Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Penyerangan


__ADS_3

Setelah menempuh penerbangan selama kurang lebih 8 jam. Pesawat Jet Pribadi dengan lambang huruf RA itu mendarat dengan selamat di bandara internasional Jakarta.


Rombongan Reiner, Ara dan Daddy Haris kembali ke mansion Daddy Haris menggunakan satu mobil di kawal oleh beberapa ajudan terpercaya di mobil yang lainnya. Reiner memang tidak ingin kecolongan lagi hingga hampir mengorbankan salah satu keluarga tercintanya. Laki-laki itu kini lebih protektif dalam menjaga seluruh keluarga yang ia miliki.


"Ra, Lo masih ngantuk aja? perasaan dari Jepang sampai Indo kerjaanmu molor terus." Reiner menoleh ke belakang, tempat sang adik duduk dengan kepala bersandar cendela pintu mobil.


Mendapat ledekan dari sang kakak, gadis itu bangkit dari posisinya menjadi duduk tegak. Sekarang Ara seperti anak yang penurut pada orang tuanya yang memberi perintah. Biasanya gadis itu selalu membantah atau minimal selalu menjawab omongan sang kakak hingga mengakibatkan duel suara.


Pria paruh baya yang merupakan ayah kandung Aracelia itu hanya memperhatikan interaksi kedua kakak beradik itu. Kali ini ia memang merasa bahwa putrinya sangat berbeda dari biasanya. Ara biasanya ceria dan selalu banyak omong. Sedangkan saat ini, gadis itu terlalu banyak diam.


"Sayang, ada yang mengganggu kamu?" tanya Daddy Haris lembut.

__ADS_1


Mendapat pertanyaan dari ayahnya, Ara hanya menggeleng. Entah pikirannya benar-benar sedang kalut sekarang. Ia belum tahu, apa saja yang di bicarakan Clarissa pada sang suami. Hanya tentang identitasnya saat ini atau rahasia lain yang ia miliki.


"Mana ada yang berani mengganggu singa garang seperti adikku itu, Dad? mau ku c*ncang jadi perkedel orang itu kalau berani mengganggu adik tersayang ku," ucap Reiner dengan santai.


Ara yang mendengar pembelaan dari kakaknya itu hanya membalas dengan cengiran khas lalu wajahnya berubah datar kembali. Sungguh, hatinya kini tengah dilanda ketakutan. Ara tidak siap jika suaminya itu tahu tentang rahasianya 5 tahun yang lalu.


Mobil yang di kendarai oleh Reiner sendiri itu masih melaju dengan kencang, jalanan sudah agak lengan di jam hampir tengah malam ini. Saat mereka berada di sebuah jalanan sepi berkelok, tiba-tiba dari arah belakang muncul sebuah mobil Jeep yang tiba-tiba melepaskan tembakan. Beruntung mereka menggunakan dua mobil yang berbeda namun dengan jenis yang sama.


Hanya mobil belakang yang berisikan ajudan Reiner yang mendapat serangan. Beberapa bagian mobil itu sampai hancur dengan peluru yang sengaja di tembakkan secara bebas. Adu pelurupun tak terelakan. Tetapi akhirnya salah satu peluru menembus ban mobil hingga pecah. Mobil yang di kendarai oleh anak buah Reiner itu oleng hingga menabrak pembatas jalan.


Melihat mobil pengawalnya di serang secara brutal, Reiner ikut menghentikan laju mobilnya. Walau bagaimanapun, dia juga harus memastikan bahwa orang-orangnya dalam keadaan baik-baik saja. Laki-laki tampan berkharisma itu menepikan mobilnya lalu turun untuk mengecek keadaan anak buahnya.

__ADS_1


"Salah satu dari kalian ada yang terluka?" tanya Reiner khawatir.


"Tidak, Bos. Hanya luka tembak kecil di lengan saya rasa tidak akan membunuh saya," jawab anak buah Reiner yang umurnya lebih kecil dari yang lainnya.


Mendapat jawaban bermuatan kepercayaan diri itu, Reiner tersenyum bangga. Anak itu mungkin akan sesetia Ferry dan juga Dean, untuk itu ia sangat mempercayai anak laki-laki berumur 17 tahun itu.


"Baguslah, Boy. Karena mobil ini ringsek, kalian bergabung saja dengan mobilku. Tidak apa-apa berdesakan untuk menghemat waktu. Daddyku sudah sangat lelah sepertinya," keputusan Reiner setelah melihat sendiri keadaan mobil yang sudah tidak bisa di gunakan itu.


Mereka menuruti keputusan Reiner. Kali ini Reiner duduk di kursi penumpang bersama Ara karena salah satu anak buahnya yang mengambil alih bagian kemudi. Sedangkan tiga anak buah lainnya duduk di kursi belakang.


"Kau tertembak, Boy?" Ara yang melihat darah masih mengalir dari lengan anak remaja itu begitu peka.

__ADS_1


"Rei, kau harus cari tahu siapa yang menyerang kita kali ini."



__ADS_2