Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Ayolah, Aku Rindu!


__ADS_3

Mendengar pujian yang di lontarkan oleh suaminya, gadis cantik itu merasakan hawa panas di sekitar wajahnya. Jantungnya terasa berdetak begitu kencang, aliran darahnya mendidih seketika. Rasa takut yang ia rasakan sejak di Jepang hilang begitu saja. Berganti dengan desiran aneh yang kian menggelora. Ara begitu ingin memeluk laki-laki tampan yang kini masih memegang dagunya.


Rindu yang mereka rasakan akhirnya menjadi sebab hilangnya ego masing-masing. Ali melepas tangannya dari dagu sang istri lalu mendekap wanita cantik yang kini menjadi pemilik separuh jiwa dan raganya.


Ara bahkan meneteskan air mata di dada bidang sang suami. Menghirup dalam-dalam aroma pria yang di rindukannya selama beberapa hari ini. Kini ketakutannya tak berdasar, nyatanya sang suami menyambutnya dengan pelukan hangat.


Senyum dan hembusan nafas lega kini di rasakan Daddy Haris mana kala melihat sendiri bahwa hubungan sang putri dan menantunya dalam keadaan baik-baik saja. Di belakang tubuh tegap Daddy Haris, Reiner juga tersenyum lega. Ke khawatiran mereka kini tidak terjadi. Ali terlihat sangat mencintai adiknya walaupun wanita berbisa itu sudah berusaha merusak kepercayaan Ali pada Ara.


"Dad, ayo, Rei antar ke kamar. Daddy butuh istirahat sekarang," ujar Reiner dengan lembut.


Laki-laki itu ingin memberikan ruang untuk sang adik berdua dengan suami tercintanya itu. Reiner paham, kedua manusia itu masih melepaskan rindu yang menggelora di hati keduanya. Apa lagi mereka adalah pasangan pengantin baru.


Pria paruh baya yang masih agak kesulitan berjalan itu menurut pada Reiner. Dengan di bantu oleh putra angkatnya, Daddy Haris menuju kamarnya. Kasih sayang yang di miliki oleh Reiner memang tidak ada bandingannya, laki-laki itu jika sudah menyayangi seseorang pasti akan melakukan apapun untuk orang tersebut.

__ADS_1


Setelah kepergian Daddy Haris bersama Reiner, Ara dan Ali melepaskan pelukannya. Melihat air mata masih mengalir dari sudut mata sang istri, Ali dengan cekatan mengusap air mata yang menghalangi kecantikan istrinya itu.


"Sun," panggil Ara lirih.


Jemari laki-laki itu menutup bibir sang istri dengan jari telunjuknya. Membuat wanita itu berhenti mengeluarkan suara. Netra indah wanita itu melirik jemari yang kini berada di bibir tipis miliknya.


"Kita bahas itu besok saja, aku tahu kamu lelah sekarang." Ali menyingkirkan jemarinya yang sejak tadi menjadi penghalang sang istri untuk membuka mulut.


Ali dengan lembut menggandeng sang istri menuju kamarnya. Ia memang sengaja datang ke mansion Daddy Haris untuk menyambut kedatangan sang istri begitu mendapat kabar kepulangan mereka dari Imel, istri Reiner yang tak lain adalah kakak iparnya.


Laki-laki yang kini juga tengah menahan egonya itu memperlakukan sang istri seperti ratu. Ali bahkan membukakan pintu kamar untuk mereka masuk. Masih dengan tangan yang bergandengan tanpa terlepas sedikitpun.


"Silahkan masuk, Tuan Putriku."

__ADS_1


Mereka melangkah masuk bersamaan. Ali kini memang terlihat tidak memiliki masalah apapun ketika berhadapan dengan sang istri. Entah apa yang sudah berhasil menjadi alasan laki-laki itu berhasil menekan egonya demi istri cantiknya.


"Sun, kamu tidur dulu saja. Aku masih mau ...."


"Mandi, 'kan? aku yang akan memandikan kamu, Moon." Ali mengedipkan sebelah matanya.


Hawa panas merasuki jiwa wanita cantik itu. Ucapan sang suami berhasil membuat pikirannya melayang ke angkasa. Entah kini ia begitu merindukan sentuhan lembut dari suaminya. Tetapi rasa malu berhasil membuatnya menghentikan otaknya yang liar.


"Tapi, aku malu, Sun." Ara menundukkan pandangannya. Takut jika menatap netra tajam sang suami yang saat ini terlihat juga sangat mendambakan dirinya.


"Malu kenapa? kita memang di sunahkan untuk mandi bersama agar merekatkan hubungan suami dan istri, Moon. Ayolah, aku sangat rindu denganmu." Ali berbisik di telinga sang istri membuat wanita itu semakin kalang kabut.


__ADS_1


__ADS_2