Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Masuk Angin


__ADS_3

Malam semakin larut di dalam sebuah kamar, sepasang suami istri tengah tertidur dengan pulas. Sang suami yang tidur dengan berbantalkan kedua tangannya, sementara sang istri yang tidur dengan berbantalkan lengan suami dan memeluk suaminya dengan erat.


Saat tengah malam tiba, tiba-tiba sang istri merasakan mual di perutnya. Wanita itu segera beranjak dari posisinya untuk menuju kamar mandi.


Begitu sampai di kamar mandi, wanita itu mengeluarkan cairan bening dari mulutnya di wastafel.


"Huek!"


Suara itu mengganggu tidur sang pria hingga terbangun dari tidur nyenyaknya. Saat pria itu meraba kasur di sampingnya, dia tidak menemukan sang istri yang biasanya tidur disana. Pria itu membuka mata lalu pandangannya berkeliling guna mencari keberadaan sang istri. Ketika melihat pintu kamar mandi terbuka, pria itu segera menuju kesana karena yakin sang istri berada di tempat itu.


"Moon, kamu kenapa?" tanya pria itu seraya mendekat.

__ADS_1


Pria itu memijat tengkuk sang istri dengan pelan. Berusaha membantu istrinya untuk mengeluarkan cairan yang mengganjal di perut sang istri.


"Kamu masuk angin pasti, Moon. Akhir-akhir ini kamu kan sering keluar malam dan pulang hampir pagi," ujar suaminya itu tetap dengan tangan yang memijat tengkuk hingga punggung sang istri.


Ara membersihkan mulutnya dari sisa-sisa muntahan dengan air lalu mengelapnya dengan tissue. Wanita itu berbalik menatap sang suami yang terlihat khawatir.


"Selama ini aku jarang pulang pun tidak pernah masuk angin, Sun. Kamu jangan mengada-ada," ujar wanita itu seraya keluar dari kamar mandi.


"Sini, bobo lagi. Aku mau peluk kamu," ujarnya dengan santai.


Ali mau tidak mau menuruti permintaan sang istri, walaupun dirinya merasa khawatir jika sang istri memang sedang dalam keadaan masuk angin atau sakit apa. Wanita itu sudah beberapa kali mengalami muntah, tetapi tidak pernah mau saat di ajak ke rumah sakit.

__ADS_1


Pria itu ikut merebahkan dirinya di ranjang, Ara dengan cepat memeluk suaminya itu. Tidur persis seperti posisinya tadi yaitu menjadikannya sebagai bantal, sedangkan bantal asli justru di letakkan sebagai pengganjal kakinya.


Setelah memeluk tubuh sang suami, Ara kembali terlelap. Seperti orang yang tidak mengalami apapun, wajahnya juga tidak terlihat pucat seperti orang yang sedang sakit. Hal itu membuat Ali berpikir, kira-kira apa yang sedang terjadi dengan istrinya itu. Sekian lama bergulat dengan pikirannya sendiri, Ali juga ikut terlelap.


Keesokan paginya, Ara sudah bangun lebih dulu. Wanita itu langsung menuju ke dapur untuk memasak makanan untuk sarapannya dengan sang suami.


Karena merasa tubuhnya agak lelah, Ara akhirnya memutuskan hanya membuat roti bakar dan susu untuk sarapan mereka berdua. Ketika Ali turun dari lantai atas, suami Ara itu sudah menggunakan pakaian kantornya. Celana kulot berwarna hitam, kemeja biru dengan dasi senada, dan jas hitam yang membuatnya semakin terlihat berwibawa.


Ali sampai di meja makan, pria itu langsung mencium pipi sang istri sebelum duduk di kursi. Ketika dia menatap meja makan yang hanya berisi roti bakar dan susu, pria itu sedikit heran. Biasanya istrinya itu lebih suka sarapan menggunakan makanan-makanan khas Indonesia.


"Moon, kamu hanya masak ini? Padahal aku ingin makan tumis kangkung buatanmu," ujar pria itu ketika sudah duduk di kursinya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2