS_2